Kamis, 01 Oktober 2026
12:44 WIB
TERKINI
Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama
Mi gomak

Mi gomak

salah satu jenis olahan pasta

Bagikan:
250px-Mie_Gomak_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seporsi mi gomak yang siap dikonsumsi.

Mi gomak adalah masakan khas Batak Toba dan Sumatera Utara. Masakan ini adalah hidangan khas daerah sekitar Danau Toba, mulai dari Porsea, Balige, Laguboti, Tarutung, hingga Tapanuli Selatan. Mi gomak juga dapat ditemukan di berbagai daerah di Sumatera Utara, mulai dari Medan, Siantar, Parapat, Labuhan Batu, Sibolga, hingga Deli Serdang. Namun, Mi gomak sudah terkenal di berbagai provinsi dan juga beberapa masyarakat Indonesia yang berbeda provinsi menyukai hidangan khas Batak (Toba dan Mandailing) ini.[1]

Asal-usul

Mengenai asal-usul sebutan untuk menu ini beragam versi:

Sebagian menyebutkan, mungkin karena awalnya mi ini disajikan dengan cara "gomak" yang berarti "ambil" atau "peras" dalam bahasa Batak Toba. Mi akan di-gomak atau dipegang/digenggam dengan tangan kosong sebelum disajikan di piring.[2] Hingga sekarang sebagian penjual masih memakai tangan yang dilapisi plastik atau sarung tangan untuk menyajikan mi gomak. Sedangkan penjual yang lain menggunakan sendok atau garpu.[1]

Mi gomak dibuat dari tepung terigu. Ketika masih mentah, bentuk mi yang kaku dan lurus seperti lidi sehingga sering disamakan dengan masakan Italia, spageti. Maka dari itu, mi gomak juga disebut spageti Batak.[1][2]

Penyajian

Sekilas mi gomak mirip dengan mi aceh, tetapi kedua masakan ini punya perbedaan. Perbedaan utama terletak pada penggunaan bumbu rempah khas Batak, andaliman atau yang biasa disebut juga dengan merica Batak. Selain itu, tekstur mi juga berbeda. Mi aceh memakai mi kuning atau mi telur, sedangkan mi gomak memakai mi lidi berukuran besar dan padat sehingga tekstur yang dihasilkan kenyal, padat, dan tidak mudah putus saat dimasak.[1] Perbedaan selanjutnya dapat dilihat dari cara penyajiannya menggunakan kuah santan yang berisi aneka syuran di dalamnya. Sayuran yang sering digunakan adalah labu siam, Wortel atau buncis.

Sebagian besar penjual masih memasak hidangan ini di tungku tradisional. Konon, penggunaan tunggu tradisional dapat menjaga aroma saat dimasak dan bumbu semakin meresap dibandingkan dengan kompor biasa.[3]

Mi gomak ini dapat disajikan dengan atau tanpa kuah (mi goreng). Mi yang sudah direbus biasanya dibuat terpisah dengan kuah dan sambalnya; mi akan disiram kuah panas dan disajikan dalam keadaan panas. Sedangkan varian mi goreng dibuat dengan menumis mi dengan sedikit air. Mi biasa disajikan dengan telur rebus dan aneka gorengan, seperti ubi goreng,bakwan pisang goreng, tempe goreng, dan tahu goreng.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 "Indonesia.go.id - Mie Gomak, Spaghetti dari Toba". indonesia.go.id. Diakses tanggal 2022-03-12.
  2. 1 2 "Mie Gomak, Makanan Khas Sumatera Utara yang Biasa Disebut Spageti Batak". VOI - Waktunya Merevolusi Pemberitaan. Diakses tanggal 2022-03-12.
  3. ↑ Haryadi, Malvyandie. Haryadi, Malvyandie (ed.). "Mie Gomak, Kuliner Khas Toba Samosir yang Kaya Rempah, Harganya? Cuma Rp 5 Ribu!". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2022-03-12.

Pranala luar

Hidangan umum
Makanan
120px-Tumpeng-Jawa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Minuman
Jajanan
Hidangan sampingan
Minuman beralkohol
Aceh
Batak
Gayo
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang
Badui
Betawi
Cirebon–Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Dayak
Melayu Kalimantan
Alor
Bali
Bima
Flores
Sasak
Sumba
Sumbawa
Timor
Bugis, Makassar, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Mongondow
Poso
Tolaki
Toraja
Pembagian
Tari Tortor
Sistem kekerabatan
Bahasa dan
kesusastraan
Kuliner
Falsafah
Upacara adat
Seni budaya dan
kerajinan
Alat musik
tradisional
Kepercayaan dan
agama
Mitologi
Kekayaan budaya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan