Minggu, 20 September 2026
09:57 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Petani

Petani

orang yang bekerja dalam sektor agrikultur

250px-Paddy_Field_Farmer_A.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Petani pada saat panen

Petani adalah seseorang yang bergerak di bidang pertanian, utamanya dengan cara melakukan pengelolaan tanah dengan tujuan untuk menumbuhkan dan memelihara tanaman (seperti padi, bunga, buah, kopi dan lain lain), dengan harapan untuk memperoleh hasil dari tanaman tersebut untuk digunakan sendiri ataupun menjualnya kepada orang lain. Mereka juga dapat menyediakan bahan mentah bagi industri, seperti serealia untuk minuman beralkohol, buah untuk jus, dan wol atau kapas untuk penenunan dan pembuatan pakaian.

250px-Harvesting_seaweed_in_Jambiani.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Petani rumput laut sedang panen

Setiap orang bisa menjadi petani, baik itu mengolah lahan milik pribadi atau mempekerjakan pekerja tani untuk mengolah lahan pemilik. Artinya, seseorang disebut petani berdasarkan bidang pekerjaannya, bukan kepemilikan lahannya. Di sebagian besar negara maju, "petani" biasanya adalah pemilik lahan pertanian (pemilik tanah), sementara karyawan pertanian dikenal sebagai pekerja pertanian (atau buruh tani). Namun, dalam definisi lama lainnya, petani adalah orang yang mendorong atau meningkatkan pertumbuhan tanaman, lahan, atau tanaman pangan atau memelihara hewan (seperti ternak atau ikan) dengan kerja keras dan perhatian.

Lebih dari setengah miliar petani adalah petani kecil, yang sebagian besar berada di negara berkembang dan secara ekonomi menghidupi hampir dua miliar orang. Secara global, perempuan merupakan lebih dari 40% karyawan pertanian.

Sejarah

250px-Nepali_farmer.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Petani tradisional dengan kerbau untuk membajak tanah, sebuah metode yang masih dilakukan sejak ribuan tahun yang lalu
250px-JDTractor_chisel-plough.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Petani modern dengan traktor dan implemen untuk membajak tanah
Artikel utama: Sejarah pertanian

Bercocok tanam telah dilakukan sejak zaman Neolitik. Di Zaman Perunggu (5000 hingga 4000 SM), bangsa Sumeria memiliki pembagian kerja di bidang pertanian. Ketika panen, pekerjaan dilakukan secara berkelompok dengan jumlah orang dalam setiap grup sebanyak tiga orang.[1]

Sedangkan usaha peternakan telah ada sejak ribuan tahun. Anjing telah didomestikasikan sejak 15000 tahun yang lalu di Asia Timur untuk keperluan berburu. Kambing dan domba didomestikasikan sejak 8000 tahun SM di Asia. Babi didomestikasikan di Timur Tengah dan China sejak 7000 tahun SM. Kuda didomestikasikan sejak tahun 4000 SM.[2]

Kemajuan teknologi

Di AS pada tahun 1930-an, seorang petani hanya dapat menghasilkan cukup makanan untuk memberi makan tiga konsumen lainnya. Seorang petani modern menghasilkan cukup makanan untuk memberi makan lebih dari seratus orang. Namun, beberapa penulis menganggap perkiraan ini cacat, karena tidak memperhitungkan bahwa pertanian membutuhkan energi dan banyak sumber daya lain yang harus disediakan oleh pekerja tambahan, sehingga rasio orang yang diberi makan terhadap petani sebenarnya lebih kecil dari 100 banding 1.

Metode bercocok tanam

Di negara miskin atau kebudayaan pra-industri, kebanyakan petani melakukan pertanian subsisten, sebuah sistem pertanian organik yang mendayagunakan rotasi tanaman, penyisihan benih, tebang dan bakar, atau metode lainnya.

Di negara maju, petani memiliki sebidang lahan yang luas dan pembudidayaan dilakukan dengan memanfaatkan mesin pertanian untuk mendapatkan efisiensi tinggi. Dengan menggunakan mesin, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan menjadi jauh berkurang.

Organisasi Petani

Petani sering kali menjadi anggota serikat petani lokal, regional, atau nasional atau organisasi produsen pertanian dan dapat memberikan pengaruh politik yang signifikan. Gerakan Grange di Amerika Serikat efektif dalam memajukan agenda petani, terutama terhadap kepentingan perusahaan kereta api dan agribisnis di awal abad ke-20. FNSEA sangat aktif secara politik di Prancis, terutama yang berkaitan dengan makanan yang dimodifikasi secara genetik. Produsen pertanian, baik kecil maupun besar, diwakili secara global oleh Federasi Produsen Pertanian Internasional (IFAP), yang mewakili lebih dari 600 juta petani melalui 120 serikat petani nasional di 79 negara.

Petani terkenal

Topik berhubungan

Referensi

  1. By the sweat of thy brow: Work in the Western world, Melvin Kranzberg, Joseph Gies, Putnam, 1975
  2. "Breeds of Livestock - Oklahoma State University". Ansi.okstate.edu. Diakses tanggal 2011-12-10.

Bahan bacaan terkait

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Farmers.
Borjuis Kelas atas Kelas penguasa Bangsawan Kerah putih
Borjuis pekerja Kelas menengah atas Kelas kreatif Gentry Kerah biru
Proletariat Kelas menengah Kelas budak Orang kaya baru/Vulgar Kerah abu-abu
Lumpenproletariat Kelas menengah bawah Kelas menengah bawahan Uang lama Kerah emas
Petani/Hamba Kelas pekerja Kelas bawah Kelas rendahan Kerah merah muda
Tanpa kelas Kerah hijau
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan