Sabtu, 07 November 2026
06:10 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Plankton

Plankton

makhluk hidup air yang tak bisa berenang

Bagikan:
250px-Plankton.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Fotomontag organisme plankton

Plankton adalah salah satu organisme hanyut apapun yang hidup dalam zona pelagik (bagian atas) samudra, laut, dan badan air tawar.[1] Plankton berasal dari bahasa Yunani yaitu planktos yang berarti pengembara atau penghanyut. Istilah ini diterapkan pertama kali oleh Victor Hansen Direktur Ekspedisi Jerman pada tahun 1887 yang terkenal dengan sebutan Plankton Expedition yang dibuat untuk menentukan sistematika organisme laut. Setelah ekspedisi ini selesai disempurnakan kembali oleh Haeckel pada tahum 1990.[2]

Secara luas plankton dianggap sebagai salah satu organisme terpenting di dunia, karena menjadi bekal makanan untuk kehidupan akuatik. Bagi kebanyakan makhluk laut, plankton adalah makanan utama mereka. Plankton terdiri dari sisa-sisa hewan dan tumbuhan laut. Ukurannya kecil saja. Walaupun termasuk sejenis benda hidup, plankton tidak mempunyai kekuatan untuk melawan arus, air pasang atau angin yang menghanyutkannya. Plankton hidup di pesisir pantai di mana ia mendapat bekal garam mineral dan cahaya matahari yang mencukupi. Ini penting untuk memungkinkannya terus hidup. Mengingat plankton menjadi makanan ikan, tidak mengherankan bila ikan banyak terdapat di pesisir pantai. Itulah sebabnya kegiatan menangkap ikan aktif dijalankan di kawasan itu. Selain sisa-sisa hewan, plankton juga tercipta dari tumbuhan. Jika dilihat menggunakan mikroskop, unsur tumbuhan alga dapat dilihat pada plankton. Beberapa makhluk laut yang memakan plankton adalah seperti batu karang, kerang, dan ikan paus.[1]

Umumnya ukuran plankton sangat kecil dan dapat diukur dengan besaran mikrometer sampai dengan milimeter. Namun, ada juga yang berukuran besar seperti ubur-ubur yang ukurannya bisa mencapai dua meter, tapi untuk sebaran jenis ini di laut sangat sedikit. Ubur-ubur terbesar di dunia adalah Scyanea Actica yang memiliki diameter payung dua meter dan panjang umbai-umbai tentakelnya sampai dengan 20 meter. Ukuran kecil pada plakton sangat menguntungkan untuk adaptasi kehidupan mengapung di air. Dengan ukuran yang kecil daya apungnya akan lebh tinggi dan juga proses faali (fisiologi) antara individu sel dengan lingkungannya dapat terjadi dengan lebih efisien.[3]

Jenis

  • Fitoplankton adalah jenis plankton yang sering disebut mikroalga mirip dengan tanaman terestrial karena memiliki klorofil dan membutuhkan sinar matahari untuk hidup dan berkembang. Fitoplakton dapat digunakan sebagai indikator kontaminasi dan kualitas air. Hal itu dapat terjadi karena fitoplankton akan terhambat populasi dan proses fotosintesisnya karena pencemaran air tempat tinggalnya.[4] Fitoplankton bersifat seperti tumbuhan, seperti diatoaeme.[5]
  • Zooplankton adalah jenis plankton mikroskopis yang hidup pada tubuh air dan mengandalkan arus air sebagai transportasinya. Zooplankton adalah makanan penting untuk ikan dan dapat mengevaluasi pencemaran air tempat mereka tinggal.[4] Zooplankton bersifat seperti hewan, seperti radiolaria dan foraminifera.[5]

Kelimpahan

Plankton merupakan salah satu jenis makhluk hidup yang melimpah keberadaannya di laut dan samudra. Dalam setiap 1 m3 wilayah laut terdapat miliaran plankton yang menjadi penghuninya.[6]

Manfaat

Lihat pula

Rujukan

  1. 1 2 Mulyono, Mugi; Firdaus, Rian; Alka, Cut MN; Hamdani (12 Februari 2018). Sumberdaya Hayati Laut Indonesia: Sebuah Pengantar Sumber Daya Hayati Laut Indonesia. Jakarta: STP Press. hlm. 5. ISBN 978-602-9156-42-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Husma, Amrah (28 Februari 2017). Biologi Pakan Alami. Makassar: CV. Social Politic Genius (SIGn). hlm. 37. ISBN 978-602-61042-6-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Nontji, Anugerah (2008). Plankton laut. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. hlm. 5. ISBN 978-979-799-085-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. 1 2 Husamah; Rahardjanto, Abdulkadir (13 Februari 2019). Bioindikator: Teori dan Aplikasi dalam Biomonitoring. UMMPress. hlm. 59. ISBN 978-979-796-383-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. 1 2 Hartono. Geografi: Jelajah Bumi dan Alam Semesta. Bandung: PT Grafindo Media Pratama. hlm. 12. ISBN 978-979-9281-61-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ Ahmad, Yusuf Al-Hajj (April 2018). Pramudya, Firman (ed.). Mukjizat Ilmiah di Lautan dan Dunia Binatang [Al-I'jaz al-Ilmi fi al-Bihar wa al-Hayawan]. Diterjemahkan oleh Miranda, Putri Aria. Solo: Aqwam. hlm. 29. ISBN 978-979-039-364-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Purnama, Rayhand. "Plankton yang Punya Peran Penting untuk Bumi". www.cnnindonesia.com. Diakses tanggal 2020-11-07.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Plankton.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan