Rabu, 30 September 2026
15:49 WIB
TERKINI
Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu
Ecdysozoa

Ecdysozoa

Bagikan:
Ecdysozoa
250px-Peripatopsis_lawrencei_134803788_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Subkerajaan: Eumetazoa
Klad: ParaHoxozoa
Klad: Bilateria
Klad: Nephrozoa
(tanpa takson): Protostomia
Superfilum: Ecdysozoa
Filum
Artikel takson sembarang

Ecdysozoa (juga disebut cycloneuralia) adalah salah satu pengelompokan hewan protostomia, termasuk Arthropoda, Nematoda dan beberapa filum yang lebih kecil. Mereka pertama kali didefinisikan oleh Aguinaldo dkk. pada tahun 1997, terutama berdasarkan pada pohon yang dibangun menggunakan gen RNA ribosom 18S.[1] Sebuah studi besar tahun 2008 oleh Dunn dkk. sangat mendukung ecdysozoa sebagai pengelompokan alami.[2]

Kelompok ini juga didukung oleh ciri-ciri morfologi, dan dapat dianggap termasuk semua hewan yang menanggalkan eksoskeletonnya (rangka luarnya) (lihat ekdisis). Kelompok yang berkorespondesi secara kasar pada Ecdysozoa telah diusulkan sebelumnya oleh Perrier tahun 1897 dan Seurat tahun 1920 berdasarkan morfologi saja.

Grup ini telah dites oleh sejumlah kecil biolog. Beberapa berargumen untuk pengelompokan berdasarkan teknik taksonomik yang lebih tradisional,[3] sementara yang lainnya mengetes interpretasi dari data molekuler.[4][5]

Ciri-ciri grup

Ciri paling dikenal yang dimiliki bersama oleh ecdysozoa adalah kutikula berlapis tiga yang terdiri atas bahan organik, yang diganti secara berkala bersamaan tumbuhnya hewan tersebut. Proses pergantian kulit ini disebut ekdisis dan memberi nama grup ini. Ecdysozoa tidak punya sperma berpenggerak silia, menghasilkan sperma yang kebanyakan amoeboid, dan embrio mereka tidak mengalami pembelahan spiral seperti banyak protostomia lain. Ciri-ciri lain yang ditemukan pada kelompok, contoh, Tardigrada, Pycnogonida, dan cacing gilig (Nematoda) memiliki faring triradiata.

Ecdysozoa terdiri atas filum-filum berikut: Arthropoda, Onychophora, Tardigrada, Kinorhyncha, Priapulida, Loricifera, Nematoda dan Nematomorpha. Beberapa kelompok lain, seperti gastroticha, dianggap anggota Ecdysozoa yang mungkin tetapi tidak punya ciri utama grup ini, dan sekarang ditempatkan di tempat lain. Arthropoda, Onychophora dan Tardigrada dikelompokkan bersama sebagai Panarthropoda karena mereka dibedakan oleh bidang tubuh yang beruas-ruas.[6] Tahun 2008, Dunn dkk. menyarankan bahwa tardigrada dapat dikelompokkan dengan nematoda, menyisakan Onycophora sebagai grup saudara dari arthropoda.[2]

Anggota Ecdysozoa yang bukan panarthropoda dikelompokkan sebagai Cycloneuralia tetapi biasanya mereka dianggap parafiletik.

Rujukan

  1. ↑ Aguinaldo, A. M. A. (1997). "Evidence for a clade of nematodes, arthropods and other moulting animals". Nature. 387: 489–493. doi:10.1038/387489a0.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)
  2. 1 2 Dunn; et al. (2008). "Broad phylogenomic sampling improves resolution of the animal tree of life". Nature. 452: 745–749. doi:10.1038/nature06614.{{cite journal}}: Penggunaan et al. secara eksplisit dalam: |last=
  3. ↑ Nielsen, Claus (1995). Animal Evolution: Interrelationships of the Living Phyla. Oxford University Press. ISBN 9780198506829.
  4. ↑ Blair, J. E. (2002). "The evolutionary position of nematodes". BMC Evolutionary Biology. 2: 7. doi:10.1186/1471-2148-2-7.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  5. ↑ Wägele, J. W. (1999). "The Ecdysozoa: Artifact or monophylum?". Journal of Zoological Systematics and Evolutionary Research. 37: 211–223.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)
  6. ↑ Paleos Invertebrates: Panarthropoda Diarsipkan 2007-02-07 di Wayback Machine. - URL diakses 17 Februari, 2007

Pranala luar

Wikispecies logo
Wikispecies mempunyai informasi mengenai Ecdysozoa.
Filum yang masih hidup dalam kerajaan Animalia
A
n
i
m
a
l
i
a
Diploblast
(Eumetazoa)
ParaHoxozoa
Planulozoa
Bilateria
(Triploblast)
  • (lihat di bawah↓)
Bilateria
Xenacoelomorpha
N
e
p
h
r
o
z
o
a
Deuterostomia
Ambulacraria
P
r
o
t
o
s
t
o
m
i
a
Ecdysozoa
Scalidophora
N+L+P
Nematoida
L+P
Panarthropoda
Tactopoda
S
p
i
r
a
l
i
a
Gnathifera¹
Platytrochozoa
R+M
Mesozoa
Rouphozoa¹
Lophotrochozoa
A+N
Lophophorata
Bryozoa
Brachiozoa
----
Kelompok utama
dalam filum
Filum dengan ≥5000 spesies yang masih hidup dicetak tebal
Lihat pula
Diploblast
Monoblastozoa (nomen dubium)


Ikon rintisan

Artikel bertopik hewan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan