Selasa, 13 Oktober 2026
08:37 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Ambulacraria

Ambulacraria

Bagikan:
Ambulacraria
Rentang waktu: Early Cambrian–Recent
250px-Nerr0878.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Beragam bintang laut dan landak laut diantara cangkang kerang di zona intertidal berbatu pada Teluk Kachemak, Alaska selatan, Amerika Serikat.
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Subkerajaan: Eumetazoa
Klad: ParaHoxozoa
Klad: Bilateria
Klad: Nephrozoa
Superfilum: Deuterostomia
Klad: Ambulacraria
Metschnikoff, 1881
Filum
Artikel takson sembarang

Ambulacraria /ˌæmbjuːləˈkrɛəriə/, atau Coelomopora /siːləˈmɒpərə/, adalah sebuah filum yang mencakup echinodermata dan hemichordata.[1] Analisis filogenetika menyarankan bahwa echinodermata dan hemichordata berpisah pada sekitar 533 juta tahun lalu.[2] Ambulacraria adalah bagian dari deuterostoma, yaitu sebuah klad yang mencakup banyak Chordata, dan beberapa spesies punah yang masuk kedalam Vetulicolia.

Dua klad yang masih memiliki perwakilan hidup dari Ambulacraria adalah Echinodermata (bintang laut, bulu babi, bintang ular, teripang, bintang bulu, lili laut dan lain sebagainya) dan Hemichordata (cacing biji ek, Pterobranchia, dan kemungkinan graptolit). Kedua kelompok ini terkadang disebut sebagai deuterosteroma bawah.[3]

Penggolongan klad Xenacoelomorpha sebagai kelompok saudara Ambulacraria masih menjadi perdebatan hangat, dengan beberapa penulis berargumen bahwa klad tersebut harus ditempatkan pada tempat yang lebih basal pada metazoa,[4][5][6] sementara menulis lainnya menekanban bahwa pilihan metode filogenetika terbaik mendukung posisi Xenacoelomorpha sebagai kelompok saudari Ambulacraria.[7][8]

Berikut dibawah adalah beberapa klad yang munngkin tergolong ke Ambulacraria batang:

Referensi

  1. ↑ Cannon, Johanna Taylor; Vellutini, Bruno Cossermelli; Smith, Julian; Ronquist, Fredrik; Jondelius, Ulf; Hejnol, Andreas (2016). "Xenacoelomorpha is the sister group to Nephrozoa". Nature. 530 (7588): 89–93. Bibcode:2016Natur.530...89C. doi:10.1038/nature16520. PMID 26842059. S2CID 205247296.
  2. ↑ Sea Cucumber Genome Imparts Insight on Genes Linked to Organ Regeneration
  3. ↑ Lacalli, Thurston Castle. "Tutorial". Marine Invertebrate larvae: A study in morphological diversity. University of Saskatchewan. Diakses tanggal 2020-01-13.
  4. ↑ Edgecombe, Gregory D.; Giribet, Gonzalo; Dunn, Casey W.; Hejnol, Andreas; Kristensen, Reinhardt M.; Neves, Ricardo C.; Rouse, Greg W.; Worsaae, Katrine; Sørensen, Martin V. (Juni 2011). "Higher-level metazoan relationships: recent progress and remaining questions". Organisms, Diversity & Evolution. 11 (2): 151–172. doi:10.1007/s13127-011-0044-4. S2CID 32169826.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Rouse, Greg W.; Wilson, Nerida G.; Carvajal, Jose I.; Vriejenhoek, Robert C. (4 Februari 2016). "New deep-sea species of Xenoturbella and the position of Xenacoelomorpha". Nature. 530 (2): 94–97. Bibcode:2016Natur.530...94R. doi:10.1038/nature16545. PMID 26842060. S2CID 3870574.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Cannon, Johanna Taylor; Vellutini, Bruno Cossermelli; Smith III, Julian; Ronquist, Frederik; Jondelius, Ulf; Hejnol, Andreas (4 Februari 2016). "Xenacoelomorpha is the sister group to Nephrozoa". Nature. 530 (2): 89–93. Bibcode:2016Natur.530...89C. doi:10.1038/nature16520. PMID 26842059. S2CID 205247296.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Herve Philippe; et al. (3 Juni 2019). "Mitigating Anticipated Effects of Systematic Errors Supports Sister-Group Relationship between Xenacoelomorpha and Ambulacraria". Current Biology. 29 (11): 1818–1826. doi:10.1016/j.cub.2019.04.009. hdl:21.11116/0000-0004-DC4B-1. PMID 31104936.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Paschalia Kapli; Maximilian J. Telford (11 Desember 2020). "Topology-dependent asymmetry in systematic errors affects phylogenetic placement of Ctenophora and Xenacoelomorpha". Science Advances. 6 (50): eabc5162. Bibcode:2020SciA....6.5162K. doi:10.1126/sciadv.abc5162. PMC 7732190. PMID 33310849.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  9. ↑ Caron, J.; Conway Morris, S.; Shu, D. (2010). "Tentaculate fossils from the Cambrian of Canada (British Columbia) and China (Yunnan) interpreted as primitive deuterostomes". PLOS ONE. 5 (3): e9586. Bibcode:2010PLoSO...5.9586C. doi:10.1371/journal.pone.0009586. PMC 2833208. PMID 20221405.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan