Kamis, 24 September 2026
19:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum
Gerakan amoeboid

Gerakan amoeboid

Gerakan amoeboid pada amoeba.

Gerakan amoeboid adalah jenis gerakan merangkak protoplasma pada sel eukariotik yang disebabkan oleh perubahan fungsinya sehingga sitoplasma memanjang dan retraksi keadaannya.[1][2] Gerakan Amoeboid telah diekspresikan oleh berbagai sel terutama uniseluler dengan struktur amorf, ataupun invertebrata dan vertebrata.[3][4] Gerakan ini terjadi pada Amoeba, Protozoa, Jamur lendir seluler (misalnya Dictyostelium discoideum), dan sel manusia terutama sel Kupffer hati, leukosit, sel embrio dan sel kanker. Sel yang bergerak dengan cara ini disebut Amoeboid.[5][6] Pada leukosit manusia, gerakan amoeboid telah menjadi mekanisme penting dalam penggerak jarak pendek dan fungsi imunologis leukosit.[7] Sel kanker biasa mengambil gerakan ini untuk metastasis.[8]

Mekanisme gerak

Mekanisme gerak sel dalam teori-teori, mencakup bagaimana sel melakukan aktivitas seperti makan, perusakan bakteri, perkembangan embriologis, dan metastasis.[6] Untuk melakukannya ameba terutama menggunakan ekstensi sitoplasma yang didukung oleh sitoskeleton.[9]

Transisi Sol-Gel

Sitoplasma di dalam sel memiliki kemampuan berubah ke dalam bentuk yang berbeda yaitu dari cair ke padat dan sebaliknya. Sitoplasma dalam keadaan cair disebut dengan plasmasol dan ketika berbentuk padat atau gel disebut plasmagel.

Pertukaran kedua keadaan, yaitu dari plasmasol ke plasmagel dikenal sebagai teori Sol-Gel yang bertanggung jawab atas gerakan Amoeba. Amoeba mampu mendorong dirinya (bergerak) hanya ketika sitoplasma dalam keadaan cair. Saat Amoeba skan memajukkan tubuhnya, ektoplasma terbentuk. Segera plasmasol mengalir melalui pusat sel menuju bagian tubuh terdepan yang telah maju. Gerakan Amoeba terjadi ketika plasmasol mengalir. Plasmasol kemudian akan dikonversi menjadi plasmagel karena kehilangan air.

Pergerakan kemudian bergenti pada tahap ini karena sitoplasma berubah menjadi padat. Ketika ameba perlu mendorong tubuhnya sekali lagi, plasmag diubah lagi menjadi plasmasol dengan menyerap air dari sekitarnya.[10]

Pembentukan Pseudopodium

Gerakan amoeboid dicapai dengan pseudopodia dan melibatkan aliran sitoplasma sebagai ekstensi organisme.[11] Ameba mampu membentuk tonjolan pada tubuhnya. Struktur tubuh yang memanjang ini dikenal sebagai pseudopodium yang tidak hanya membantu dalam bergerak tetapi juga berguna saat menangkap mangsa. Jumlah pseudopodia yang terbentuk terbatas. Ketika plasmasol mengalir melalui ujung depan sel, pseudopodium juga terbentuk, membuat ameba bergerak maju.

Pseudopodium dapat dianggap kaki palsu dan dapat terbentuk di setiap bagian tubuh ameba. Pseudopodium dapat tumbuh lebih besar dan digunakan ameba untuk menelan mangsanya. Teknik ini dikenal sebagai fagositosis.[10]

Mekanisme filopodia-lamellipodia

Model dominan penggerak sel saat ini mengusulkan bahwa polimerisasi aktin mendorong membran pada ujung depan yang menghasilkan filopodia dan lamellipodia yang menggerakkan sel ke depan. Meski berhasil, model ini tidak sepenuhnya menjelaskan proses kompleks molititas amoeboid, seperti yang terjadi selama embriogenesis dan metastatisis.[12]

Mekanisme bleb

Bleb adalah tonjolan hialin bulat yang ditandai dengan baik yang terjadi ketika sepetak membran sel terlepas dari korteks pendukungnya. Pembentukannya membutuhkan aktivitas miosin II.[3]

Referensi

  1. Jessy Damayanti (2016-09-22). "Biologi sel "sifat fisika protoplasma"". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-05-01. Diakses tanggal 2020-10-30.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  2. "Amoeboid movement". TheFreeDictionary.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-05-01. Diakses tanggal 2020-10-30.
  3. 1 2 "Amoeboid Movement - an overview | ScienceDirect Topics". www.sciencedirect.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-05-02. Diakses tanggal 2020-10-30.
  4. Eidi, Zahra (2017-10-04). "Discrete Modeling of Amoeboid Locomotion and Chemotaxis in Dictyostelium discoideum by Tracking Pseudopodium Growth Direction". Scientific Reports. 7 (1). doi:10.1038/s41598-017-12656-1. ISSN 2045-2322. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-08-01. Diakses tanggal 2020-10-30.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  5. "Amoeboid movement - Definition and Examples - Biology Online Dictionary". Biology Articles, Tutorials & Dictionary Online (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-01. Diakses tanggal 2020-10-30.
  6. 1 2 Bignold, L. P. (1987-08). "Amoeboid movement: A review and proposal of a 'membrane ratchet' model". Experientia. 43 (8): 860–868. doi:10.1007/bf01951643. ISSN 0014-4754. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-08-01. Diakses tanggal 2020-10-30.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  7. Rydgren, Lars; Norberg, Bo (2009-04-24). "Yeast cell phagocytosis by mononuclear leucocytes from peripheral blood: Significance of the substrate". Scandinavian Journal of Haematology. 33 (4): 368–372. doi:10.1111/j.1600-0609.1984.tb00709.x. ISSN 0036-553X. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-08-01. Diakses tanggal 2020-10-30.
  8. Yun, Jessica; Kim, Sang Geon (2020). "ERa suppresses liver cancer EMT and amoeboid movement by targeting Ga12". The FASEB Journal (dalam bahasa Inggris). 34 (S1): 1–1. doi:10.1096/fasebj.2020.34.s1.00296. ISSN 1530-6860. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-28. Diakses tanggal 2020-10-30.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  9. Tekle, Yonas I.; Williams, Jessica R. (2016-09). "Cytoskeletal architecture and its evolutionary significance in amoeboid eukaryotes and their mode of locomotion". Royal Society Open Science. 3 (9): 160283. doi:10.1098/rsos.160283. ISSN 2054-5703. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-08-01. Diakses tanggal 2020-10-30.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  10. 1 2 "Apa itu Pseudopodia? Memahami Mekanisme Gerak Amuba". Amazine.co (dalam bahasa American English). 2012-06-08. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-05-04. Diakses tanggal 2020-10-30.
  11. "Protozoan - Characteristics of locomotion". Encyclopedia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-05-03. Diakses tanggal 2020-10-30.
  12. Yoshida, K. (2006-08-29). "Dissection of amoeboid movement into two mechanically distinct modes". Journal of Cell Science. 119 (18): 3833–3844. doi:10.1242/jcs.03152. ISSN 0021-9533. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-08-01. Diakses tanggal 2020-10-30.

Lihat pula

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan