Minggu, 08 November 2026
03:41 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Chelicerata

Chelicerata

Bagikan:
Chelicerata
Rentang waktu: 445–0 jtyl Late Ordovician (tetapi lihat teks) – Recent
250px-Horseshoe_crab_female.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Horseshoe crab underside
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Klad: Arachnomorpha
Subfilum: Chelicerata
Heymons, 1901
Kelas
Artikel takson sembarang

Chelicerata adalah subfilum dari anggota hewan tak bertulang belakang yang termasuk dalam filum Arthropoda.[1] Chelicerata dalam pengertian yang luas merupakan salah satu kelompok fauna yang terdiri dari Arachnida, Xiphosura, kelompok yang punah Eurypterida dan Chasmataspidida dan juga Pycnogonida.[2]

Jadi Chelicerata merupakan semacam kelompok besar yang memayungi jenis-jenis laba-laba, kalajengking, kalajengking semu, kalacuka dan bahkan mimi dan mintuno. Kelompok Chelicerata ini dikenal karena anggotanya mempunya alat mulut berupa chelicera yang terdiri dari dua segmen.[3] Berbeda dengan kelompok serangga, kaki seribu, dan lipan yang menggunakan alat mulut berupa mandibula dan maxilla yang terdiri dari lebih dari dua ruas.

Saat ini, jumlah jenis yang dikenal hidup dan sudah ditemukan lebih dari 100.000 jenis telah diberi nama. Termasuk di dalamnya jenis yang sangat mega-diverse yaitu Acari dan laba-laba (Araneae) yang dari tahun ke tahun jumlah temuan jenis baru terus meningkat secara drastis. Saat ini, dikenal ada sekitar 2000 jenis fosil Chelicerata dan hampir lebih dari 3/4 jumlahnya adalah kelompok Arachnida.[1]

Chelicerata diduga mempunyai nenek moyang yang hidup di dalam air. Namun, jenis-jenis chelicerata dari laut maupun air tawar saat ini sangat jarang ditemukan dan hanya terbatas pada laba-laba laut dan mimi dan mintuno (horseshoe crabs) serta beberapa akuatik Acari dari kelompok Hydracari. Konon, kelompok yang pertama kali diyakini hidup di daratan adalah kalajengking.[2]

Fosil

Fosil-fosil yang ditemukan di beberapa lokasi sangat bermanfaat untuk mengetahui umur tertua dari satu kelompok takson dalam kelompok Chelicerata, atau secara luas semua makhluk hidup di bumi ini. Sebagai contoh, fosil kalajengking ditemukan sekitar 430 juta tahun lalu meskipun temuan ini bisa lebih tua dari yang diketahui saat ini. Dari hasil temuan fosil dalam satu lapisan tertentu, dapat diperoleh informasi umur dari keturunan kelompok tersebut atau umur kerabat dekatnya. Entah suatu takson mempunyai umur lebih muda atau setidaknya setua dengan kelompok takson yang diketahui fosilnya tersebut.[2]

Dengan studi filogeni yang berkembang saat ini, baik molekuler maupun pendekatan tradisional melalui morfologi, dapat dilakukan suatu pendekatan superimposed pada pohon filogeni yang dihasilkan. Dari hasil ini dapat diperkirakan umur suatu takson berdasarkan catatan fosil takson maupun takson yang belum diketahuin fosilnya. Hasil dari kombinasi pohon evolusi dan catatan fosil dapat digunakan sebagai metode kalibrasi molekular clock yang jamak digunakan pada pendekatan molekuler. Selain sebagai alat kalibrasi, dari kombinasi ini dapat digunakan untuk memperkirakan divergence time yang diperoleh dari penanda molekuler. Meskipun demikian, pertentangan antara hasil temuan fosil pada suatu lapisan stratigrafi dan hasil posisi suatu takson dalam pohon filogeni tidak dapat dihindarkan.[2]

Sebagai contoh, kalajengking merupakan salah satu takson yang paling tua yang pernah ditemukan tanpa keraguan. Dalam beberapa studi tentang evolusi Chelicerata, kalajengking merupakan takson dasar yang paling primitif dan moyang dari semua keturunan yang ada dalam kelompok chelicerata. Namun dalam kajian yang berbeda, kelompok kalajengking yang diyakini sebagai kelompok tertua yang pernah ditemukan justru menjadi kelompok yang lebih maju atau derived taxon. Pertentangan hasil seperti inilah yang masih banyak ditemukan sehingga menuntut lebih banyak mengeksplorasi data-data lain yang dapat menyelesaikan masalah tersebut.[2]

Kontroversi

Meskipun banyak fosil yang telah ditemukan dan secara meyakinkan merupakan salah satu kelompok dari Chelicerata, tetapi temuan fosil ini – tidak hanya di Chelicerata, tetapi juga kelompok lain – dalam kajian filogeni tetap menimbulkan kontroversi yang memerlukan lebih banyak penjelasan. Bagaimanapun, temuan fosil yang ditemukan dan selengkap apa pun itu, tetap tidak bisa menampakan karakter lengkap seperti yang ditemukan pada spesimen hidup yang ada sekarang, baik molekuler maupun morfologi. Pertentangan antara beberapa hasil kajian menjadi tantangan untuk mengungkap bagaimana sejarah geologi dapat berkontribusi pada pengetahuan evolusioner suatu takson.[2]

Referensi

  1. 1 2 D. A. Pratiwi, Sri Maryati, Srikini, Suharno, Bambang S. (2007). BIOLOGI SMA Jilid 1 untuk Kelas X Berdasarkan Standar Isi 2006. Jakarta: Penerbit Erlangga. ISBN 979-781-726-1.{{cite book}}: Periksa nilai |authorlink=; Tautan eksternal dalam |authorlink=Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  2. 1 2 3 4 5 6 Biotagua.org Sejarah geologi[pranala nonaktif permanen] Chelicerata. Diakses 19 Februari 2011
  3. ↑ Parker, Sybil, P (1984). McGraw-Hill Dictionary of Biology. McGraw-Hill Company.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Bibliografi

Kelas Arthropoda yang masih hidup menurut upafilum
Incertae sedis
Chelicerata
Myriapoda
Pancrustacea
(Crustacea +
+ Hexapoda)
Oligostraca
Ichthyostraca
Klad tanpa nama
A
l
t
o
c
r
u
s
t
a
c
e
a
Multicrustacea
Hexanauplia
Allotriocarida
Klad tanpa nama
Klad tanpa nama
Hexapoda
Klad tanpa nama
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan