Minggu, 20 September 2026
17:59 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Kelas atas

Kelas atas

kelas sosial yang terdiri dari orang-orang dengan status sosial tertinggi, biasanya adalah anggota masyarakat terkaya dan memiliki kekuatan politik yang besar.

330px-Retrato_de_familia_Fagoaga_Arozqueta_-_An%C3%B3nimo_ca.1730.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret keluarga Fagoaga Arozqueta, sekitar 1730. Keluarga ini adalah bagian dari kelas atas di Mexico City, Spanyol Baru. (pelukis tidak diketahui)
330px-Harrods_1909.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Toko serba ada Harrods di London, 1909

Kelas atas dalam masyarakat modern adalah kelas sosial yang terdiri dari orang-orang dengan status sosial tertinggi, biasanya adalah anggota masyarakat terkaya dan memiliki kekuatan politik yang besar.[1] Menurut pandangan ini, kelas atas umumnya dibedakan oleh kekayaan luar biasa yang diturunkan dari generasi ke generasi.[2] Sebelum abad ke-20, penekanannya adalah pada aristokrasi, generasi berstatus bangsawan yang diwarisi turun-temurun, bukan hanya sekadar orang kaya baru.[3]

Karena kelas atas dari suatu masyarakat mungkin tidak lagi memerintah masyarakat di mana mereka tinggal, mereka sering disebut sebagai kelas atas lama dan mereka sering berbeda secara budaya dari orang kaya baru kelas menengah yang cenderung untuk mendominasi kehidupan publik dalam alam demokrasi sosial modern. Menurut pandangan terakhir yang dipegang oleh kelas atas tradisional, tidak ada jumlah kekayaan atau ketenaran individu yang akan membuat seseorang dari latar belakang yang tidak istimewa menjadi anggota kelas atas karena seseorang harus dilahirkan dalam keluarga dari kelas itu dan dibesarkan dengan cara tertentu sehingga dapat memahami dan berbagi nilai-nilai, tradisi, dan norma budaya kelas atas. Istilah ini sering digunakan bersama dengan istilah-istilah seperti kelas menengah atas, kelas menengah, dan kelas pekerja sebagai bagian dari model stratifikasi sosial.

Di Inggris, Wales, Skotlandia, dan Irlandia, "kelas atas" secara tradisional terdiri dari tuan tanah yang kaya raya dan aristokrasi keluarga bangsawan dengan gelar turun-temurun. Sebagian besar keluarga aristokrat pasca abad pertengahan berasal dari kelas pedagang dan mendapat gelar kebangsawanan saat kawin campur antar kelas sosial dengan bangsawan senior antara abad ke-14 dan ke-19 .[4] Sejak Perang Dunia Kedua, istilah ini juga mencakup anggota kelas manajerial dan profesional yang kaya raya dan berkuasa.[5]

Referensi

  1. Bartels, Larry (8 April 2014). "Rich people rule!" via www.washingtonpost.com.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Akhbar-Williams, Tahira (2010). "Class Structure". Dalam Smith, Jessie C. (ed.). Encyclopedia of African American Popular Culture, Volume 1. ABC-CLIO. hlm. 322. ISBN 978-0-313-35796-1.
  3. Gregory Mantsios (2010). "Class in America – 2009". Dalam Rothenberg, Paula S. (ed.). Race, class, and gender in the United States: an integrated study (Edisi 8th). New York: Worth Publishers. hlm. 179. ISBN 978-1-4292-1788-0.
  4. Toynbee, Arnold (1960). Study of History: Abridgement of Vols I-X in one volume. Oxford University Press.
  5. Krummel, Victoria (2008). The Old Upper Class — Britain's Aristocracy. Akademische Schriftenreihe. GRIN Verlag. hlm. 5. ISBN 978-3-638-74726-4.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan