Senin, 21 September 2026
06:18 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Xiphactinus

Xiphactinus

genus ikan

60px-Ambox_current_red.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini memerlukan pemutakhiran informasi. Harap perbarui artikel dengan menambahkan informasi terbaru yang tersedia.
Xiphactinus
Rentang waktu: AlbianMaastrichtian
100.5–66 jtyl
250px-Xiphactinus_AMNH.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kerangka terpasang X. audax di American Museum of Natural History
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Ichthyodectiformes
Famili: Ichthyodectidae
Subfamili: Ichthyodectinae
Genus: Xiphactinus
Leidy, 1870
Spesies tipe
Xiphactinus audax
Leidy, 1870
Spesies lain
  • X. vetus (Leidy, 1856)
Sinonim
Daftar sinonim[1][2]
  • Sinonim dari X. audax
      • Megalodon sauroides Agassiz, 1835
      • Megalodon? lewesiensis Mantell, 1836
      • Hypsodon Agassiz, 1837
      • Hypsodon lewesiensis Agassiz, 1843
      • Saurocephalus audax Cope, 1870
      • Saurocephalus thaumas Cope, 1870
      • Portheus molossus Cope, 1871
      • Portheus thaumas Cope, 1871
      • Portheus lestrio Cope, 1873
      • Portheus mudgei Cope, 1874
      • Portheus mantelli Newton, 1877
      • Portheus daviesi Newton, 1877
      • Xiphactinus gaultinus Newton, 1877
      • Xiphactinus mantelli Newton, 1877
      • Portheus lowii Stewart, 1898
      • Xiphactinus molossus Stewart, 1898
      • Xiphactinus thaumas Stewart, 1898
      • Xiphactinus brachygnathus Stewart, 1899
      • Xiphactinus lowii Stewart, 1900
      • Hypsodon(?) granulosus Cockerell, 1919
      • Hypsodon(?) radiatulus Cockerell, 1919
    Sinonim dari X. vetus
      • Polygonodon vetus Leidy, 1856
      • Polygonodon rectus Emmons, 1858
      • Mossasaurus rectus Emmons, 1858[a]
      • Portheus angulatus Cope, 1872
      • Xiphactinus angulatus Schwimmer et al., 1992
Artikel takson sembarang
330px-Xiphactinus_audax_fossil.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Fosil Xiphactinus
330px-XiphactinusDB.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi Xiphactinus

Xiphactinus (dari bahasa Latin dan Yunani untuk "sirip pedang") adalah genus ikan bertulang pemangsa besar berukuran (51 meter (167,3 ft)[3]) yang sudah punah dan hidup selama periode Kapur Akhir (Albium sampai Maastrichtium).[4] Saat masih hidup, ikan ini kemungkinan berbentuk seperti tarpon bertaring raksasa (meskipun mirip, tetapi, tidak berkerabat).[5] Spesies Portheus molossus yang dideskripsikan oleh Cope[5] adalah sinonim junior dari X. audax. Sisa-sisa kerangka Xiphactinus datang dari Carlile Shale dan Greenhorn Limestone di Kansas (dimana fosil Xiphactinus pertama ditemukan selama tahun 1850an di Niobrara Chalk),[6][7] dan formasi kapur di seluruh Pantai Timur (paling terkenal berada di Georgia, Alabama, Carolina Utara, dan New Jersey) di Amerika Serikat,[6] dan juga Eropa, Australia,[8] Formasi Kanguk dan Ashville di Kanada,[6] La Luna Formation di Venezuela, dan Salamanca Formation di Argentina.[6][9][10]

Deskripsi

Fosilnya pertama kali ditemukan pada 1850 an di wilayah Kansas, yang merupakan lingkungan laut dangkal yang disebut dengan Lautan Dalam Barat (Western Interior Seaway) yang memisahkan Amerika Utara menjadi dua benua bernama Laramidia (barat) dan Appalachia (timur).Setelah itu, berpuluh-puluh fosil Xiphactinus ditemukan di berbagai wilayah yang berbeda, seperti Alabama dan Georgia (negara bagian) (AS), Spanyol, Australia, Kanada, hingga Venezuela di Amerika Selatan. Ada dua spesies yang diketahui. Yang paling terkenal adalah X. audax yang kebanyakan fosilnya ditemukan di Amerika Utara. Spesies kedua adalah X. vetus yang diketahui dari sebuah tengkorak yang ditemukan di wilayah Sachov di Ceko, Eropa pada tahun 2002. Dengan tampang layaknya ikan tarpon raksasa bertaring, Xiphactinus merupakan seekor predator laut yang ganas. Puluhan spesimen fosil Xiphactinus ditemukan dalam keadaan sedang memangsa hewan lain. Seperti pada spesimen yang ditemukan oleh George F. Sternberg yang berupa fosil seekor Xiphactinus sepanjang 4 meter yang ditemukan beserta sejenis ikan ichthyodectidae lain (Gllicus) yang berukuran 1,8 meter di dalam perutnya. Fosil Xiphactinus juga pernah ditemukan di dekat Danau Colhue Huapial, Argentina, pada tahun 2020.[11] Penemuan itu kemudian dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Alcheringa: An Australasian Journal of Palaeontology. Ikan itu berenang di laut Patagonian pada akhir Zaman Kapur (Cretaceous), ketika suhu di sana jauh lebih beriklim daripada sekarang. Fosil karnivora yang memiliki gigi tajam dan penampilan menyeramkan itu ditemukan di dekat danau Colhue Huapial, sekitar 1.400 kilometer selatan ibu kota Buenos Aires. Fosil itu adalah Xiphactinus, salah satu ikan predator terbesar yang ada dalam sejarah Bumi. "Tubuhnya sangat ramping dan berakhir dengan kepala besar, rahang besar dan gigi setajam jarum, panjangnya (giginya) beberapa sentimeter," tutur para peneliti.

Walaupun begitu, banyak juga spesimen fosil Xiphactinus yang ditemukan dalam keadaan sedang dimangsa predator laut lain seperti hiu raksasa atau mosasauria.

Ekologi

Salah satu habitat utama Xiphactinus terletak di wilayah Lautan Dalam Barat, di mana tempat tersebut juga merupakan rumah bagi beragam jenis penghuni laut raksasa kala itu. Sebut saja plesiosauria berleher panjang (Elasmosaurus) dan berleher pendek (Dolichorhynchops), kadal laut raksasa (Mosasaurus, Tylosaurus, Globidens, Prognathodon), penyu laut (Archelon, Protostega), hiu ginsu (Cretoxyrhina), hiu gagak (Squalicorax), serta beberapa jenis ikan ichthyodectidae lain (Gillicus, Ichthyodectes). Ada juga beberapa jenis ammonit, kerang raksasa (Inoceramus), dan sejenis burung air purba (Hesperornis). Langitnya dikuasai oleh Pterosauria raksasa (Pteranodon, Nyctosaurus) dan burung penerbang awal (Ichthyornis).

Xiphactinus beserta seluruh jenis ikan ichthyodectidae lain mengalami kepunahan pada akhir Periode Kapur (65 juta tahun lalu), yang juga memusnahkan sebagian besar reptilia laut (plesiosauria, mosasauria, penyu protostegidae), serta seluruh jenis dinosaurus dan pterosauria. Kepunahan massal ini merupakan salah satu kepunahan massal terbesar yang pernah terjadi dan paling terkenal (75% spesies makhluk hidup di Bumi mengalami kepunahan). Banyak yang setuju bahwa kejadian ini diakibatkan oleh sebuah hantaman meteor raksasa dari luar angkasa.

Referensi

  1. Bardack, D. (1965). "Anatomy and evolution of chirocentrid fishes". The University of Kansas Paleontological Contributions. 10: 1–88. hdl:1808/3814.
  2. Shimada, Kenshu, and Michael J. Everhart. "Shark-bitten Xiphactinus audax (Teleostei: Ichthyodectiformes) from the Niobrara Chalk (Upper Cretaceous) of Kansas." The Mosasaur 7 (2004): 35-39.
  3. Sepkoski, Jack (2002). "A compendium of fossil marine animal genera". Bulletins of American Paleontology. 364: 560. Diarsipkan dari asli tanggal Juli 23, 2011. Diakses tanggal 2009-02-27.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 "Xiphactinus audax Leidy"[rujukan terbitan sendiri?]
  5. 1 2 3 4
  6. Haines, Tim; Chambers, Paul (2005). The complete guide to prehistoric life (Edisi First). Buffalo, N.Y.: Firefly Books. hlm. 134. ISBN 978-1-55407-181-4. The first Xiphactinus fossil was found during the 1850s in Kansas.
  7. Vavrek, Matthew J.; Murray, Alison M.; Bell, Phil R. (2016-02-04). "Xiphactinus audax Leidy 1870 from the Puskwaskau Formation (Santonian to Campanian) of northwestern Alberta, Canada and the distribution of Xiphactinus in North America". Vertebrate Anatomy Morphology Palaeontology. 1: 89. doi:10.18435/B5H596.
  8. De Pasqua, Julieta J.; Agnolin, Federico L.; Bogan, Sergio (2020). "First record of the ichthyodectiform fish Xiphactinus (Teleostei) from Patagonia, Argentina". Alcheringa: An Australasian Journal of Palaeontology. 44 (2): 327–331. doi:10.1080/03115518.2019.1702221. S2CID 216170146.
  9. Carrillo-Briceño, J., Alvarado-Ortega, J. & Torres, C. (2012). Primer registro de Xiphactinus Leidy, 1870, (Teleostei: Ichthyodectiformes) en el Cretácico Superior de América del Sur (Formación La Luna, Venezuela). Revista Brasileira de Paleontologia 15(3):327-335
  10. Antara (7 Juli 2020). Wuragil, Zacharias (ed.). "Fosil Ikan Karnivora Sepanjang 6 Meter Ditemukan di Argentina". Tempo.co. Diakses tanggal 30 Juli 2021.

Pranala luar

  1. sic
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan