Senin, 28 September 2026
22:01 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Turonium

Turonium

zaman kedua pada masa akhir Kretaseous

Turonium adalah tahap kedua dari kala Kapur Akhir, yang dimulai pada 93.9 juta tahun lalu, hingga 89.8 juta tahun lalu. Subkala ini ditentukan dengan kronostratigrafi, dan sudah memiliki GSSP (Global Boundary Stratotype Sections and Points).[1] Dimulainya subkala ini ditandai dengan peristiwa anoksik perbatasan Senomanium-Turonium, yang di mana lautan mengalami penurunan kadar oksigen selama hampir 500 ribu tahun, yang membawa akhir untuk genus Pliosaurus, kebanyakan spesies Ichthyosaurus, serta 27% spesies invertebrata laut,[2] dengan foraminifera planktonik terkena dampak yang paling besar seiring meluasnya zona rendah oksigen.[3]

250px-Turonian_Jerusalem_Stone_031612.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Batu kapur litografis dari Formasi Gerofit (Turonian) di utara Makhtesh Ramon , Israel selatan; varietas batu Yerusalem ( meleke ).

Referensi

  1. ↑ "Geologic TimeScale Foundation - Stratigraphic Information". timescalefoundation.org. Diakses tanggal 2021-09-02.
  2. ↑ "Submarine eruption bled Earth's oceans of oxygen". New Scientist. 16 Juli 2008. Diakses tanggal 2018-05-09.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)(perlu berlangganan)
  3. ↑ Erbacher, Jochen; Thurow, Jürgen; Littke, Ralf (1 Juni 1996). "Evolution patterns of radiolaria and organic matter variations: A new approach to identify sea-level changes in mid-Cretaceous pelagic environments". Geology. 24 (6): 499–502. Bibcode:1996Geo....24..499E. doi:10.1130/0091-7613(1996)024<0499:EPORAO>2.3.CO;2. Diakses tanggal 2 Juli 2023.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik geokronologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan