Senin, 21 September 2026
03:40 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Fosil

Fosil

peninggalan makhluk hidup dalam wujud batuan

Untuk istilah ilmu bahasa, lihat Fosilisasi (linguistik).
250px-Fossilised_frog.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah fosil katak.
Bagian dari seri
Paleontologi
250px-Tyrannosaurus_Rex_Holotype.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Fosil atau sisa purba (bahasa Latin:fossa yang berarti "menggali keluar dari dalam tanah") adalah merupakan sisa, jejak, atau jejak biologis makhluk hidup dari zaman geologi lampau. Agar suatu organisme bisa menjadi fosil, sisa-sisa organisme ini harus segera tertimbun sedimen. Para pakar paleontologi mengklasifikasikan fosil menjadi beberapa macam. Hewan atau tumbuhan yang dikira sudah punah tetapi ternyata masih ada disebut fosil hidup. Fosil umumnya dianggap berusia minimal 10.000 tahun dan dapat berupa tulang, cangkang, cetakan, atau jejak kaki. Fosil jaringan lunak sangat jarang ditemukan. Ilmu yang mempelajari fosil adalah paleontologi, yang juga merupakan cabang ilmu yang direngkuh arkeologi.

Fosilisasi

Fosilisasi merupakan proses penimbunan sisa-sisa hewan atau tumbuhan yang terakumulasi dalam sedimen atau endapan-endapan baik yang mengalami pengawetan secara menyeluruh, sebagian ataupun jejaknya saja. Terdapat beberapa syarat terjadinya pemfosilan yaitu antara lain:

  1. Organisme mempunyai bagian tubuh yang keras
  2. Mengalami pengawetan
  3. Terbebas dari bakteri pembusuk
  4. Terjadi secara alamiah
  5. Mengandung kadar oksigen dalam jumlah yang sedikit
  6. Umurnya lebih dari 10.000 tahun yang lalu.

Fosil hidup

Istilah "fosil hidup" adalah istilah yang digunakan suatu spesies hidup yang menyerupai sebuah spesies yang hanya diketahui dari fosil. Beberapa fosil hidup antara lain ikan coelacanth dan pohon ginkgo. Fosil hidup juga dapat mengacu kepada sebuah spesies hidup yang tidak memiliki spesies dekat lainnya atau sebuah kelompok kecil spesies dekat yang tidak memiliki spesies dekat lainnya. Contoh dari kriteria terakhir ini adalah nautilus.

Tempat penemuan fosil

Kebanyakan fosil ditemukan dalam batuan endapan (sedimen) yang permukaannya terbuka. Batu karang yang mengandung banyak fosil disebut fosiliferus. Tipe-tipe fosil yang terkandung di dalam batuan tergantung dari tipe lingkungan tempat sedimen secara ilmiah terendapkan. Sedimen laut, dari garis pantai dan laut dangkal, biasanya mengandung paling banyak fosil. Temuan fosil terkini ada di Zambia, menunjukkan bahwa beberapa dinosaurus purba semula diperkirakan besar, ternyata sebaliknya—lebih kecil dari dugaan sebelumnya, mengubah cara kita memandang evolusi awal dinosaurus.[1]

Proses terbentuknya fosil

Fosil terbentuk dari proses penghancuran peninggalan organisme yang pernah hidup. Hal ini sering terjadi ketika tumbuhan atau hewan terkubur dalam kondisi lingkungan yang bebas oksigen. Fosil yang ada jarang terawetkan dalam bentuknya yang asli. Dalam beberapa kasus, kandungan mineralnya berubah secara kimiawi atau sisa-sisanya terlarut semua sehingga digantikan dengan cetakan.

Pemanfaatan fosil

Fosil penting untuk memahami sejarah batuan sedimen bumi. Subdivisi dari waktu geologi dan kecocokannya dengan lapisan batuan tergantung pada fosil. Organisme berubah sesuai dengan berjalannya waktu dan perubahan ini digunakan untuk menandai periode waktu. Sebagai contoh, batuan yang mengandung fosil graptolit harus diberi tanggal dari era paleozoikum. Persebaran geografi fosil memungkinkan para ahli geologi untuk mencocokan susunan batuan dari bagian-bagian lain di dunia.[2]

Galeri

  • Bagian dalam Bivalvia dari Formasi Logan, Ohio
    Bagian dalam Bivalvia dari Formasi Logan, Ohio
  • Fosil dari Road Canyon Formation (Texas).
    Fosil dari Road Canyon Formation (Texas).
  • Fosil dari zaman Jurassic ditemukan di Israel
    Fosil dari zaman Jurassic ditemukan di Israel
  • Lubang berbentuk bintang (Catellocaula vallata) pada bagian atas Bryozoa Ordovisium merupakan bagian organisme yang lembut yang telindungi oleh biomurasi di dalam tengkorak bryozoan.
    Lubang berbentuk bintang (Catellocaula vallata) pada bagian atas Bryozoa Ordovisium merupakan bagian organisme yang lembut yang telindungi oleh biomurasi di dalam tengkorak bryozoan.[3]
  • Stromatolit Proterozoikum  dari Bolivia, Amerika Selatan
  • Fosil dinosaurus ditemukan di Saskatchewan.
    Fosil dinosaurus ditemukan di Saskatchewan.
  • Microfossil berukuran sekitar 1 mm
    Microfossil berukuran sekitar 1 mm
  • Leptofoenus pittfieldae terperangkap dalam Dominican amber, dari 20 sampai 16 juta tahun yang lalu
    Leptofoenus pittfieldae terperangkap dalam Dominican amber, dari 20 sampai 16 juta tahun yang lalu
  • Petrified wood. Struktur bagian dalam sebuah pohon terawetkan dalam proses permineralisasi
    Petrified wood. Struktur bagian dalam sebuah pohon terawetkan dalam proses permineralisasi
  • Contoh pseudofossil:
    Contoh pseudofossil:
  • Ichthyosaurus dan Plesiosaurus dari 1834
  • Trilobit
  • fosil sebuah ikan bertulang pemangsa besar Xiphactinus yang hidup selama periode Kapur Akhir ditemukan di dekat danau Colhue Huapial Sekitar 1.400 kilometer selatan ibukota Buenos Aires, Argentina.
    fosil sebuah ikan bertulang pemangsa besar Xiphactinus yang hidup selama periode Kapur Akhir ditemukan di dekat danau Colhue Huapial Sekitar 1.400 kilometer selatan ibukota Buenos Aires, Argentina.
  • Fosil Bivalvia Tricadna gigas, Museum Geologi Bandung
    Fosil Bivalvia Tricadna gigas, Museum Geologi Bandung
  • Fosil kayu Terminalioxylon sp., Museum Geologi Bandung
    Fosil kayu Terminalioxylon sp., Museum Geologi Bandung
  • Fosil keong Pachydiscus sp., Museum Geologi Bandung
    Fosil keong Pachydiscus sp., Museum Geologi Bandung
  • Fosil tengkorak beberapa spesies Homo, Museum Geologi Bandung
    Fosil tengkorak beberapa spesies Homo, Museum Geologi Bandung
  • Fosil tanduk rusa, Museum Geologi Bandung
    Fosil tanduk rusa, Museum Geologi Bandung
  • Fosil dinosaurus, Museum Geologi Bandung
    Fosil dinosaurus, Museum Geologi Bandung
  • Fosil daun, Museum Geologi Bandung
    Fosil daun, Museum Geologi Bandung
  • Fosil kayu Dipterocarpoxylon, Museum Geologi Bandung
    Fosil kayu Dipterocarpoxylon, Museum Geologi Bandung
  • Fosil kerbau Bubalus palaeokerabau, Museum Geologi Bandung
    Fosil kerbau Bubalus palaeokerabau, Museum Geologi Bandung
  • Fosil kayu Anisopteroxylon sp., Museum Geologi Bandung
    Fosil kayu Anisopteroxylon sp., Museum Geologi Bandung

Lihat pula

Referensi

  1. "Fosil Purba Ubah Persepsi tentang Ukuran Awal Dinosaurus". Medical.ac.id.
  2. Palmer, Douglas. Buku saku:Fosil;alih bahasa,Yulin Lestari. Jakarta:Erlangga,2002.
  3. Palmer, T. J., and Wilson, MA (1988) Parasitism of Ordovician bryozoans and the origin of pseudoborings. Palaeontology 31, 939–949


Ikon rintisan

Artikel bertopik geologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan