Senin, 21 September 2026
03:52 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Tafonomi

Tafonomi

Bagian dari seri
Paleontologi
250px-Tyrannosaurus_Rex_Holotype.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Tafonomi adalah studi yang membahas perihal proses membusuk dan terfosilisasinya suatu organisme, atau bagaimana suatu organisme bisa terawetkan dalam catatan paleontologis. Istilah tafonomi (dari bahasa Yunani táphos, τάφος 'penguburan' dan nomos, νόμος 'hukum') diperkenalkan pada paleontologi pada 1940[1] oleh ilmuwan Ivan Efremov untuk mendeskripsikan sebuah studi mengenai transisi dari suatu sisa, potongan atau produk dari suatu organisme dari biosfer ke Litosfer.[2][3]

Istilah tafomorf digunakan untuk mendeskripsikan struktur fosil yang mewakili sisa-sisa gabungan dari berbagai kelompok takson yang tidak terawetkan dengan baik dan/atau rusak.

Deskripsi

Fenomena tafonomik tergolong menjadi dua fase: biostratinomi, yang merujuk kepada kejadian yang berlangsung di antara waktu kematian organisme dan waktu penguburannya; dan diagenesis, yaitu peristiwa yang terjadi setelah penguburan.[4] Sejak definisi Efremov, tafonomi sudah meulas sehingga mencakup proses fosilisasi material organik dan inorganik dengan pengaruh alam dan kultural. Sekarang, tafonomi secara luas didefinisikan sebagai studi mengenai apa yang terjadi ketika suatu objek ketika meniggalkan biosfer (dalam konteks lain, mati), memasuki litosfer (dalam konteks penguburan).[5]

Tafonomi merupakan konsep yang multidisipliner dan digunakan dengan konteks yang sedikit berbeda, tergantung dengan bidang studi. Bidang-bidang yang menggunakan konsep tafonomi antara lain adalah:

Ada lima tahapan utama pada tafonomi: disartikulasi, pembubaran (dispersal), akumulasi, fosilisasi dan perubahan mekanik.[6] Tahapan pertama, disartikulasi, terjadi saat suatu organisme membusuk, pada saat rangka dari organisme tersebut sudah tidak terikat oleh tendon dan daging. Pembubaran merujuk kepada terpihasanya potongan-potongan bangkai suatu organisme karena proses alamiah (i.e. banjir, hewan pemakan bangkai, dan lain sebagainya). Akumulasi terjadi saat adanya penumpukan material organik maupun inorganik pada suatu lokasi. Fosilisasi terjadi saat air tanah kaya mineral meresap pada suatu material organik dan mengisi ruang kosong di/disekitar bangkai untuk membentuk fosil. Terakhir, perubahan mekanik adalah suatu proses yang secara fisik mengubah sisa-sisa (i.e. freeze-thaw, kompaksi, perpindahan tempat atau penguburan).[7] Perlu ditambahkan bahwa "tahapan" ini tidak terjadi secara berurutan, tetapi terjadi secaa bersamaan. Sebagai contoh, perubahan kimiawi terjadi pada semua tahap karena adanya bakteri. "Perubahan-perubahan" tersebut dimulai saat suatu organisme mati: saat enzim penghancur dilepaskan, yang akan menghancurkan jaringan dan tulang.[8][9]

Referensi

  1. Lyman, R. Lee (2010-01-01). "What Taphonomy Is, What it Isn't, and Why Taphonomists Should Care about the Difference" (PDF). Journal of Taphonomy. 8 (1): 1–16. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2021-07-02. Diakses tanggal 2021-04-20.
  2. Efremov, I. A. (1940). "Taphonomy: a new branch of paleontology". Pan-American Geology. 74: 81–93. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-04-03.
  3. Martin, Ronald E. (1999) "1.1 The foundations of taphonomy" Taphonomy: A Process Approach Cambridge University Press, Cambridge, England, p. 1, ISBN0-521-59833-8
  4. Lyman, R. Lee (2010-01-01). "What Taphonomy Is, What it Isn't, and Why Taphonomists Should Care about the Difference" (PDF). Journal of Taphonomy. 8 (1): 1–16. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2021-07-02. Diakses tanggal 2021-04-20.
  5. Stahl, Peter W. (2014), "Vertebrate Taphonomy in Archaeological Research", dalam Smith, Claire (ed.), Encyclopedia of Global Archaeology (dalam bahasa Inggris), New York, NY: Springer New York, hlm. 7617–7623, doi:10.1007/978-1-4419-0465-2_2134, ISBN 978-1-4419-0426-3, diakses tanggal 2023-05-12
  6. "TAPHONOMY". personal.colby.edu. Diakses tanggal 2017-05-03.
  7. "Taphonomy & Preservation". paleo.cortland.edu. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-05-17. Diakses tanggal 2017-05-03.
  8. Brugal J.P. Coordinateur (2017-07-01). TaphonomieS. GDR 3591, CNRS INEE. Paris: Archives contemporaines. ISBN 978-2813002419. OCLC 1012395802.
  9. Dauphin Y. (2014). in: Manuel de taphonomie. Denys C., Patou-Mathis M. coordinatrices. Arles: Errance. ISBN 9782877725774. OCLC 892625160.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan