Sego Cawuk adalah salah satu hidangan khas suku Osing yang cukup populer. Nama sego cawuk berasal dari bahasa Using yang artinya dimakan atau diambil dengan tangan.
Sego cawuk biasanya disajikan saat sarapan di pagi hari.
Komponen Sego Cawuk
Sego cawuk biasanya terdiri dari:
- Nasi putih hangat
- Gecok, yaitu parutan kelapa muda dengan bumbu khas
- Jagung bakar atau kukus yang dipipil atau diparut
- Kuah pindang, kuah yang dimasak dari ikan laut seperti tuna atau tongkol
- Lauk pendamping seperti telur pindang atau telur rebus, tahu cacah, kikil, dendeng, atau pepes ikan laut.
- Sambal pelengkap yaitu sambal serai.
Keunikan Sego Cawuk
Yang membuat sego cawuk berbeda dengan hidangan semacamnya adalah adanya gecok dan kuah pindang yang tidak ditemui di hidangan yang lain.
Gecok
Gecok dibuat dari parutan kelapa muda yang dibumbui bawang merah, bawang putih, kencur, kemiri sangrai, cabai keriting merah, gula dan garam secukupnya. Serai dan daun jeruk ditambahkan ke bumbu yang kemudian dihaluskan. Bahan tambahan lain biasanya adalah teri asin, yang membuat gecok lebih istimewa sebagai bagian dari sego cawuk. Jagung yang dibakar atau bisa juga direbus atau kukus kemudian dipipil, bisa dicampurkan langsung ke dalam gecok atau ditambahkan kemudian. Juga mentimun yang diiris tipis-tipis atau kadang dipotong dadu; ditambahkan langsung ke dalam gecok.[1]
Kuah Pindang
Yang dimaksud dengan kuah pindang[2] adalah kuah yang dibuat dengan bahan ikan laut yang menggunakan teknik khusus bernama gendam. Teknik gendam ini yang membuat rasanya menjadi unik, dan hanya bisa ditemui di Banyuwangi.[3]
Teknik memasak gendam kuah pindang ini adalah dengan memanaskan gula pasir hingga menjadi karamel, yang kemudian dicampur air. Jika sudah mendidih, tambahan bumbu rempah seperti laos dan asam wadung dicampurkan ke dalam air gula tersebut.[4] Selanjutnya, ikan laut seperti tuna atau tongkol yang sudah dimasak pindang dimasukkan ke dalam kuah tersebut dan dimasak sampai matang.
Penyajian
Nasi putih diletakkan dalam piring yang sudah dialasi kertas nasi atau daun pisang, kemudian gecok diletakkan di bagian atas nasi bersisian dengan lauk seperti telur pindang atau telur rebus, tahu cacah, kikil, dendeng, atau pepes ikan laut.
Sego cawuk dilengkapi dengan sambal serai atau sambal sereh yang memiliki aroma khas dan kerupuk. Saat ini, sendok garpu biasanya tetap disiapkan untuk yang membutuhkan saat menyantap sego cawuk.
Referensi
- ↑ Liputan6.com (2023-09-19). "Sego Cawuk, Sajian Khas Banyuwangi yang Dimasak dengan Cara Unik". liputan6.com. Diakses tanggal 2026-10-23.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link) - ↑ "Sego Cawuk » Budaya Indonesia". budaya-indonesia.org. Diakses tanggal 2026-10-23.
- ↑ Admin (2024-01-26). "Sego Cawuk Khas Banyuwangi, Gecoknya Bikin Spesial". JEJAK DOLAN. Diakses tanggal 2026-10-23.
- ↑ Liputan6.com (2023-09-19). "Sego Cawuk, Sajian Khas Banyuwangi yang Dimasak dengan Cara Unik". liputan6.com. Diakses tanggal 2026-10-23.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
Daftar Bacaan
- Otentik Jawa Timur, Jejak Rasa dan Identitas Kuliner Daerah; Mohammad Nasir, M.Sos.; Surabaya (2026); Cipta Publishing.