Minggu, 08 November 2026
08:29 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Acritarcha

Acritarcha

Bagikan:
Acritarcha
Doushantou_Embryo_Yinetal2007.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Kemungkinan embrio Ediakara yang terkandung dalam sebuah Acritarcha dari Formasi Doushantuo
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Domain: Eukaryota
Kerajaan: incertae sedis
(tanpa takson): †Acritarcha
Evitt 1963
Sinonim
  • Hystrichospheres p.p.
Artikel takson sembarang

Acritarcha adalah mikrofosil awal, sisa-sisa, mungkin, sel eukariota. Ini adalah dinding sel berlapis tunggal yang bersifat tahan banting, atau mungkin penutup yang dikeluarkan oleh dinding sel, yang kita lihat pada batuan awal era Proterozoikum. Struktur-struktur ini bersifat organik dalam komposisi kimianya, bukan kalsium karbonat. Sifat persisnya tidak diketahui, tapi mereka terlihat seperti tahap terakhir dari dinoflagellata modern (organisme 'pasang merah').

"Mikrofosil ini mewakili tahap terakhir dalam siklus reproduksi ganggang eukariota".[1]p258

Acritarcha muncul dalam jumlah yang banyak pada serpih yang kaya organik dan lapisan batu lanau yang berumur 1,4 hingga 1,6 miliar tahun.[2]p57 Acritarcha memiliki berbagai macam bentuk, sehingga tidak jelas apakah mereka monofiletik atau tidak. Sekitar 1 miliar tahun yang lalu, mereka mulai meningkat dalam hal kelimpahan, keragaman, dan terutama ukuran dan jumlah duri. Populasi mereka berkurang selama periode Kriogenium 860 juta tahun yang lalu (pada masa Bumi Bola Salju). Mereka berkembang biak pada letusan Kambrium dan mencapai keragaman tertinggi pada masa Paleozoikum. Mereka bertahan setidaknya sampai periode Ordovisium.[1]p256

Peningkatan jumlah duri mungkin disebabkan oleh kebutuhan untuk bertahan dari pemangsa yang cukup besar untuk menelan atau mencabik-cabik mereka. Kelompok organisme kecil lainnya dari era Neoproterozoikum juga menunjukkan tanda-tanda pertahanan anti-pemangsa.[3][4]

Penemuan terbaru

Penemuan baru-baru ini telah memperluas pengetahuan kita tentang Acritarcha. Acritarcha berukuran besar (50μm) telah ditemukan di batuan berbasis silika dari eon Arkaikum di Afrika Selatan. Batuan ini berasal dari 3.200 juta tahun yang lalu, yang menjadikannya kehidupan tertua kedua yang ditemukan sebagai fosil.[5][6] Yang paling awal adalah sianobakteri yang ditemukan di stromatolit.

Pentingnya hal ini adalah bahwa Acritarcha adalah eukariota. Ini berarti bahwa eukariota telah hadir setidaknya 1,5 miliar tahun lebih awal dari yang diperkirakan.

Genera terpilih

Terdapat lebih dari 900 genera yang telah terdeskripsi; berikut adalah sebuah daftar sebagian, dari Fossilid.info.[7]

Referensi

  1. 1 2 Levin, Harold. 2006. The Earth through time. Wiley, Hoboken N.J.
  2. ↑ Clarkson E.N.K. 1998. Invertbrate palaeontology and evolution. Blackwell, Oxford.
  3. ↑ Bengtson S. (2002), "Origins and early evolution of predation", dalam Kowalewski M. and Kelley P.H. (ed.), The fossil record of predation. The Paleontological Society Papers 8 (Free full text), The Paleontological Society, hlm. 289–317
  4. ↑ Stanley S.M. 2008. Predation defeats competition on the seafloor. Paleobiology 34: 1–0. doi:10.1666/07026.1.
  5. ↑ Buick R. 2010. Early life: ancient acritarchs. Nature 463: 885–886. doi:10.1038/463885a. PMID 20164911.
  6. ↑ Javaux E. Marshall C.; Bekker A. 2010. Organic-walled microfossils in 3.2-billion-year-old shallow-marine siliciclastic deposits. Nature 463: 934–938. doi:10.1038/nature08793. PMID 20139963.
  7. ↑ "Actipillion".
  8. ↑ Miao, Lanyun; Moczydłowska, Małgorzata; Zhu, Shixing; Zhu, Maoyan (2019). "New record of organic-walled, morphologically distinct microfossils from the late Paleoproterozoic Changcheng Group in the Yanshan Range, North China". PreKambrium Research. 321: 172–198. Bibcode:2019PreR..321..172M. doi:10.1016/j.precamres.2018.11.019.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan