Pecel Rawon adalah hidangan khas Banyuwangi yang menggabungkan dua kuliner menjadi satu, yaitu pecel dan rawon. Pecel rawon telah tercatat sebagai Pengetahuan Tradisional (PT) asli Bumi Blambangan.
Pecel adalah sayuran rebus seperti bayam atau kangkung, kacang panjang, tauge, kemangi, potongan mentimun yang disiram bumbu kacang. Rawon adalah sup daging sapi dengan kuah hitam yang khas, dibuat dengan bumbu kluwek.
Rasa pecel yang khas dari bumbu kacangnya yang gurih dan sedikit pedas disatukan dengan rawon yang pekat menjadi unik.[1]
Sejarah Pecel Rawon
Pecel rawon telah dikenal di Banyuwangi sejak sekitar 1970. Hidangan ini muncul dari kawasan Banyuwangi Kota.[1]
Selain di Banyuwangi, hidangan ini juga cukup terkenal di Jember.

Penyajian
Penyajian pecel rawon cukup sederhana. Nasi putih yang diletakkan di tengah piring kemudian ditambahkan sayuran pecel di atas atau sampingnya, yang lalu diguyur dengan sambal kacang khas pecel.
Di atas nasi, diguyurkan kuah rawon hingga menggenangi piring, dengan daging rawon diposisikan di atas nasi. Taburan bawang goreng dan kerupuk atau rempeyek biasanya melengkapi sajian ini.
Tambahan lauk yang biasanya disajikan bersama pecel rawon adalah tempe, tahu, atau telur goreng.[2]
Daftar Referensi
- 1 2 "Pecel Rawon, Jejak Akulturasi Budaya dan Perjalanan Kuliner Legendaris Bumi Blambangan". TIMES Indonesia. 2023-08-26. Diakses tanggal 2026-10-27.
- ↑ "pecel rawon banyuwangi » Budaya Indonesia". budaya-indonesia.org. Diakses tanggal 2026-10-27.