Minggu, 18 Oktober 2026
14:23 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Paleotempestologi

Bagikan:

Paleotempestologi adalah studi tentang aktivitas siklon tropis di masa lalu melalui proksi geologi maupun catatan dokumenter sejarah. Istilah ini dicetuskan oleh meteorolog Amerika, Kerry Emanuel.

Pendekatan yang biasa digunakan dalam paleotempestologi adalah identifikasi endapan yang ditinggalkan oleh badai. Paling umum adalah endapan limpasan (overwash) di badan air dekat pantai; cara lain termasuk variasi rasio isotop oksigen akibat hujan siklon tropis yang tersimpan di pohon atau speleotem (endapan gua), serta identifikasi punggungan pantai yang terbentuk oleh gelombang badai. Dari endapan-endapan ini, frekuensi kejadian siklon tropis dapat diperkirakan, dan kadang juga intensitasnya – biasanya peristiwa yang lebih kuat lebih mudah dikenali – dengan membandingkannya dengan endapan yang ditinggalkan oleh peristiwa sejarah.

Penelitian paleotempestologi menunjukkan bahwa di Pantai Teluk Meksiko dan Australia, frekuensi siklon tropis yang intens terjadi sekali setiap beberapa abad, dan terdapat variasi jangka panjang dalam frekuensi ini yang disebabkan, misalnya, oleh pergeseran jalur siklon. Masalah umum dalam paleotempestologi termasuk faktor pengacau seperti endapan yang dihasilkan tsunami, serta fakta bahwa hanya sebagian wilayah dunia yang telah diteliti.

Definisi

Paleotempestologi adalah perkiraan aktivitas siklon tropis dengan bantuan data proksi. Istilah ini dicetuskan oleh Kerry Emanuel dari Massachusetts Institute of Technology; bidang ini mengalami peningkatan aktivitas sejak tahun 1990-an, dan studi pertama kali dilakukan di Amerika Serikat, khususnya di Pantai Timur.[1]

Kesadaran bahwa tidak dapat hanya mengandalkan catatan sejarah untuk menafsirkan aktivitas badai di masa lalu menjadi faktor pendorong utama perkembangan paleotempestologi.[2] Catatan sejarah di banyak tempat terlalu singkat (paling lama satu abad) untuk secara tepat menentukan bahaya yang ditimbulkan oleh siklon tropis, terutama untuk yang sangat intens, yang kadang kurang terwakili dalam catatan sejarah.[3] Misalnya, di Amerika Serikat, hanya tersedia sekitar 150 tahun catatan, dan hanya sedikit badai kategori 4 atau 5 – yang paling merusak menurut skala Saffir-Simpson – yang mendarat, sehingga sulit untuk memperkirakan tingkat bahaya. Catatan seperti ini juga mungkin tidak mewakili pola cuaca masa depan.[4]

Informasi tentang kejadian siklon tropis di masa lalu dapat digunakan untuk membatasi perkiraan bagaimana kejadian tersebut dapat berubah di masa depan, atau untuk mengetahui bagaimana siklon merespons mode iklim skala besar, seperti perubahan suhu permukaan laut, maupun untuk memeriksa akurasi model iklim. Secara umum, asal-usul dan perilaku sistem siklon tropis masih kurang dipahami, dan terdapat kekhawatiran bahwa pemanasan global akibat manusia akan meningkatkan intensitas siklon tropis serta frekuensi peristiwa kuat, karena peningkatan suhu permukaan laut.[4]

Referensi

  1. ↑ Fan, DaiDu; Liu, Kam-biu (2008-10). "Perspectives on the linkage between typhoon activity and global warming from recent research advances in paleotempestology". Science Bulletin (dalam bahasa Inggris). 53 (19): 2907–2922. doi:10.1007/s11434-008-0341-2. ISSN 2095-9273.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  2. ↑ Goslin, Jérôme; Clemmensen, Lars B. (2017-10). "Proxy records of Holocene storm events in coastal barrier systems: Storm-wave induced markers". Quaternary Science Reviews (dalam bahasa Inggris). 174: 80–119. doi:10.1016/j.quascirev.2017.08.026.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  3. ↑ Frappier, Amy; Knutson, Thomas; Liu, Kam-Biu; Emanuel, Kerry (2007-01-01). "Perspective: coordinating paleoclimate research on tropical cyclones with hurricane-climate theory and modelling". Tellus A: Dynamic Meteorology and Oceanography. 59 (4): 529. doi:10.1111/j.1600-0870.2007.00250.x. ISSN 1600-0870.
  4. 1 2 Wallace, Davin J.; Woodruff, Jonathan D.; Anderson, John B.; Donnelly, Jeffrey P. (2014-01). "Palaeohurricane reconstructions from sedimentary archives along the Gulf of Mexico, Caribbean Sea and western North Atlantic Ocean margins". Geological Society, London, Special Publications (dalam bahasa Inggris). 388 (1): 481–501. doi:10.1144/SP388.12. ISSN 0305-8719.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan