Kamis, 24 September 2026
08:52 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Achelata

Achelata

Achelata
Rentang waktu: Upper Jurassic – Recent
250px-Haeckel_Phyllosoma.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Larva Phyllosoma yang merupakan ciri khas dari Achelata (gambar dibuat oleh Ernst Haeckel)
Klasifikasi ilmiah
Domain:
Kerajaan:
Filum:
Subfilum:
Kelas:
Ordo:
Subordo:
Infraordo:
Achelata

Famili[1]
Artikel takson sembarang

Achelata adalah salah satu infra-ordo krustasea dekapoda, yang terdiri daei lobster berduri, lobster sandal, dan kerabat fosilnya.

Etimologi & Deskripsi Fisik

Nama latinnya berasal dari fakta bahwa semua anggotanya tidak memiliki chelae (capit) yang ditemukan pada hampir semua dekapoda lainnya (dari bahasa Yunani Kuno ἀ-, a- = "tidak", χηλή, chela = "cakar" atau "capit"). Mereka selanjutnya dipersatukan oleh pembesaran antena kedua yang besar, oleh bentuk larva "phyllosoma" khusus, dan oleh sejumlah karakteristik lainnya.[2]

250px-Larva_de_phyllosoma.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Larva Phyllosoma

Klasifikasi dan catatan fosil

Infraordo Achelata termasuk dalam klad Reptantia, yang didalamnya terdiri dari dekapoda yang berjalan/merangkak (lobster dan kepiting). Kladogram di bawah menunjukkan penempatan Achelata dalam ordo Decapoda yang lebih besar, dari analisis Wolfe et al., 2019.[3]

Achelata berisi lobster berduri (Palinuridae), Lobster sandal (Scyllaridae) dan lobster berbulu (Synaxidae, sekarang biasanya termasuk dalam Palinuridae),[4] serta dua famili yang telah punah, Cancrinidae dan Tricarinidae.[1]

Baik Palinuridae maupun Scyllaridae memiliki catatan fosil sejak zaman Kapur.[5][6] Kedua famili fosil tersebut masing-masing mengandung satu genus;[1] Tricarina diketahui dari satu fosil Kapur,[7] sedangkan Cancrinos diketahui dari zaman Jura dan Kapur.[6] Salah satu perkiraan perbedaan antara Achelata dan kerabat terdekatnya menempatkannya sekitar 341 juta tahun yang lalu.[8]

Galeri

Referensi

  1. 1 2 3 Sammy De Grave; N. Dean Pentcheff; Shane T. Ahyong; et al. (2009). "A classification of living and fossil genera of decapod crustaceans" (PDF). Raffles Bulletin of Zoology. Suppl. 21: 1–109. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2011-06-06.
  2. Gerhard Scholtz; Stefan Richter (1995). "Phylogenetic systematics of the reptantian Decapoda (Crustacea, Malacostraca)" (PDF). Zoological Journal of the Linnean Society. 113 (3): 289–328. doi:10.1006/zjls.1995.0011.
  3. Wolfe, Joanna M.; Breinholt, Jesse W.; Crandall, Keith A.; Lemmon, Alan R.; Lemmon, Emily Moriarty; Timm, Laura E.; Siddall, Mark E.; Bracken-Grissom, Heather D. (24 April 2019). "A phylogenomic framework, evolutionary timeline and genomic resources for comparative studies of decapod crustaceans". Proceedings of the Royal Society B. 286 (1901). doi:10.1098/rspb.2019.0079. PMC 6501934. PMID 31014217.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. Ferran Palero; Keith A. Crandall; Pere Abelló; Enrique Macpherson; Marta Pascual (2009). "Phylogenetic relationships between spiny, slipper and coral lobsters (Crustacea, Decapoda, Achelata)". Molecular Phylogenetics and Evolution. 50 (1): 152–162. doi:10.1016/j.ympev.2008.10.003. PMID 18957325.
  5. Francisco J. Vega; Pedro García-Barrera; María del Carmen Perrilliat; Marco A. Coutiño; Ricardo Mariño-Pérez (2006). "El Espinal, a new plattenkalk facies locality from the Lower Cretaceous Sierra Madre Formation, Chiapas, southeastern Mexico" (PDF). Revista Mexicana de Ciencias Geológicas. 23 (3): 323–333.
  6. 1 2 Joachim T. Haug; Carolin Haug; Dieter Waloszek; Andreas Maas; Matthias Wulf; Günter Schweigert (2009). "Development in Mesozoic scyllarids and implications for the evolution of Achelata (Reptantia, Decapoda, Crustacea)" (PDF). Palaeodiversity. 2: 97–110.
  7. Rodney M. Feldmann; Ali Kolahdouz; Bijan Biranvand; Guenter Schweigert (2007). "A new family, genus, and species of lobster (Decapoda: Achelata) from the Gadvan Formation (Early Cretaceous) of Iran" (PDF). Journal of Paleontology. 81 (2): 405–407. doi:10.1666/0022-3360(2007)81[405:ANFGAS]2.0.CO;2. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2016-03-04. Diakses tanggal 2012-02-05.
  8. Keith A. Crandall; Megan L. Porter; Marcos Pérez-Losada (2009). "Crabs, shrimps and lobsters (Decapoda)". Dalam S. Blair Hedges; Sudhir Kumar (ed.). The Timetree of Life. Oxford University Press. hlm. 293–297. ISBN 978-0-19-160898-8.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan