Minggu, 08 November 2026
00:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Zooid

Zooid

Bagikan:
250px-Pyrosoma_atlanticum.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pyrosoma atlanticum, sebuah tunicata, adalah sebuah koloni zooid.

Zooid adalah satu hewan yang merupakan bagian dari suatu hewan koloni. Gaya hidup ini sudah digunakan dari berbagai jenis hewan dari takson-takson berbeda dan tidak berkerabat. Zooid merupakan organisme multisel, dengan struktur yang mirip dengan hewan soliter lainnya. Zooid-zooid tersebut dapat terhubung melalui jaringan (seperti pada koral, Catenulida, Siphonophorae, Pyrosoma dan Ectoprocta) atau memiliki eksoskeleton bersama (seperti pada Bryozoa dan Pterobranchia).[1] Organisme koloni secara keseluruhan disebut sebagai zoon /ˈzoʊ.ɒn/, jamaknya adalah zoa. (dari kata bahasa Yunani Kuno ζῷον/ζῷα, berarti "hewan")

Zooid dapat memiliki ciri polimorfis. Sebagai contoh, bryozoa hidup dapat memiliki zooid-zooid berbeda yang masing-masing beradaptasi untuk suatu fungsi berbeda, seperti mencari makan, menjangkarkan koloni ke substratum, dan sebagai embrio.[2] Namun, bryozoa fosil adalah satu-satunya organisme koloni yang zooidnya terbentuk pada saat hidup.[3]

Terdapat hubungan antara ukuran beberapa zooid dengan suhu.[4] Variasi pada ukuran zooid pada fosil-fosil koloni dapat digunakan sebaga indikator suhu dan musiman laut pada masa prasejarah.[5][6]

Istilah zooid juga pernah digunakan untuk merujuk suatu sel organik atau sebuah tubuh yang terorganisir yang memiliki pergerakan independen pada suatu organisme hidup, seperti gamet motil seperti spermatozoon (dalam alga, sekarang dikenal sebagai zoid), atau suatu organisme independen mirip hewan yang dihasilkan secara aseksual seperti oleh tunas atau fisi.

Referensi

  1. ↑ Thorp, James H.; Wood, Timothy S. (2019). "Chapter 13 - Phylum Ectoprocta". Thorp and Covich's Freshwater Invertebrates: Volume 4: Keys to Palaearctic Fauna (dalam bahasa English) (Edisi 4th). hlm. 519–529. ISBN 978-0-12-385024-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  2. ↑ Fish, J. D. (1989). "Bryozoa". A Student's Guide to the Seashore. hlm. 356–366. ISBN 978-94-011-5888-6.
  3. ↑ Prothero, Donald R. (2013). Bringing fossils to life : an introduction to paleobiology (Edisi Third). New York: Columbia University Press. hlm. 339–340. ISBN 978-0-231-53690-5. OCLC 863683957.
  4. ↑ Amui-Vedel, Ann-Margret; Hayward, Peter J.; Porter, Joanne S. (21 Desember 2007). "Zooid size and growth rate of the bryozoan Cryptosula pallasiana Moll in relation to temperature, in culture and in its natural environment". Journal of Experimental Marine Biology and Ecology. 353 (1): 1–12. doi:10.1016/j.jembe.2007.02.020.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Okamura, Beth; O'Deaa, Aaron (Oktober 2000). "Intracolony variation in zooid size in cheilostome bryozoans as a new technique for investigating palaeoseasonality". Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology. 162 (3–4): 319–332. Bibcode:2000PPP...162..319O. doi:10.1016/S0031-0182(00)00136-X.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Okamura, Beth; Bishop, John D. D. (Agustus 1988). "Zooid size in cheilostome bryozoans as an indicator of relative palaeotemperature". Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology. 66 (3–4): 145–152. Bibcode:1988PPP....66..145O. doi:10.1016/0031-0182(88)90197-6.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan