Rabu, 23 September 2026
17:53 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Meroplankton

Meroplankton

250px-Plankton_collage.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Berbagai jenis organisme planktonik

Meroplankton adalah berbagai jenis organisme akuatik yang memiliki tahap planktonik beserta satu tahap lainnya, seperti bentik atau nektonik, pada siklus hidup mereka.[1] Sebagian besar meroplankton terdiri dari tahap-tahap larva dari organisme-organisme yang lebih besar.[2] Berkontras dengan holoplankton, yaitu organisme planktonik yang menetap di zona pelagik sebagai sebuah plankton sepanjang siklus hidup mereka.[3]

Setelah suatu periode waktu, banyak meroplankton berpindah ke nekton atau beralih ke gaya hidup bentik (biasanya sesil) di dasar laut. Tahapan-tahapan larva invertebrata bentik menjadi bagian signifikan pada komunitas-komunitas plankton.[4] Tahap larva plankton ini sangat penting bagi banyak invertebrata bentik karena membantu dalam penyebaran anakan mereka. Tergantung spesies dan kondisi lingkungannya, meroplankton tahap-muda atau larva dapat menetap di zona pelagik selama beberapa jam hingga beberapa bulan.[2]

Tidak semua meroplankton merupakan larva atau tahap muda dari organisme yang lebih besar. Banyak dinoflagellata merupakan meroplankton, mengalami siklus ensismen dan dormansi musiman di zona bentik, yang diikuti oleh eksismen dan reproduksi di zona pelagik sebelum akhirnya kembali ke zona bentik.[5][6] Terdapat juga diatom meroplankton; mereka memiliki fase istirahan musiman di bawah zona fotik dan dapat umum dijumpai di bentos danau dan zona pesisir.[7]

Referensi

  1. "What is Meroplankton?". Australian Museum. The Australian Museum. 14 November 2018. Diakses tanggal 11 November 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Stübner, E. I.; Søreide, J. E. (2016-01-27). "Year-round meroplankton dynamics in high-Arctic Svalbard". Journal of Plankton Research. 38 (3): 522–536. doi:10.1093/plankt/fbv124.
  3. "Plankton". Britannica. Diakses tanggal 2020-06-13.
  4. Ershova, E. A.; Descoteaux, R. (2019-08-13). "Diversity and Distribution of Meroplanktonic Larvae in the Pacific Arctic and Connectivity With Adult Benthic Invertebrate Communities". Frontiers in Marine Science. 6. doi:10.3389/fmars.2019.00490. hdl:10037/16483. S2CID 199638114.
  5. Morquecho, Lourdes; Lechuga-Devéze, Carlos H. (2004-01-01). "Seasonal occurrence of planktonic dinoflagellates and cyst production in relationship to environmental variables in subtropical Bahı´a Concepción, Gulf of California". Botanica Marina. 47 (4). doi:10.1515/BOT.2004.037. ISSN 0006-8055. S2CID 85192840.
  6. Kremp, A. (2013), Lewis, J. M.; Marret, F.; Bradley, L. R. (ed.), "Diversity of dinoflagellate life cycles: facets and implications of complex strategies", Biological and Geological Perspectives of Dinoflagellates (dalam bahasa Inggris), Geological Society of London, hlm. 197–205, doi:10.1144/tms5.18, ISBN 978-1-86239-368-4, diakses tanggal 2020-06-13{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Parameter work dengan ISBN (link)
  7. Lashaway, A. R.; Carrick, H. J. (2010-04-01). "Effects of light, temperature and habitat quality on meroplanktonic diatom rejuvenation in Lake Erie: implications for seasonal hypoxia". Journal of Plankton Research (dalam bahasa Inggris). 32 (4): 479–490. doi:10.1093/plankt/fbp147. ISSN 0142-7873.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan