Minggu, 20 September 2026
21:13 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Embryophyta

Embryophyta

subkerajaan tumbuhan

Tumbuhan darat
Rentang waktu: Ordovisium Tengah - saat ini[1][2] (Spora dari sub-kala Dapingium (awal Ordovisium Tengah))
250px-Plants.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Streptophyta
Klad: Embryophyta
Divisi

Pengelompokan tradisional:

Sinonim
Artikel takson sembarang

Embryophyta merupakan suatu klad tumbuhan yang dikenal pula sebagai Plantae sensu strictissimo atau tumbuhan darat. Kelompok ini mencakup sebagian besar fotoautotrof yang membentuk vegetasi di daratan kering maupun lahan basah Bumi. Embryophyta memiliki leluhur bersama dengan alga hijau, dan berevolusi dalam klad Phragmoplastophyta, suatu kelompok alga hijau charophyta air tawar, sebagai takson saudara dari Charophyceae, Coleochaetophyceae, dan Zygnematophyceae.[10]

Embryophyta mencakup bryophyta dan polysporangiophyta.[11] Embryophyta yang masih hidup hingga kini meliputi lumut tanduk, lumut hati, lumut daun, likofit, paku-pakuan, gimnospermae, dan angiospermae (tumbuhan berbunga). Embryophyta memiliki siklus hidup diplobiontik.[12]

Embryophyta secara umum disebut "tumbuhan darat" karena sebagian besar anggotanya beradaptasi untuk hidup di lingkungan terestrial (meskipun beberapa di antaranya kemudian berevolusi kembali untuk menempati habitat semiakuatik atau akuatik), sedangkan kerabat terdekatnya, yakni alga hijau, terutama hidup di perairan. Embryophyta merupakan organisme eukariotik multiseluler dengan organ reproduksi yang terspesialisasi. Nama Embryophyta berasal dari ciri khasnya yang inovatif, yaitu kemampuannya memelihara embrio muda sporofit pada tahap awal perkembangan multiselulernya di dalam jaringan gametofit induk.

Hampir seluruh embryophyta memperoleh energi biologis melalui fotosintesis, dengan memanfaatkan klorofil a dan b untuk menangkap energi cahaya matahari, yang kemudian digunakan dalam fiksasi karbon dari karbon dioksida dan air guna menyintesis karbohidrat, sambil melepaskan oksigen sebagai produk sampingan. Ilmu yang mempelajari tumbuhan darat dikenal dengan nama fitologi.

Referensi

  1. Gray, J.; Chaloner, W.G. & Westoll, T.S. (1985), "The Microfossil Record of Early Land Plants: Advances in Understanding of Early Terrestrialization, 1970-1984 [and Discussion]", Philosophical Transactions of the Royal Society B: Biological Sciences, 309 (1138): 167–195, Bibcode:1985RSPTB.309..167G, doi:10.1098/rstb.1985.0077
  2. Rubinstein, C.V.; Gerrienne, P.; De La Puente, G.S.; Astini, R.A. & Steemans, P. (2010), "Early Middle Ordovician evidence for land plants in Argentina (eastern Gondwana)", New Phytologist, 188 (2): 365–9, doi:10.1111/j.1469-8137.2010.03433.x, PMID 20731783
  3. Barkley, Fred A. Keys to the phyla of organisms. Missoula, Montana. 1939.
  4. Rothmaler, Werner. Über das natürliche System der Organismen. Biologisches Zentralblatt. 67: 242-250. 1948.
  5. Barkley, Fred A. "Un esbozo de clasificación de los organismos." Revista de la Facultad Nacional de Agronomia, Universidad de Antioquia, Medellín. 10: 83-103, .
  6. Takhtajan, A. (1964). The taxa of the higher plants above the rank of order. Taxon 13(5): 160-164, Diarsipkan 2020-05-16 di Wayback Machine..
  7. Cronquist, A., Takhtajan, A. & Zimmermann, W. (1966). On the Higher Taxa of Embryobionta. Taxon, Vol. 15, No. 4 (Apr., 1966), pp. 129-134, Diarsipkan 2020-05-17 di Wayback Machine..
  8. Whittaker, R. H. (1969). "New concepts of kingdoms or organisms" (PDF). Science. 163 (3863): 150–160. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2017-11-17. Diakses tanggal 2015-08-16.
  9. Margulis, L (1971). "Whittaker's five kingdoms of organisms: minor revisions suggested by considerations of the origin of mitosis". Evolution. 25: 242–245.
  10. Delwiche, Charles F.; Timme, Ruth E. (2011-06-07). "Plants". Current Biology. 21 (11): R417–R422. Bibcode:2011CBio...21.R417D. doi:10.1016/j.cub.2011.04.021. ISSN 0960-9822. PMID 21640897. S2CID 235312105.
  11. Puttick, Mark N.; Morris, Jennifer L.; Williams, Tom A.; Cox, Cymon J.; Edwards, Dianne; Kenrick, Paul; Pressel, Silvia; Wellman, Charles H.; Schneider, Harald (2018). "The Interrelationships of Land Plants and the Nature of the Ancestral Embryophyte". Current Biology. 28 (5): 733–745.e2. Bibcode:2018CBio...28E.733P. doi:10.1016/j.cub.2018.01.063. hdl:1983/ad32d4da-6cb3-4ed6-add2-2415f81b46da. PMID 29456145.
  12. Gerrienne, Philippe; Gonez, Paul (Januari 2011). "Early evolution of life cycles in embryophytes: A focus on the fossil evidence of gametophyte/sporophyte size and morphological complexity". Journal of Systematics and Evolution. 49 (1): 1–16. doi:10.1111/j.1759-6831.2010.00096.x. hdl:2268/101745. S2CID 29795245.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bibliografi

  • Raven, P.H.; Evert, R.F. & Eichhorn, S.E. (2005), Biology of Plants (Edisi 7th), New York: W.H. Freeman, ISBN 978-0-7167-1007-3
  • Stewart, W.N. & Rothwell, G.W. (1993), Paleobotany and the Evolution of Plants (Edisi 2nd), Cambridge: Cambridge University Press, ISBN 978-0-521-38294-6
  • Taylor, T.N.; Taylor, E.L. & Krings, M. (2009), Paleobotany, The Biology and Evolution of Fossil Plants (Edisi 2nd), Amsterdam; Boston: Academic Press, ISBN 978-0-12-373972-8
Wikispecies mempunyai informasi mengenai Embryophyta.
Rhodophyta
Glaucocystophyceae
Viridiplantae/
Plantae
sensu stricto
Chlorophyta/
Alga hijau (I)
Streptophyta
Charophyta/
Alga hijau (II)
Embryophyta/
Plantae
sensu strictissimo
Bryophyta
(tumbuhan darat
tidak berpembuluh
)
Marchantiophyta · Anthocerotophyta · Musci (Bryophyta sensu stricto) · Horneophytopsida
Tracheophyta
Lycophyta
Euphyllophyta
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan