Minggu, 27 September 2026
16:31 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Mantu Kucing

Mantu Kucing

250px-Gambarmantukucing.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mantu Kucing

Mantu Kucing adalah sebuah ritual adat yang dilakukan saat musim kemarau di Dusun Curahjati, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi. Ritual ini dilakukan dengan membuat upacara pernikahan untuk dua ekor kucing layaknya upacara pernikahan manusia.

Asal Mula

Ritual ini dimulai sekitar tahun 1930-an. Saat itu Dusun Curahjati dilanda musim kemarau berkepanjangan. Para penduduk telah melakukan ibadah Salat Istisqa dan Tiban tetapi hujan tetap tidak turun. Akhirnya, Mbah Wono Samudro selaku lurah (ketua kampung) pada masa itu didatangi oleh Mbah Umbulsari (ada yang menyebut Mbah Kopek) yang dipercaya masyarakat sebagai roh penunggu mata air di desa tersebut. Ada dua versi cerita yang menyebutkan bahwa Mbah Umbulsari menemui Mbah Wono Samudro dalam kenyataan atau lewat mimpi. Dalam pertemuan tersebut Mbah Umbulsari berpesan agar para warga desa melaksanakan ritual Mantu Kucing.

Akhirnya ritual ini dilaksanakan setiap tahun. Ada anggapan bahwa kucing memiliki hubungan erat dengan hujan, hingga dengan memandikan kucing akan menyebabkan hujan turun.

Pelaksanaan

Pelaksanaan ritual ini dilakukan pada hari Jumat bulan November. Ritual dimulai pukul 09.00 diawali dengan berkumpul di rumah sesepuh dusun. Lalu, para warga berjalan kaki menuju ke mata air dengan menggendong dua kucing yang akan dinikahkan. Kadang kala, kucing dimasukkan ke dalam kurungan yang telah dihias. Dibelakang iring-iringan kucing, terdapat para penari jaranan yang bertindak sebagai hiburan pernikahan.

Puncak ritual dilakukan di bawah sebuah pohon di dekat mata air yang bersebelahan dengan sungai yang menjadi pembatas lahan hutan PT. Perhutani dengan area persawahan warga. Disana, sesepuh desa bersemedi kemudian dua kucing tadi dibawa ke tepi mata air dan diusap kepalanya sebagai simbol pernikahan. Setelah itu warga mulai berebut air yang dipercaya dapat membawa berkah. Acara ditutup dengan selamatan tumpeng yang telah digelar di sekitar mata air.

Referensi

Bupati: Ipuk Fiestiandani — Wakil Bupati: Mujiono
Politik & Pemerintahan
Eksekutif
Legislatif
Lambang Kabupaten Banyuwangi
Sejarah
Pra kemerdekaan
Pasca kemerdekaan
Lokasi terkenal dan Wisata
Wisata Sejarah dan Religi
Wisata Kota
Pantai dan Laut
Gunung
Air Terjun dan Pemandian
Agrowisata
Transportasi
Darat
Laut
Udara
Seni & Budaya
Bahasa dan Kesusastraan
Drama dan Tarian
Upacara Adat
Banyuwangi Festival
Kuliner
Makanan
Minuman
Jajanan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan