Senin, 21 September 2026
03:29 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Organisme multiseluler

organisme yang terdiri atas dua sel atau lebih

Multiselular atau Multiseluler adalah suatu istilah biologi untuk organisme yang mempunyai banyak sel yang isinya cukup kontras dengan organisme uniselular yang pada umumnya hanya mempunyai satu sel. Organisme jenis ini biasanya dapat dilihat dengan mata telanjang (kecuali untuk beberapa organisme yang lebih spesifik). Contoh dari organisme multiselular adalah hewan dan tumbuhan.[1] [2]

Sejarah evolusi

Kita tahu, dari struktur sel mereka, bahwa multiseluleritas telah berevolusi secara independen berkali-kali dalam sejarah Bumi, misalnya pada tumbuhan dan hewan.[3] Bentuk kehidupan paling awal dalam catatan fosil adalah sianobakteri dari era Arkaikum pada 3,5 miliar tahun yang lalu. Mereka tumbuh sebagai sel tunggal tetapi hidup berkoloni sebagai stromatolit.

Fosil multiseluler pertama telah ditemukan dalam batuan Paleoproterozoikum berusia 2,1 miliar tahun dari Gabon di Afrika.[4][5] Ini adalah sel eukariotik yang hidup berkoloni. Fosil-fosil tersebut dapat dilihat dengan mata telanjang, dan karenanya jauh lebih besar daripada bakteri. Para penulis berpendapat bahwa salah satu keuntungan dari multiseluleritas adalah ukurannya yang lebih besar, dan bahwa tingkat oksigen yang memadai diperlukan untuk mendukung kehidupan semacam ini.

Konsekuensi dari multiseluleritas

Untuk bereproduksi, organisme multiseluler harus memecahkan masalah regenerasi seluruh organisme dari sel germinal (yaitu sel sperma dan sel telur), sebuah masalah yang dipelajari dalam biologi perkembangan.

Organisme multiseluler, terutama hewan yang berumur panjang, juga menghadapi tantangan kanker, yang terjadi ketika sel gagal mengatur pertumbuhannya dalam program perkembangan normal.

Keunggulan

Multiseluleritas memungkinkan suatu organisme untuk melampaui batas ukuran yang biasanya diberlakukan oleh difusi: sel tunggal dengan ukuran yang meningkat memiliki rasio permukaan-ke-volume yang menurun dan mengalami kesulitan untuk menyerap nutrisi yang cukup dan mengangkutnya ke seluruh sel. Oleh karena itu, organisme multiseluler memiliki keunggulan kompetitif dari peningkatan ukuran tanpa batasan. Mereka dapat memiliki masa hidup yang lebih lama karena mereka dapat terus hidup ketika sel-sel individu mati. Multiseluleritas juga memungkinkan peningkatan kompleksitas dengan memungkinkan diferensiasi jenis sel dalam satu organisme.

Namun, apakah semua ini dapat dilihat sebagai keuntungan masih bisa diperdebatkan: Sebagian besar organisme hidup bersel tunggal, dan bahkan dalam hal biomassa, organisme bersel tunggal jauh lebih sukses daripada hewan, meskipun tidak dengan tumbuhan.[6] Alih-alih melihat ciri-ciri seperti umur yang lebih panjang dan ukuran yang lebih besar sebagai sebuah keuntungan, banyak ahli biologi yang melihat hal tersebut hanya sebagai contoh keanekaragaman, dengan konsekuensi yang menyertainya.

Referensi

  1. (Indonesia) Makluk Hidup mana yang termasuk kedalam Organisme Multiseluler dan Organisme Uniseluler
  2. (Indonesia) Susunan dan Jumlah Sel
  3. Bonner J.T. 1998. The origins of multicellularity. Integr. Biol. 1, 27–36
  4. Donoghue P.C.J. and Antcliffe J.B. 2010. Origins of multicellularity. Nature 466, p41.
  5. El Ababi A. et al 2010. Large colonial organisms with coordinated growth in oxygenated environments 2.1 Gyr ago. Nature 466, 100–104.
  6. Bar-On, Yinon M.; Phillips, Rob; Milo, Ron (2018-06-19). "The biomass distribution on Earth". PNAS. 115 (25): 6506–6511. Bibcode:2018PNAS..115.6506B. doi:10.1073/pnas.1711842115. PMC 6016768. PMID 29784790.

Lihat juga

Topik dasar tentang biologi evolusioner
Proses-proses dari evolusi
Mekanisme genetika populasi
Konsep biologi perkembangan evolusioner (Evo-devo)
Evolusi struktur sosial
dan proses psikologis
Evolusi organ
dan proses biologis
Evolusi Taksa
Mode-mode spesiasi
Sejarah pemikiran evolusioner
Subbidang lain


Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan