Sabtu, 24 Oktober 2026
11:50 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Nasi tempong

Nasi tempong

variasi makanan khas Indonesia

Bagikan:
Untuk kegunaan lain, lihat Tempong.
Nasi Tempong
250px-Nasi_tempong_ikan_goreng_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nasi tempong dengan ikan goreng
SajianMakanan berat
Tempat asalIndonesia
DaerahBanyuwangi, Jawa Timur
Suhu penyajianBersama nasi, sayuran, dan lauk-pauk
Bahan utamaSambal
VariasiPecel lele, nasi lalapan

Nasi tempong atau sego tempong (bahasa Jawa: ꦱꦼꦒꦠꦺꦩ꧀ꦥꦺꦴꦁ sega tempong) adalah makanan khas Kabupaten Banyuwangi berupa kumpulan sayuran yang sudah direbus seperti bayam, kenikir dan daun kemangi serta lauk tahu, tempe, bakwan jagung goreng, juga ikan jambal goreng tepung. Nasi ini kemudian disiram dengan sambal tempong. Ciri khasnya adalah bau kencur kuat dari sambalnya.[1] Namun, ada pula yang menggunakan sambal terasi pedas.[2] [3] Sambal terasi pedas ini lebih sering dibuat dadakan atau langsung dari bahan-bahan segar dan alami.

Tempong adalah kata dalam bahasa Osing yang berarti tampar dalam bahasa Indonesia. Dinamai demikian karena rasa pedas dari sambal yang melengkapi nasi tempong memberikan sensasi seperti ditampar.

Asal Usul

Awal mulanya nasi tempong atau sego tempong merupakan bekal untuk dibawa ke sawah oleh masyarakat Banyuwangi. Dan biasanya makanan ini disajikan dalam porsi besar untuk memenuhi kebutuhan energi para petani yang sedang bekerja di sawah.

Hidangan ini mencerminkan kekuatan dan kesederhanaan rasa lokal, sekaligus sebagai lambang kebiasaan masyarakat agraris yang menggunakan bahan segar dan alami.

Karakteristik Sego Tempong

Nasi Tempong berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur, dan erat kaitannya dengan kehidupan petani setempat, sedangkan lalapan memiliki asal-usul yang lebih luas di berbagai daerah Indonesia, khususnya Pulau Jawa. Komposisi sayuran pada nasi tempong biasanya direbus atau dikukus seperti bayam, kangkung, dan kacang panjang.

Bila dibandingkan dengan daerah lain yang menggunakan sayuran sebagai pelengkap dalam hidangan yang sering disebut lalapan, sayuran dalam sego tempong selalu disajikan dalam bentuk matang, sementara lalapan menonjolkan sayuran mentah seperti kemangi, mentimun, terong lalap, atau selada.

Sambal tempong dibuat dari bahan segar tanpa digoreng, dengan tomat ranti sebagai bahan utama dan terkenal sangat pedas hingga memberi sensasi seperti "ditampar". Tomat ranti adalah varietas lokal khas Banyuwangi, yang digunakan sebagai pembeda sambal tempong dengan sambal lainnya. Bahan-bahan untuk sambal tempong adalah cabe rawit, tomat ranti, terasi, gula, garam, dan jeruk purut. Rasa yang dihasilkan sangat pedas, segar, dan aromatik.

Sambal lalapan biasanya lebih bervariasi tergantung daerah dan tingkat kepedasannya pun umumnya lebih moderat.[4]

Penyajian

Sego tempong biasanya disajikan tanpa menggunakan sendok, dinikmati langsung dengan tangan sebagai lambang kedekatan manusia dengan makanan.

Komposisi penyajiannya adalah nasi putih hangat, yang dikelilingi dengan aneka lauk seperti ikan asin, tempe goreng, tahu, ayam goreng, telur dadar, atau empal; dilengkapi dengan sayuran rebus seperti bayam, kenikir, kacang panjang, dan daun pepaya. Sambal tempong disajikan dalam wadah terpisah sebagai cocolan. Piring biasanya dialasi dengan daun pisang atau disesuaikan dengan situasi penyajian.

Referensi

4. Resep Nasi Tempong
5. Dari Bekal Sawah Legendaris Jadi Kuliner Hits!

Bupati: Ipuk Fiestiandani — Wakil Bupati: Mujiono
Politik & Pemerintahan
Eksekutif
Legislatif
Lambang Kabupaten Banyuwangi
Sejarah
Pra kemerdekaan
Pasca kemerdekaan
Lokasi terkenal dan Wisata
Wisata Sejarah dan Religi
Wisata Kota
Pantai dan Laut
Gunung
Air Terjun dan Pemandian
Agrowisata
Transportasi
Darat
Laut
Udara
Seni & Budaya
Bahasa dan Kesusastraan
Drama dan Tarian
Upacara Adat
Banyuwangi Festival
Kuliner
Makanan
Minuman
Jajanan
Hidangan umum
Makanan
120px-Tumpeng-Jawa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Minuman
Jajanan
Hidangan sampingan
Minuman beralkohol
Aceh
Batak
Gayo
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang
Badui
Betawi
Cirebon–Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Dayak
Melayu Kalimantan
Alor
Bali
Bima
Flores
Sasak
Sumba
Sumbawa
Timor
Bugis, Makassar, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Mongondow
Poso
Tolaki
Toraja
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan