Selasa, 29 September 2026
03:39 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Pallu butung

Pallu butung

variasi makanan khas Indonesia

Pallu Butung
250px-Es_palu_butung.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
SajianHidangan penutup
Makanan ringan
Tempat asalIndonesia Indonesia
DaerahSulawesi Selatan
Suhu penyajianDisajikan hangat maupun dingin
Bahan utamaPisang raja
Santan
Tepung beras
Gula pasir
Garam
Vanili

Pallu Butung atau Pallu Santang adalah makanan khas Suku Makassar di Sulawesi Selatan, makanan ini sering dijadikan hidangan untuk berbuka puasa di saat bulan Ramadan. Pallu Butung ini hampir mirip dengan Pisang Ijo.[1] Perbedakan mendasar pallu butung dari es pisang ijo adalah penggunaan kulit adonan. Pisang pada pallu butung disajikan polos atau tidak dibungkus, sementara pisang ijo identik dengan pisang yang dibalut secara merata dengan adonan tepung berwarna hijau.[2]

Pallu Butung terbuat dari campuran tepung beras, santan, gula pasir, daun pandan, vanili dan garam yang kemudian sampai matang dan kental. lalu dimasukkan potongan-potongan pisang raja yang juga sudah masak lalu diaduk. Pallu Butung dapat dihidangkan hangat-hangat, juga bisa dihidangkan dingin dengan menambah parutan es di atasnya. Pallu Butung juga bisa ditambahkan sedikit sirup untuk menambah warna dan rasa manis.[3]

Asal-usul Pallu Butung

Menurut Dr. Firman Saleh, seorang Budayawan Bugis-Makassar dari Universitas Hasanuddin (Unhas), hidangan tradisional ini memiliki dua nama berbeda: dalam bahasa Makassar disebut pallu butung, sementara dalam bahasa Bugis dikenal sebagai bella butung.[2]

Firman menjelaskan lebih lanjut tentang makna nama tersebut, menyatakan bahwa kata pallu berarti 'masak' atau 'pasak', dan butung merujuk pada 'pisang yang sudah matang' (bukan hangus). Oleh karena itu, pallu butung secara harfiah bermakna masakan dari pisang yang sudah matang. Ia menegaskan kembali bahwa nama pallu butung digunakan dalam bahasa Makassar, sedangkan bahasa Bugis menyebutnya bella butung.[2]

Firman menyebutkan bahwa pallu butung sudah populer di kalangan masyarakat Sulawesi Selatan sejak era penjajahan, tepatnya pada abad ke-17. Kemunculan hidangan ini adalah hasil kreativitas warga saat Sulawesi Selatan dilanda kelangkaan beras, di mana mereka menggabungkan pisang dengan tepung dan santan untuk menciptakan makanan alternatif ini.[2]

Meskipun tidak ada catatan pasti mengenai tahun kemunculan awalnya, Firman membenarkan bahwa pallu butung telah ada sejak masa sulit ketika beras menjadi langka di Sulawesi Selatan. Berdasarkan kisah sejarah, kondisi kelangkaan tersebut terjadi sekitar abad ke-17, yakni pada masa penjajahan. Ia menyimpulkan bahwa pallu butung adalah masakan kreatif yang dibuat dengan memasak campuran pisang, tepung, dan santan.[2]

Referensi

  1. ↑ "3 Resep Es Pallu Butung Khas Makassar, Segar Jadi Camilan Akhir Pekan". Liputan6. 27 Juli 2024. Diakses tanggal 17 April 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 5 Auliyah, Nur Afifah. "Pallu Butung, Kue Khas Bugis dari Olahan Pisang yang Manis dan Menyegarkan". detiksulsel. Diakses tanggal 2025-12-22.
  3. ↑ "Lezatnya Pallu Butung". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-11-24. Diakses tanggal 2013-07-14.
Hidangan umum
Makanan
120px-Tumpeng-Jawa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Minuman
Jajanan
Hidangan sampingan
Minuman beralkohol
Aceh
Batak
Gayo
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang
Badui
Betawi
Cirebon–Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Dayak
Melayu Kalimantan
Alor
Bali
Bima
Flores
Sasak
Sumba
Sumbawa
Timor
Bugis, Makassar, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Mongondow
Poso
Tolaki
Toraja
Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan atau minuman Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan