Minggu, 27 September 2026
14:06 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Sianobakteri

Sianobakteri

Sianobakteri
Rentang waktu: 3500–0 Ma
250px-201208_Cyanobacteria.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tolypothrix sp.
Klasifikasi ilmiah
Domain:
Kerajaan:
Filum:
Cyanobacteria

Stanier, 1973
Ordo

Taksonomi saat ini masih dalam revisi[1][2]

  • Bentuk Uniseluler

Chroococcales (subordo-Chamaesiphonales dan Pleurocapsales)

  • Filamentous (dalam bentuk kolonial)

Nostocales (= Hormogonales atau Oscillatoriales)

  • True-branching (pemula selama beberapa sumbu)

Stigonematales

Sinonim
  • Myxophyceae Wallroth, 1833
  • Phycochromaceae Rabenhorst, 1865
  • Cyanophyceae Sachs, 1874
  • Schizophyceae Cohn, 1879
  • Cyanophyta Steinecke, 1931
  • Oxyphotobacteria Gibbons & Murray, 1978
Artikel takson sembarang

Cyanobacteria /saɪˌænoʊbækˈtɪəriə/, juga dikenal sebagai Cyanophyta, sering disebut dalam bahasa Indonesia sebagai sianobakteria atau sianobakteria adalah sebuah filum bakteri yang mendapatkan kebutuhan energinya melalui fotosintesis.[3] Nama "cyanobacteria" berasal dari warna yang dimiliki bakteri ini (bahasa Yunani: [κυανός (kyanós)] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan) = biru). Mereka sering disebut alga biru-hijau (tetapi beberapa mengklaim bahwa penamaan itu salah, sianobakteria adalah organisme prokariotik sedangkan alga seharusnya eukariotik,[4] meskipun definisi lain mengenai alga juga mencakup organisme prokariotik).[5]

Dengan memproduksi gas oksigen sebagai hasil sampingan fotosintesis, sianobakteria diperkirakan telah mengubah atmosfer tipis pada awal pembentukan Bumi menjadi atmosfer yang teroksidasi, mengakibatkan "perkaratan besar-besaran di Bumi"[6] dan Peristiwa Oksigenasi Besar secara dramatis telah mengubah komposisi bentuk kehidupan di Bumi dengan menstimulasi biodiversitas dan menjadikan organisme anaerobik mendekati kepunahannya. Menurut teori endosimbiotik, kloroplas yang ditemukan pada tumbuhan dan alga eukariotik adalah evolusi dari leluhur sianobakteria melalui endosimbiosis.

Sianobakteria dapat dikatakan sebagai mikroorganisme tersukses di Bumi. Bakteri ini secara genetik memiliki banyak variasi; mereka juga dapat hidup di berbagai macam habitat di seluruh penjuru bumi, tersebar di air tawar, air laut, dan ekosistem darat, mereka juga ditemukan di relung terekstrem seperti sumber air panas, pabrik garam, dan teluk air tawar.

Ekologi

250px-2010_Filamentous_Cyanobacteria_Bloom_near_Fiji.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Blooming sianobakteria di perairan dekat Fiji

Sianobakteria dapat ditemukan di hampir semua habitat terestrial dan akuatik-laut, air tawar, tanah lembap, batu yang untuk sementara terkena air di gurun-gurun, batu cadas dan tanah di pegunungan, dan bahkan pada bebatuan di Antartika. Mereka dapat muncul sebagai sel-sel planktonik atau membentuk biofilm fototropis (koloni). Mereka juga dapat ditemukan di kebanyakan ekosistem endolitik.[7] Beberapa di antaranya merupakan organisme endosimbion pada liken, tanaman, bermacam-macam protista, ataupun spons laut dan berperan menyediakan energi untuk inangnya. Ada juga yang hidup di bulu kungkang untuk menyediakan suatu bentuk kamuflase.[8]

Sianobakteria akuatik terkenal dengan blooming-nya yang luas dan dapat terlihat jelas, dapat terbentuk baik di air tawar ataupun lingkungan perairan laut. Blooming ini dapat berwarna biru-hijau atau kuning-kecoklatan. Blooming ini biasanya mengandung racun, dan sering kali menyebabkan perairan tempat rekreasi ditutup. Bakteriofag laut adalah parasit utama sianobakteria uniseluler yang hidup di laut.[9]

Klasifikasi

Sianobakteria secara tradisional diklasifikasikan menjadi lima kelompok, berdasar struktur tubuhnya yaitu: Chroococcales, Pleurocapsales, Oscillatoriales, Nostocales, dan Stigonematales. Pengelompokan ini sekarang dipandang tidak tepat dan proses revisi tengah dilakukan dengan bantuan teknik-teknik biologi molekular.

Penyematan (fiksasi) nitrogen dan karbon

Sianobakteri adalah satu-satunya kelompok organisme yang mampu mereduksi nitrogen dan karbon dalam kondisi disertai oksigen (aerob) maupun tanpa oksigen (anaerob). Mereka melakukannya dengan mengoksidasi belerang (sulfur) sebagai pengganti oksigen. Penyematan nitrogen dilakukan dalam bentuk heterokista, sementara penyematan karbon dilakukan dalam bentuk sel fotosintetik yang menggunakan pigmen klorofil (seperti tumbuhan hijau) maupun fikosianin (khas kelompok bakteri ini).

Peran biologi

Beberapa spesies sianobakteria memproduksi racun saraf (neutrotoksin), hati (hepatotoksin), dan sel (sitotoksin). Mereka juga membentuk endotoksin yang berbahaya bagi hewan dan manusia.

Beberapa jenis sianobakteria yang menghuni perairan melepaskan geosmin, yaitu senyawa organik yang bertanggung jawab atas aroma tanah/lumpur.

Anabaena bersimbiosis pada akar sikas atau jaringan paku air Azolla dan membantu penyediaan nitrogen bagi inangnya.

Referensi

  1. ↑ "Cyanophyceae". Cyanophyceae. Access Science. Diakses tanggal 21 April 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Ahoren Oren (2004). "A proposal for further integration of the cyanobacteria under the Bacteriological Code". Int. J. Syst. Evol. Microbiol. 54 (Pt 5): 1895–1902. doi:10.1099/ijs.0.03008-0. PMID 15388760.
  3. ↑ "Life History and Ecology of Cyanobacteria". University of California Museum of Paleontology. Diakses tanggal 17 Juli 2012.{{cite web}}: |first= tidak memiliki |last=
  4. ↑ Allaby, M ed. (1992). "Algae". The Concise Dictionary of Botany. Oxford: Oxford University Press.{{cite encyclopedia}}: |first= memiliki nama generik
  5. ↑ Lee, R. E. (2008). Phycology. Cambridge University Press.
  6. ↑ Schopf, J. W. (2012) "The fossil record of cyanobacteria", pp. 15–36 in Brian A. Whitton (Eds.) Ecology of Cyanobacteria II: Their Diversity in Space and Time. ISBN 9789400738553.
  7. ↑ de los Ríos, A; Grube, M; Sancho, LG; Ascaso, C (Februari 2007). "Ultrastructural and genetic characteristics of endolithic cyanobacterial biofilms colonizing Antarctic granite rocks". FEMS Microbiology Ecology. 59 (2): 386–95. doi:10.1111/j.1574-6941.2006.00256.x. PMID 17328119.
  8. ↑ Vaughan, Terry (2011). Mammalogy. Jones and Barlett. hlm. 21. ISBN 9780763762995.
  9. ↑ Schultz, Nora (30 August 2009) "Photosynthetic viruses keep world's oxygen levels up". New Scientist.

Bacaan lanjutan

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Cyanobacteriota.
Tentang plankton
250px-Diatoms_through_the_microscope.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Berdasarkan ukuran
Bacterioplankton
Fitoplankton
Ordo Diatom
Flagellata
Zooplankton
Ordo Copepod
Topik terkait
Filum/divisi kehidupan yang masih ada menurut domain
Bacteria
Archaea
Eukaryota
Protista
Fungi
Plantae
Animalia
Incertae sedis
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan