Selasa, 29 September 2026
22:48 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Glaucophyta

Glaucophyta

Bagikan:
Glaucophyta
250px-Glaucocystis_sp.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Glaucocystis sp.
Klasifikasi ilmiah
Domain:
(tanpa takson):
Filum:
Glaucophyta

Skuja, 1954
Genera yang mungkin
Artikel takson sembarang

Glaucophyta, juga dikenal sebagai glaucocystophyta atau glaucocystida, adalah kelompok kecil alga air tawar mikroskopis.[1] Bersama alga merah dan Viridiplantae (alga hijau dan tumbuhan darat) mereka membentuk Archaeplastida. Akan tetapi, hubungan antara alga merah, alga hijau dan glaucophyta tidak jelas,[2] terutama karena kurangnya studi terhadap glaucophyta.

Glaucophyta menarik perhatian para biolog yang mempelajari perkembangan kloroplas, karena mereka mungkin sama dengan tipe alga mula-mula yang berkembang menjadi tumbuhan hijau dan alga merah (meski tidak semua studi menemukan hal ini).[1][3]

Ciri-ciri

Kloroplas glaucophyta disebut cyanella. Tidak seperti plastida eukariotik lain mereka mempunyai lapisan peptidoglikan yang dipercaya sebagai sisa-sisa asal-usul endosimbiotik plastida dari cyanobacteria.[1] Glaucophyta memiliki pigmen fotosintetik klorofil a.[1] Bersama dengan alga merah[1] dan cyanobacteria mereka mengumpulkan cahaya lewat fikobilisom, struktur yang sebagian besar terdiri atas fikobiliprotein. Alga hijau dan tumbuhan darat telah kehilangan pigmen itu.

Glaucophyta mempunyai mitokondria yang kristanya memipih, dan mengalami mitosis tanpa sentriol. Bentuk-bentuk yang motil (dapat bergerak aktif) mempunyai dua flagel yang ukurannya tidak sama, yang mungkin punya bulu-bulu halus dan tertambat oleh sistem banyak lapisan dari mikrotubulus, yang keduanya serupa dengan yang ditemukan pada beberapa alga hijau.

Genera

Tiga genera utama adalah:

  • Glaucocystis non-motil, meski ia mempertahankan flagela vestigial yang sangat pendek, dan berdinding selulosa.
  • Cyanophora motil dan tidak berdinding sel.
  • Gloeochaete mempunyai tahap motil dan non-motil, dengan dinding sel yang tampaknya tidak terdiri dari selulosa.

Hanya ada 13 spesies glaucophyta yang diketahui, di mana tak satupun terdapat umum di alam.[1]

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 Patrick J. Keeling (2004). "Diversity and evolutionary history of plastids and their hosts". American Journal of Botany. 91: 1481–1493. doi:10.3732/ajb.91.10.1481. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-02-27. Diakses tanggal 2009-04-05.
  2. ↑ Jeffrey D. Palmer, Douglas E. Soltis and Mark W. Chase (2004). "The plant tree of life: an overview and some points of view". American Journal of Botany. 91: 1437–1445. doi:10.3732/ajb.91.10.1437. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-10-09. Diakses tanggal 2009-04-05.
  3. ↑ Kim, E; Graham, Le (Juli 2008). "EEF2 analysis challenges the monophyly of Archaeplastida and Chromalveolata" (Free full text). PLoS ONE. 3 (7): e2621. doi:10.1371/journal.pone.0002621. PMC 2440802. PMID 18612431. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2014-11-04. Diakses tanggal 2009-04-05.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)

Pranala luar

Klasifikasi Eukariota
Amorphea
Amoebozoa
   Obazoa   
Opisthokonta
Holomycota
   Holozoa   
Filozoa
Choanozoa
Diaphoretickes
Haptista
    TSAR    
     SAR     
Rhizaria
Alveolata
Myzozoa
Stramenopila
Bigyra
Gyrista
     CAM     
Pan-Cryptista
Cryptista
Archaeplastida
Viridiplantae
(tumbuhan sensu lato)
Streptophyta
Excavates*
Discoba
Discicristata
Metamonada
Malawimonada
Incertae sedis
Hemimastigophora
Ancyromonadida
CRuMs
Rhodophyta
Glaucocystophyceae
Viridiplantae/
Plantae
sensu stricto
Chlorophyta/
Alga hijau (I)
Streptophyta
Charophyta/
Alga hijau (II)
Embryophyta/
Plantae
sensu strictissimo
Bryophyta
(tumbuhan darat
tidak berpembuluh
)
Marchantiophyta · Anthocerotophyta · Musci (Bryophyta sensu stricto) · Horneophytopsida
Tracheophyta
Lycophyta
Euphyllophyta
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan