Rabu, 23 September 2026
08:13 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Archaeplastida

Archaeplastida

Archaeplastida
330px-Sprague_River_%28Klamath_County%2C_Oregon_scenic_images%29_%28klaDA0073%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pohon konifer, rumput, alga, dan semak di dalam dan sekitar Sungai Sprague, Oregon
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Domain: Eukaryota
Klad: Diaphoretickes
Klad: CAM
Klad: Archaeplastida
Adl et al. 2005[1]
Subgrup
Sinonim
  • Plantae Cavalier-Smith 1981[5]
  • Primoplastobiota Reviers 2002[butuh rujukan]
  • Primoplantae Palmer et al. 2004[6]
Artikel takson sembarang

Archaeplastida (atau Plantae sensu lato - dalam arti luas) adalah kelompok utama eukariota, yang terdiri dari alga merah (Rhodophyta), Viridiplantae (ganggang hijau dan tumbuhan darat), bersama-sama dengan sekelompok kecil alga uniseluler air tawar yang disebut Glaucophyta.[7] Kloroplas dari semua organisme ini dikelilingi oleh dua membran, menunjukkan mereka berkembang langsung dari cyanobacteria endosimbiotik. Dalam semua kelompok lain selain amoeboid Paulinella chromatophora, kloroplas dikelilingi oleh tiga atau empat membran, menunjukkan mereka diperoleh secara sekunder dari ganggang merah atau hijau. Meskipun sebagian besar Archaeplastida merupakan autotrof, kelompok ini juga mencakup garis keturunan heterotrof seperti predator Rhodelphidia, dan kemungkinan juga Pikoplankton mikroskopis Picozoa[8]; keduanya mungkin merupakan kerabat dekat (takson saudari) bagi Rhodophyta dan secara keseluruhan membentuk kelompok evolusi yang lebih besar, yaitu Rhodaria.

Kecuali Picozoa, semua Archaeplastida merupakan alga (ganggang) yang sel-selnya memiliki organel bermembran pembawa pigmen yang disebut plastid, dan sebagian besar plastidnya mengandung klorofil, yaitu pigmen fotosintetik yang peka terhadap cahaya merah/biru, yang berperan sebagai komponen inti pusat reaksi fotosintesis. Plastid berklorofil ini, yang dikenal sebagai kloroplas, dikelilingi oleh dua membran biologis; hal ini mengindikasikan bahwa plastid tersebut merupakan endosimbion yang berevolusi secara langsung dari peristiwa fagositosis sianobakteri, yaitu proses yang menghasilkan simbiosis mutualisme di dalam sistem endomembran.[9] Sebaliknya, alga fotosintetik lainnya, kecuali Rhizaria genus Paulinella (yang juga memperoleh sianobion secara langsung, tetapi secara independen dan jauh lebih belakangan) merupakan alga sekunder dengan kloroplas yang dikelilingi oleh tiga atau empat membran; hal ini mengindikasikan bahwa kloroplas tersebut diperoleh secara tidak langsung melalui fagositosis dan endosimbiosis lanjutan terhadap Archaeplastida atau alga sekunder lainnya, dalam proses yang dapat dianggap sebagai bentuk kleptoplasti permanen. Berbeda dengan alga merah dan hijau, Glaucophyta tidak diketahui pernah terlibat dalam peristiwa endosimbiosis sekunder semacam itu.[10]

Sel Archaeplastida umumnya tidak memiliki sentriol dan memiliki mitokondria dengan krista yang datar. Sel-sel ini biasanya memiliki dinding sel yang mengandung selulosa, dan karbohidrat hasil fotosintesis disimpan di dalam sel dalam bentuk pati; namun, karakteristik ini juga dimiliki oleh eukariota lainnya. Berbagai kelompok Archaeplastida memiliki sedikit perbedaan dalam biokimia seluler. Alga merah mengandung pigmen klorofil a dan fikobiliprotein, seperti halnya sebagian besar sianobakteri, serta menimbun pati di dalam sitosol di luar kloroplas. Alga hijau, tumbuhan darat, dan kelompok basal minor Prasinodermophyta yang secara kolektif dikenal sebagai Viridiplantae (bahasa Latin untuk "tumbuhan hijau") atau Chloroplastida memiliki pigmen berupa klorofil a dan klorofil b namun tidak memiliki fikobiliprotein (sehingga menampilkan warna hijau murni), serta mengakumulasi pati secara langsung di dalam kloroplas atau di dalam plastid khusus tak berpigmen yang disebut amiloplas.[11] Glaucophyta memiliki pigmen khas sianobakteri yang serupa dengan pigmen pada alga merah, tetapi plastid mereka (yang disebut sianela) berbeda karena memiliki lapisan luar peptidoglikan yang primitif,[12] serta menampilkan rona biru keabu-abuan akibat adanya fikobiliprotein seperti fikosianin dan alofikosianin.[13]

Bukti utama bahwa Archaeplastida membentuk kelompok monofili berasal dari studi genetik, yang mengindikasikan bahwa plastid mereka kemungkinan memiliki satu asal-usul yang sama. Namun, bukti ini diperdebatkan,[14][15] dan berdasarkan bukti yang ada saat ini, tidak mungkin untuk secara pasti mengonfirmasi atau menyanggah skenario evolusi alternatif selain peristiwa endosimbiosis primer tunggal.[16] Organisme fotosintetik dengan plastid yang berasal secara tidak langsung (seperti alga coklat, euglena, diatom, dan dinoflagellata) tidak termasuk dalam Archaeplastida, melainkan dikelompokkan ke dalam berbagai klasifikasi organisme eukariota lainnya; hal ini menjadikan istilah "alga" sebagai kelompok polifili yang tidak spesifik.

Catatan fosil

Mungkin sisa-sisa paling kuno dari Archaeplastida adalah alga merah yang diasumsikan (Rafatazmia) dalam stromatolit pada batuan 1600 juta tahun yang lalu di India,[17] serta fosil alga yang mungkin (Tuanshanzia) dari Biota Gaoyuzhuang di Tiongkok dengan usia yang serupa.[18] Sedikit lebih baru adalah mikrofosil dari grup Roper di utara Australia. Struktur fosil sel tunggal ini menyerupai alga hijau modern. Mereka berasal dari Era Mesoproterozoik, sekitar 1500 hingga 1300 juta tahun yang lalu.[19] Fosil-fosil ini konsisten dengan studi molecular clock yang menghitung bahwa klad ini berbeda sekitar 1500 juta tahun yang lalu.[20] Fosil tertua yang dapat ditugaskan ke kelompok modern tertentu adalah alga merah Bangiomorpha, dari 1200 juta tahun yang lalu.[21]

Pada akhir Era Neoproterozoik, fosil alga menjadi lebih banyak dan beragam. Pada akhirnya, pada Era Paleozoik, tumbuhan muncul ke daratan, dan terus berkembang hingga saat ini.

Referensi

  1. Adl, S.M.; et al. (2005). "The New Higher Level Classification of Eukaryotes with Emphasis on the Taxonomy of Protists". Journal of Eukaryotic Microbiology. 52 (5): 399–451. doi:10.1111/j.1550-7408.2005.00053.x. PMID 16248873. S2CID 8060916.
  2. Cavalier-Smith, Thomas (2022-05-01). "Ciliary transition zone evolution and the root of the eukaryote tree: implications for opisthokont origin and classification of kingdoms Protozoa, Plantae, and Fungi". Protoplasma (dalam bahasa Inggris). 259 (3): 487–593. Bibcode:2022Prpls.259..487C. doi:10.1007/s00709-021-01665-7. ISSN 1615-6102. PMC 9010356. PMID 34940909.
  3. Yazaki, Euki; Yabuki, Akinori; Imaizumi, Ayaka; Kume, Keitaro; Hashimoto, Tetsuo; Inagaki, Yuji (2022-04-13). "The closest lineage of Archaeplastida is revealed by phylogenomics analyses that include Microheliella maris". Open Biology. 12 (4) 210376. doi:10.1098/rsob.210376. PMC 9006020. PMID 35414259.
  4. Seenivasan, Ramkumar; Sausen, Nicole; Medlin, Linda K.; Melkonian, Michael (2013-03-26). "Picomonas judraskeda Gen. Et Sp. Nov.: The First Identified Member of the Picozoa Phylum Nov., a Widespread Group of Picoeukaryotes, Formerly Known as 'Picobiliphytes'". PLOS ONE (dalam bahasa Inggris). 8 (3) e59565. Bibcode:2013PLoSO...859565S. doi:10.1371/journal.pone.0059565. ISSN 1932-6203. PMC 3608682. PMID 23555709.
  5. Cavalier-Smith, T. (1981). "Eukaryote Kingdoms: Seven or Nine?"". BioSystems. 14 (3–4): 461–481. Bibcode:1981BiSys..14..461C. doi:10.1016/0303-2647(81)90050-2. PMID 7337818.
  6. Palmer, Jeffrey D.; Soltis, Douglas E.; Chase, Mark W. (2004). "The plant tree of life: an overview and some points of view". American Journal of Botany. 91 (10): 1437–1445. Bibcode:2004AmJB...91.1437P. doi:10.3732/ajb.91.10.1437. PMID 21652302.
  7. Ball S, Colleoni C, Cenci U, Raj JN, Tirtiaux C (Januari 2011). "The evolution of glycogen and starch metabolism in eukaryotes gives molecular clues to understand the establishment of plastid endosymbiosis". Journal of Experimental Botany. 62 (6): 1775–1801. doi:10.1093/jxb/erq411. PMID 21220783. Diakses tanggal 2015-08-01.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  8. "Picozoans Are Algae After All: Study". The Scientist Magazine® (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-08-19.
  9. Papanin Institute for Biology of Inland Waters, Russian Academy of Sciences; Tikhonenkov, Denis V. (2020). "Predatory flagellates – the new recently discovered deep branches of the eukaryotic tree and their evolutionary and ecological significance" (PDF). Protistology. 14 (1). doi:10.21685/1680-0826-2020-14-1-2.
  10. Kim, Se-Kwon (2015-04-30). Handbook of Marine Microalgae: Biotechnology Advances (dalam bahasa Inggris). Academic Press. ISBN 978-0-12-801124-9.
  11. Viola, R.; Nyvall, P.; Pedersén, M. (2001-07-07). "The unique features of starch metabolism in red algae". Proceedings. Biological Sciences. 268 (1474): 1417–1422. doi:10.1098/rspb.2001.1644. ISSN 0962-8452. PMC 1088757. PMID 11429143.
  12. Adl, Sina M.; Simpson, Alastair G. B.; Farmer, Mark A.; Andersen, Robert A.; Anderson, O. Roger; Barta, John R.; Bowser, Samuel S.; Brugerolle, Guy; Fensome, Robert A. (2005-10). "The New Higher Level Classification of Eukaryotes with Emphasis on the Taxonomy of Protists". The Journal of Eukaryotic Microbiology (dalam bahasa Inggris). 52 (5): 399–451. doi:10.1111/j.1550-7408.2005.00053.x. ISSN 1066-5234.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  13. Jackson, Christopher; Clayden, Susan; Reyes-Prieto, Adrian (2015). "The Glaucophyta: the blue-green plants in a nutshell". Acta Societatis Botanicorum Poloniae. 84 (2): 149–165. doi:10.5586/asbp.2015.020. ISSN 2083-9480.
  14. Parfrey, Laura Wegener; Barbero, Erika; Lasser, Elyse; Dunthorn, Micah; Bhattacharya, Debashish; Patterson, David J.; Katz, Laura A. (2006-12). "Evaluating support for the current classification of eukaryotic diversity". PLoS genetics. 2 (12): e220. doi:10.1371/journal.pgen.0020220. ISSN 1553-7404. PMC 1713255. PMID 17194223.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  15. Kim, Eunsoo; Graham, Linda E. (2008-07-09). "EEF2 analysis challenges the monophyly of Archaeplastida and Chromalveolata". PloS One. 3 (7): e2621. doi:10.1371/journal.pone.0002621. ISSN 1932-6203. PMC 2440802. PMID 18612431.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  16. Mackiewicz, Paweł; Gagat, Przemysław (2014). "Monophyly of Archaeplastida supergroup and relationships among its lineages in the light of phylogenetic and phylogenomic studies. Are we close to a consensus?". Acta Societatis Botanicorum Poloniae. 83 (4): 263–280. doi:10.5586/asbp.2014.044. ISSN 2083-9480.
  17. Bengtson, Stefan; Sallstedt, Therese; Belivanova, Veneta; Whitehouse, Martin (2017). "Pelestarian tiga dimensi struktur seluler dan subseluler menunjukkan alga merah kelompok mahkota berumur 1.6 miliar tahun". PLOS Biology. 15 (3): e2000735. doi:10.1371/journal.pbio.2000735. PMC 5349422. PMID 28291791.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  18. Chen, K.; Miao, L.; Zhao, F.; Zhu, M. (2023). "Makrofosil karbonasi dari Formasi Gaoyuzhuang awal Mesoproterozoik di Pegunungan Yanshan, Tiongkok Utara". Precambrian Research. 392. 107074. doi:10.1016/j.precamres.2023.107074.
  19. Javaux, Emmanuelle J.; Knoll, Andrew H.; Walter, Malcolm R. (2004). "Bukti TEM untuk keragaman eukariota di lautan Mesoproterozoik". Geobiology. 2 (3): 121–132. Bibcode:2004Gbio....2..121J. doi:10.1111/j.1472-4677.2004.00027.x. S2CID 53600639.
  20. Yoon, Hwan Su; Hackett, Jeremiah D.; Ciniglia, Claudia; Pinto, Gabriele; Bhattacharya, Debashish (2004). "Sebuah timeline molekuler untuk asal-usul eukariota fotosintetik". Evolusi Biologi Molekuler. 21 (5): 809–818. doi:10.1093/molbev/msh075. PMID 14963099.
  21. Butterfield, Nicholas J. (2000). "Bangiomorpha pubescens n. gen., n. sp.: implikasi untuk evolusi seks, multiseluler, dan radiasi Mesoproterozoik/Neoproterozoik dari eukariota". Paleobiologi. 26 (3): 386–404. doi:10.1666/0094-8373(2000)026<0386:BPNGNS>2.0.CO;2. S2CID 36648568.

Pranala luar

Wikispecies mempunyai informasi mengenai Archaeplastida.
Klasifikasi Eukariota
Amorphea
Amoebozoa
   Obazoa   
Opisthokonta
Holomycota
   Holozoa   
Filozoa
Choanozoa
Diaphoretickes
Haptista
    TSAR    
     SAR     
Rhizaria
Alveolata
Myzozoa
Stramenopila
Bigyra
Gyrista
     CAM     
Pan-Cryptista
Cryptista
Archaeplastida
Viridiplantae
(tumbuhan sensu lato)
Streptophyta
Excavates*
Discoba
Discicristata
Metamonada
Malawimonada
Incertae sedis
Hemimastigophora
Ancyromonadida
CRuMs
Rhodophyta
Glaucocystophyceae
Viridiplantae/
Plantae
sensu stricto
Chlorophyta/
Alga hijau (I)
Streptophyta
Charophyta/
Alga hijau (II)
Embryophyta/
Plantae
sensu strictissimo
Bryophyta
(tumbuhan darat
tidak berpembuluh
)
Marchantiophyta · Anthocerotophyta · Musci (Bryophyta sensu stricto) · Horneophytopsida
Tracheophyta
Lycophyta
Euphyllophyta
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan