Minggu, 27 September 2026
05:09 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Dekapoda

Dekapoda

Untuk arti lain dari dekapoda, lihat Dekapoda (disambiguasi).
Dekapoda
Rentang waktu: Devonian–saat ini
250px-Haeckel_Decapoda.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
"Decapoda" dari buku Ernst Haeckel Kunstformen der Natur, 1904
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Kelas: Malacostraca
Superordo: Eucarida
Ordo: Decapoda
Latreille, 1802
Subordo

Dendrobranchiata
Pleocyemata
Lihat teks untuk superfamilia.

Artikel takson sembarang

Dekapoda (harfiah "sepuluh-kaki") adalah ordo krustasea dalam kelas Malacostraca, termasuk banyak kelompok akrab, seperti lobster, kepiting, dan udang.[1] Kebanyakan dekapoda adalah pemakan bangkai. Ordo ini diperkirakan mengandung hampir 15.000 spesies di sekitar 2.700 genera, dengan sekitar 3.300 spesies fosil.[2] Hampir setengah dari spesies ini kepiting, dengan udang (sekitar 3000 spesies) dan Anomura (termasuk kelomang, kepiting porselen, lobster jongkok (sekitar 2500 spesies) yang membentuk sebagian besar sisanya.[2] Fosil paling awal dekapoda adalah Palaeopalaemon dari periode Devon.[3][4][5]

Anatomi

Semua anggota dekapoda memiliki karapaks dan insang yang berkembang dengan baik.[1] Dekapoda terdiri atas 20 segmen tubuh yang dikelompokkan menjadi dua bagian besar yaitu sefalotoraks dan abdomen. Setiap segmen memiliki sepasang appendage. Namun, ada juga dari beberapa kelompok yang tereduksi atau tidak berkembang.

Sefalotoraks

Kepala

Di kepala Dekapoda, dilengkapi beberapa bagian penting yaitu

  1. Antena
  2. Antenula
  3. Mandibula
  4. Maxillula
  5. Maxilla

Toraks/pereon

Terdiri atas 3 maksiliped[1] dan 5 pereiopod. Maksiliped adalah pelengkap yang berfungsi sebagai mulut. Untuk pereiopoda, fungsi utamanya adalah sebagai kaki jalan. Mereka memiliki lima pasang kaki jalan sehingga melatarbelakangi penamaan dari Dekapoda (kaki sepuluh). Pereiopoda ada yang memiliki capit yang disebut sebagai keliped. Jari-jari dengan kuku yang bisa bergerak disebut daktil. Pereiopoda mengandung organ seksual dimana terdapat pada pereiopoda ketiga pada betina dan kelima pada jantan. Insang terdapat di setiap segmen antara maksiliped kedua hingga pereiopod kelima. Di Annoura, pereiopod kelima sering tersembunyi di ruang cabang di tempat pembersihan insang.

Abdomen/Pleon

Terdiri atas 5 pasang pleopod dan sepasang uropod. Pleopod merupakan kaki renang yang digunakan untuk mengumpulkan telur (kecuali dalam udang), menangkap makanan, dan kadang-kadang terdapat insang mereka sendiri. Dalam beberapa kelompok (kelompok udang), pleopod ke-1 dan pleopod ke-2 termodifikasi menjadi alat kopulasi atau alat pembuahan yang disebut sebagai gonopod. Pada udang betina, pleopod digunakan untuk membawa anak dan menyimpan telur. Pada ujung abdomen, terdapat sepasang uropod dan telson yang berfungsi sebagai alat kemudi berenang. Telson maupun uropod menjadi alat keseimbangan statosista. Di kelompok kepiting, abdomen tersimpan di bawah sefalotoraks.

Klasifikasi

Klasifikasi Dekapoda dilakukan berdasarkan struktur insang, perkembangan larva, dan struktur kaki. Dekapoda terbagi menjadi dua subordo yaitu Dendrobranchiata dan Pleocyemata. Dendrobranchiata termasuk udang-udangan yang sehari-hari dilihat, seperti udang putih (Litopenaeus setiferus). Pleocyemata termasuk kelompok udang sejati[6] Those groups which usually walk rather than swim (Pleocyemata, excluding Stenopodidea and Caridea) form a clade called Reptantia.[7]

Klasifikasi Superfamili Dekapoda mengikuti klasifikasi De grave [2] et all.

Ordo Decapoda Latreille, 1802

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 Parker, Sybil, P (1984). McGraw-Hill Dictionary of Biology. McGraw-Hill Company.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. 1 2 3 Sammy De Grave, N. Dean Pentcheff, Shane T. Ahyong; et al. (2009). "A classification of living and fossil genera of decapod crustaceans" (PDF). Raffles Bulletin of Zoology. Suppl. 21: 1–109. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2011-06-06. Diakses tanggal 2015-12-02.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  3. ↑ Gary C. B. Poore (2004). "Glossary". Marine Decapod Crustacea of Southern Australia: a Guide to Identification. CSIRO Publishing. hlm. 549–556 https://books.google.co.uk/books?id=ZZWnuGc0xlMC&pg=PA549. ISBN 9780643069060.
  4. ↑ Robert P. D. Crean (November 14, 2004). "Characters and Anatomy". Order Decapoda. University of Bristol. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-11-10. Diakses tanggal April 23, 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Robert P. D. Crean (November 14, 2004). "Order Decapoda: Fossil record and evolution". University of Bristol. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-02-29. Diakses tanggal Januari 2, 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Elena Mente (2008). Reproductive Biology of Crustaceans: Case Studies of Decapod Crustaceans. Science Publishers. hlm. 16. ISBN 978-1-57808-529-3.
  7. ↑ G. Scholtz; S. Richter (1995). "Phylogenetic systematics of the reptantian Decapoda (Crustacea, Malacostraca)". Zoological Journal of the Linnean Society. 113 (3): 289–328. doi:10.1006/zjls.1995.0011.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Decapoda.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan