Rabu, 14 Oktober 2026
01:47 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Lumut tanduk

Lumut tanduk

Bagikan:
Lumut tanduk (Hornwort)
Rentang waktu: 90–0 jtyl Kapur Akhir, Turonium (tetapi lihat teks) hingga kini
250px-Phaeoceros_laevis.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Phaeoceros laevis (L.) Prosk.
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Embryophyta
Divisi: Anthocerotophyta
Stotler & Stotl.-Crand., 1977[1]
Kelas & Ordo
Leiosporocerotopsida
Anthocerotopsida

see Classification.

Sinonim

Anthocerotae

Artikel takson sembarang

Lumut tanduk atau disebut juga Anthocerotophyta adalah anggota tumbuhan tidak berpembuluh dan tumbuhan berspora yang termasuk dalam superdivisi tumbuhan lumut atau Bryophyta.[2] Tumbuhan ini biasa hidup melekat di atas tanah dengan perantara rizoidnya. Lumut tanduk mempunyai talus yang sederhana dan hanya memiliki satu kloroplas pada tiap selnya. Pada bagian bawah talus terdapat stoma dengan dua sel penutup.[3] Lumut tanduk sering dijumpai hidup di tepi danau, sungai atau di sepanjang selokan.[4]

Anthoserofita tidak berbeda jauh dengan lumut hati. Perbedaan lumut tanduk dengan lumut hati adalah sporofitnya yang membentuk kapsul memanjang dengan hamparan gametofit seperti karpet yang lebar. Lumut tanduk berdasarkan asam nukleatnya memiliki kekerabatan hubungan yang dekat dengan tumbuhan berpembuluh (trakeofita/tumbuhan vaskuler).[5][6]

Pergiliran Keturunan

Lumut tanduk juga mengalami pergiliran keturunan (metagenesis) [4] ketika fase sporofit dan fase gametofit terjadi secara bergiliran. Susunan sporogonium lumut tanduk lebih rumit jika dibandingkan dengan lumut hati lainnya. Gametofitnya mempunyai cakram dan tepi bertoreh. Sepanjang poros bujurnya terdapat sederetan sel mandul yang disebut kolumela. Kulomela dilindungi oleh arkespora penghasil spora. Dalam askespora, selain spora, juga dihasilkan sel mandul yang disebut elatera. Tidak seperti lumut hati lainnya, masaknya kapsul spora pada sporogonium lumut tanduk tidak bersamaan, tetapi berurutan dari bagian atas sampai pada bagian bawah.[3]

Contoh

Referensi

  1. ↑ Stotler, Raymond E.; Barbara J. Candall-Stotler (1977). "A checklist of the liverworts and hornworts of North America". The Bryologist. 80 (3). American Bryological and Lichenological Society: 405–428. doi:10.2307/3242017. JSTOR 3242017.
  2. ↑ Parker, Sybil, P (1984). McGraw-Hill Dictionary of Biology. McGraw-Hill Company.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. 1 2 3 4 5 Ardianrisqi Kelas Anthoceropsida. Diarsipkan 2010-04-21 di Wayback Machine Lumut daun. Diakses 23 Februari 2011
  4. 1 2 Buku sekolah elektronik Moch Anshori, Djoko Martono (2009). Biologi 1 : Untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)-Madrasah Aliyah (MA) Kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. ISBN 978-979-068-129-3 ( no.jil.lengkap) / ISBN 978-979-068-130-9.{{cite book}}: Periksa nilai |authorlink=; Tautan eksternal dalam |authorlink=
  5. ↑ Campbell et al. (2004)
  6. ↑ Wendyismy.name Klasifikasi tumbuhan keanekaragaman tumbuhan. Diarsipkan 2011-01-04 di Wayback Machine Biologi.Diakses 23 Februari 2011
Rhodophyta
Glaucocystophyceae
Viridiplantae/
Plantae
sensu stricto
Chlorophyta/
Alga hijau (I)
Streptophyta
Charophyta/
Alga hijau (II)
Embryophyta/
Plantae
sensu strictissimo
Bryophyta
(tumbuhan darat
tidak berpembuluh
)
Marchantiophyta · Anthocerotophyta · Musci (Bryophyta sensu stricto) · Horneophytopsida
Tracheophyta
Lycophyta
Euphyllophyta
Filum/divisi kehidupan yang masih ada menurut domain
Bacteria
Archaea
Eukaryota
Protista
Fungi
Plantae
Animalia
Incertae sedis
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan