Senin, 28 September 2026
15:41 WIB
TERKINI
Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan
Cacing panah

Cacing panah

Cacing panah
250px-Chaetotilted.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Superfilum:
Filum:
Chaetognatha

Kelas
Artikel takson sembarang

Chaetognatha (berarti mulut sikat) atau lebih dikenal sebagai cacing panah adalah salah satu filum cacing laut pemangsa yang termasuk ke dalam kategori plankton.[1] 20% spesies cacing panah hidup di zona bentik dengan menempelkan tubuhnya ke bebatuan atau alga. Cacing panah dapat hidup di perairan tropis dan dangkal yang hangat maupun perairan kutub dan dalam yang dingin. Cacing panah biasanya memiliki tubuh transparan dan berbentuk torpedo. Namun, ada beberapa spesies yang hidup di laut dalam berwarna jingga. Panjang tubuh cacing panah berkisar antara 2–120 milimeter (0,1–4,7 in).

Cacing panah terdiri dari lebih 120 spesies.[2]

Bentuk tubuh

250px-MEB_back.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rahang cacing panah genus Sagitta.

Tubuh cacing panah terdiri dari kepala, badan, dan ekor yang memiliki bentuk berbeda. Mulut ada di bagian kepala yang ditutupi oleh bulu-bulu kaku yang bisa dimekar-kuncupkan untuk memangsa. Seluruh spesies cacing panah adalah karnivora yang memangsa organisme planktonik juga larva ikan.

Badan cacing panah terdiri dari dua pasang sirip untuk menjaga keseimbangan. Sementara sirip yang terdapat di dekat anus yang menutupi ekornya berfungsi untuk bergerak.[3] Dua spesies cacing panah yakni Caecosagitta macrocephala dan Eukrohnia fowleri mempunyai organ penghasil cahaya di dekat ekornya.[4][5]

Reproduksi

Caetognatha adalah hewan hermafrodit. Mereka mempunyai sel telur yang ada di rongga tubuh serta testis yang terdapat di dalam ekor. Sperma yang belum masak dilepas dan disimpan di rongga ekor. Selanjutnya, sperma akan berenang ke vesikula seminalis di mana terdapat spermatophore.

Ketika musim kawin tiba, masing-masing individu akan menyuntikkan sperma ke tubuh pasangannya, saat vesikula seminalisnya pecah. Sperma akan masuk ke tubuh pasangannya hingga masuk ke pori-pori yang terhubung dengan saluran telur, tempat terjadinya pembuahan.[6]

Telur cacing panah biasanya menempel pada alga, dan menetas menjadi seperti cacing panah dewasa, hanya saja ukurannya lebih kecil.

Catatan kaki

  1. ↑ Parker, Sybil, P (1984). McGraw-Hill Dictionary of Biology. McGraw-Hill Company.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ "World Register of Marine Species".
  3. ↑ https://duniahewanhobbyku.blogspot.co.id/p/chaetognatha.html
  4. ↑ Haddock, S. H. D.; J. F. Case (20 Januari 1994). "A bioluminescent chaetognath". Nature. 367 (6460): 225–226. doi:10.1038/367225a0.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Thuesen, E. V.; F. E. Goetz & S. H. D. Haddock (Oktober 2010). "Bioluminescent organs of two deep-sea arrow worms, Eukrohnia fowleri and Caecosagitta macrocephala, with further observations on bioluminescence in chaetognaths". The Biological Bulletin. 219 (2): 100–111. PMID 20972255.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Barnes, Robert D. (1982). Invertebrate Zoology. Philadelphia, PA: Holt-Saunders International. hlm. 1046–1050. ISBN 0-03-056747-5.
Filum yang masih hidup dalam kerajaan Animalia
A
n
i
m
a
l
i
a
Diploblast
(Eumetazoa)
ParaHoxozoa
Planulozoa
Bilateria
(Triploblast)
  • (lihat di bawah↓)
Bilateria
Xenacoelomorpha
N
e
p
h
r
o
z
o
a
Deuterostomia
Ambulacraria
P
r
o
t
o
s
t
o
m
i
a
Ecdysozoa
Scalidophora
N+L+P
Nematoida
L+P
Panarthropoda
Tactopoda
S
p
i
r
a
l
i
a
Gnathifera¹
Platytrochozoa
R+M
Mesozoa
Rouphozoa¹
Lophotrochozoa
A+N
Lophophorata
Bryozoa
Brachiozoa
----
Kelompok utama
dalam filum
Filum dengan ≥5000 spesies yang masih hidup dicetak tebal
Lihat pula
Diploblast
Monoblastozoa (nomen dubium)
Filum/divisi kehidupan yang masih ada menurut domain
Bacteria
Archaea
Eukaryota
Protista
Fungi
Plantae
Animalia
Incertae sedis
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan