Kamis, 24 September 2026
08:19 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Pergiliran keturunan

Pergiliran keturunan

500px-Alternation_of_generations_simpler.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Diagram pergiliran keturunan antara sporofit dan gametofit.

Pergiliran keturunan atau metagenesis adalah daur hidup yang dialami oleh organisme,baik tumbuhan maupun hewan yang untuk setiap fase/tahapnya melibatkan individu dengan kandungan genetik berbeda: biasanya tahap haploid (n) dan tahap diploid (2n). Istilah ini umumnya dipakai pada konteks organisme yang termasuk Archaeplastida (tumbuhan hijau, alga merah, dan Glaucophyta.)

Meiosis merupakan bagian penting pergiliran keturunan karena memungkinkan sporofit, individu multiseluler pembentuk spora, menghasilkan spora yang haploid. Spora selanjutnya tumbuh dan berkembang menjadi gametofit, individu multiseluler dan haploid baru yang bertugas membentuk gamet atau sel kelamin (seksual). Gamet yang berbeda tipe (biasa disebut betina dan jantan) akan melebur dalam pembuahan, yang pada gilirannya akan tumbuh dan berkembang menjadi sporofit.

Pergiliran keturunan (metagenesis) dibedakan dari metamorfosis berdasarkan kandungan genetiknya ini: metamorfosis hanya melibatkan perubahan bentuk yang disebabkan perubahan pada ekspresi gen-gen, semetara individunya sendiri tidak berubah identitas genetiknya. Metagenesis melibatkan dua individu yang berbeda karena identitas genetiknya tidak sama antara individu pada satu fase dengan fase yang lain.[1]

Tumbuhan darat

Tumbuhan lumut, paku-pakuan, dan tumbuhan berbiji mengalami pergiliran keturunan yang secara umum terbagi menjadi dua tahap: tahap/fase sporofit dan gametofit. Sporofit menghasilkan spora, sedangkan gametofit membentuk sel-sel kelamin (gamet) dan melangsungkan reproduksi seksual.

Tumbuhan lumut yang biasa dikenal adalah fase gametofit. Gametofitnya akan menjadi penyokong kehidupan sporofitnya.

Pada tumbuhan paku, gametofit tumbuh seperti lumut dan menyokong kehidupan awal sporofitnya, sebelum gametofit akhirnya mati dan sporofit tumbuh menjadi bentuk yang biasa dikenal orang.

Tumbuhan berbiji tidak memiliki gametofit yang hidup bebas karena kehidupannya tergantung dari struktur reproduktif yang dihasilkan sporofit (strobilus atau bunga). Tumbuhan berbiji yang kita kenal adalah sporofit, lalu menghasilkan spora pada organ reproduksi. Spora akan tumbuh menjadi gametofit (serbuk sari serta kantung embrio) yang kehidupannya sepenuhnya dibantu oleh sporofit. Pembuahan pada tumbuhan berbiji berlangsung pada tempat yang jelas, sehingga tumbuhan berbiji (Spermatophyta) juga disebut sebagai "Phanerogamae" (perkawinannya terlihat).

Rujukan


Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan