Kamis, 24 September 2026
18:39 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum
Takson

Takson

kelompok dari satu atau lebih organisme, yang dianggap ahli taksonomi menjadi suatu unit

330px-Elephants_in_Kenya.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gajah afrika membentuk genus Loxodonta.

Dalam biologi, takson (back-formation dari taksonomi; jamak:: taxa) adalah sebuah kelompok yang mencakup satu atau lebih populasi suatu atau beberapa organisme yang tampak oleh taksonom untuk membentuk sebuah unit. Takson biasanya diketahui dengan suatu nama tertentu dan diberi peringkat tertentu, terkhususnya bila atau sudah diakui dan telah mapan, meski tidak diwajibkan untuk memiliki keduanya. Namun, sangat lumrah bagi taksonom untuk tetap berdebat mengenai apa yang masuk kedalam sebua takson dan kriteria-kriteria yang digunakan untuk pemasukan, terkhususnya dalam konteks nomenklatur berbasis-peringkat "Linnaean" (hal ini lebih tidak sering terjadi dalam tata nama filogenetika).[1] Bila sebuah takson diberi sebuah nama ilmiah yang formal, penggunaannya kemudian ditentukan oleh salah satu hukum-hukum tata nama yang menrinci nama ilmiah mana yang cocok untuk suatu pengelompokan.

Percobaan-percobaan awal dalam mengklasifikasi dan mengurutkan organisme (tumbuhan dan hewan) barangkali ditetapkan pada masa prasejarah, oleh para pemburu-pengumpul, seperti yang disarankan oleh taksonomi-taksonomi tradisional yang cukup rumit. Jauh setelah itu, Aristoteles, dan belakangan lagi, ilmuwan-ilmuwan Eropa, seperti Magnol,[2] Tournefort,[3] dan sistem-sistem Carl Linnaeus dalam Systema Naturae edisi ke-10 (1758),[4] beserta sebuah karya yang tidak diterbitkan oleh Bernard de Jussieu dan Antoine Laurent de Jussieu, turut berkontribusi ke dalam bidang ini. Ide mengenai sebuah sistem klasifikasi biologi berbasis unit pertama kali dibuat tersedia secara luas pada 1805 setelah terbitnya karya Jean-Baptiste Lamarck, Flore françoise, dan Principes élémentaires de botanique oleh Augustin Pyramus de Candolle. Lamarck membentuk sebuah sistem untuk "klasifikasi alami" tumbuhan. Sejak saat itu, ahli sistematika terus membangung klasifikasi-klasifikasi akurat yang mencakup keanekaragaman kehidupan; saat ini, sebuah takson yang "baik" atau "berguna" umumnya merujuk kepada takson-takson yang mewakili hubungan evolusioner.[note 1]

Banyak ahli sistematika modern, seperti pendukung tata nama filogenetika, menggunakan metode-metode kladistika yang mewajibkan takson-taksonnya untuk berupa monofiletik (semua anggotanya keturunan dari satu leluhur bersama). Oleh karena itu, satuan dasar mereka, klad, setara dengan taksonnya, bila mengasumsikan bahwa takson-takson harus mewakili kekerabatan evolusioner. Serupa dengan hal ini, di antara taksonom-taksonom kontemporses yang bergelut dengan tata nama Linnaeus (binomial) tradisional, beberapa mengusulkan takson-takson yang mereka tahu merupakan takson parafiletik.[5] Contoh sebuah takson yang sudah mapan sejak lama yang bukan sebuah klad adalah kelas Reptilia, reptil; burung dan mamalia adalah keturunan hewan yang secara tradisional diklasifikasikan sebagai reptil, tetapi tidak dari keduanya dimasukkan kedalam Reptilia (burung ditempatkan di kelas Aves, mamalia di kelas Mamalia).[6]

Istilah takson pertama kali digunakan pada tahun 1926 oleh Adolf Meyer Abich untuk kelompok-kelompok hewan, sebagai pembentuk dari kata taxonomy (taksonomi). Kata taksonomi sudah diciptakan seabad sebelumnya dari istilah Yunani yaitu taxis (taksis), yang artinya susunan dan nomos yang berarti metode. Untuk tumbuhan, istilah ini dikemukakan oleh Herman Johannes Lam di tahun 1948 dan diadopsi ke Kongres Internasional Botani VII yang diadakan tahun 1950.

Referensi

  1. Cantino, Philip D.; de Queiroz, Kevin (2000). International Code of Phylogenetic Nomenclature (PhyloCode): A Phylogenetic Code of Biological Nomenclature (dalam bahasa Inggris). Boca Raton, Fl: CRC Press. hlm. xl + 149. ISBN 0429821352.
  2. Magnol, Petrus (1689). Prodromus historiae generalis plantarum in quo familiae plantarum per tabulas disponuntur (dalam bahasa Latin). Montpellier: Pech. hlm. 79.
  3. Tournefort, Joseph Pitton de (1694). Elemens de botanique, ou Methode pour connoître les plantes. I. [Texte.] / . Par Mr Pitton Tournefort... [T. I-III] (dalam bahasa Inggris). Paris: L’Imprimerie Royale. hlm. 562.
  4. Quammen, David (Juni 2007). "A Passion for Order". National Geographic Magazine. Diarsipkan dari asli tanggal Agustus 27, 2008. Diakses tanggal 27 April 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. de Queiroz, K & J Gauthier (1990). "Phylogeny as a Central Principle in Taxonomy: Phylogenetic Definitions of Taxon Names" (PDF). Systematic Zoology. 39 (4): 307–322. doi:10.2307/2992353. JSTOR 2992353.
  6. Romer, A. S. (1970) [1949]. The Vertebrate Body (Edisi 4th). W.B. Saunders.
  1. This is not considered as mandatory, however, as indicated by terms for non-monophyletic groupings ("invertebrates", "conifers", "fish", etc).
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan