Sabtu, 03 Oktober 2026
11:20 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Renaisans dinosaurus

Renaisans dinosaurus

Bagikan:
250px-Bob_Bakker_lecture.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Robert Bakker mengajar di Museum Sejarah Alam Houston

Renaisans dinosaurus[1] adalah sebuah revolusi ilmiah skala kecil yang dimulai pada akhir 1960-an, dan mengarah ke minat akademik dan populer terbarukan terhadap dinosaurus. Periode ini dipicu oleh penemuan dan penelitian baru yang menunjukkan bahwa dinosaurus dapat merupakan hewan yang aktif dan berdarah panas, bukan lamban dan berdarah dingin seperti gambaran, pandangan dan deskripsi umum pada setengah pertama abad ke-20.

Pandagan baru dinosaurus dipimpin oleh John Ostrom, yang berargumen bahwa burung berevolusi dari dinosaurus coelurosauria,[2] dan terkhususnya Robert Bakker yang berargumentasi bahwa dinosaurus adalah hewan berdarah panas denga cara yang mirip dengan burung dan mamalia modern.[3] Bakker umum menggabarkan idenya sebagai sebuah renaisans dari yang populer dari akhir abad ke-19, merujuk kepada periode di antara Perang Dinosaurus dan renaisans dinosaurus sebagai "periode terhambat dinosaurus".[3]

Masa ini mengarah ke pergeseran yang signifikan pada pemikiran dari hampir seluruh aspek dari biologi dinosaurus, termasuk fisiologi, evolusi, perilaku, ekologi, dan kepunahannya. Hal ini juga mengarah ke gambaran baru dinosaurus pada budaya populer.

Referensi

  1. ↑ The term has entered into common usage after an article of the same name by paleontologist Robert T. Bakker in Scientific American, in April 1975. Examples can be found here Diarsipkan 2007-09-27 di Wayback Machine. and here.
  2. ↑ Ostrom, J. (1974). "Archaeopteryx and the Origin of Flight". The Quarterly Review of Biology. 49 (1): 27–47. doi:10.1086/407902. JSTOR 2821658. S2CID 85396846.
  3. 1 2 Bakker, R.T. (1986). The Dinosaur Heresies. New York: William Morrow. ISBN 0-8217-5608-7. OCLC 36439291.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan