Jumat, 09 Oktober 2026
09:11 WIB
TERKINI
Regional Sembahyang Imlek Penuh Khidmat di Wihara Thay Hin Bio Bandar Lampung Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Regional Sembahyang Imlek Penuh Khidmat di Wihara Thay Hin Bio Bandar Lampung Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas
Ayam betutu

Ayam betutu

variasi makanan khas Indonesia

Bagikan:
250px-Ayam_Betutu.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ayam Betutu
250px-BUMBU_AYAM_BETUTU.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bumbu ayam betutu

Ayam Betutu adalah makanan tradisional khas Bali yang terbuat dari ayam atau bebek utuh yang berisi bumbu, kemudian dipanggang dengan bara sekam. Ayam betutu merupakan jenis lauk pauk yang dibuat dari daging ayam yang telah dibersihkan, kemudian dibalurkan bumbu khas Bali yang dikenal dengan "base genep"[1] di seluruh permukaan daging ayam dan sebagian lagi dimasukkan ke dalam rongga abdomennya. Daging ayam yang telah dibumbui kemudian direbus atau langsung dibakar hingga menghasilkan aroma yang khas. Aroma yang muncul disebabkan karena adanya pemanasan yang menyebabkan air dan lemak daging ikut menguap. Makin banyak uap yang dihasilkan, makin kuat dan enak aromanya.[2]

Sejarah

Ayam Betutu merupakan kuliner khas Bali yang berasal dari Gianyar. Sejarah Ayam Betutu pertama bermula pada tahun 1976, dari olahan tangan, Ni Wayan Tempeh atau Men Tempeh yang berasal dari wilayah Abiansi, kota Gianyar. Kemudian, bersama dengan suaminya yang bernama I Nyoman Suratna yang berasal dari Bangli, Ni Wayan Tempeh mendirikan warung Ayam Betutu. Hidangan kuliner ini sudah dikenal sejak abad ke-15 pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit[3]

Nama Betutu sendiri berasal dari kata be dan tunu, Be artinya daging, dan tunu artinya bakar. Jadi secara harfiah adalah daging yang dibakar. Kuliner ini secara tradisional pada dasarnya merupakan ayam bakar yang dibalur dengan bumbu khas Bali yang bernama base genep lalu di panggang dengan bara sekam. Namun, seiring kemajuan zaman pembuatan Ayam Betutu juga dilakukan memakai oven atau alat panggang/bakar modern lain. Sebenarnya, Ayam Betutu merupakan hidangan untuk upacara keagamaan dan upacara adat di Bali, seperti otonan, odalan, dan juga acara pernikahan.

250px-BUMBU_AYAM_BETUTU.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bumbu ayam betutu

Sementara itu, pengolahan betutu sendiri khas dengan diberi lapisan pembungkus daun pinang, lalu diberi bara sekam. Kemudian dimasukan ke dalam tanah dari batu-batu yang sudah dipanaskan. Cara pengolahan ini merupakan warisan dari masa Majapahit yaitu masa abad ke-16, ketika pengaruh Islam masuk ke tanah Jawa. Setelah itu, diketahui bahwa banyak orang Majapahit yang merupakan pemeluk Hindu akhirnya pergi wilayah Bali. Berbagai pengaruh budaya yang ada pada masa Majapahit akhirnya beralih ke Bali salah satunya kuliner. Beberapa kuliner khas Bali hasil pengaruh budaya Majapahit, termasuk juga betutu.

Rasa awal masakan ini bercita rasa manis yang berasal dari Pulau Jawa, karena Islam pada saat itu sudah menyebar luas di Pulau Jawa. Akhirnya, dibawalah masakan tersebut ke Pulau Bali. Namun setelah dibawa ke Pulau Bali, cita rasa masakan Ayam Betutu tersebut berubah menjadi pedas yang dihasilkan dari bumbu khas Pulau Bali. Dan sampai sekarang masakan tersebut masih dipertahankan oleh masyarakat pulau bali dan menjadi masakan khas Pulau Bali.

Etimologi

Kata betutu berasal dari kata "tunu" yang berarti "bakar" dan dirangkai dengan kata "be" yang berarti "daging". Berdasarkan uraian tersebut, "betutu" berarti daging yang dibakar. Sehingga ayam betutu adalah ayam yang dibakar.[4]

Perayaan

Menurut tradisi Bali, ayam betutu biasanya disajikan pada saat upacara adat seperti odalan, otonan, maupun pernikahan. Selain itu, ayam betutu juga digunakan sebagai sajian pada upacara keagamaan dan upacara adat serta sebagai hidangan dan dijual. Konsumennya tidak hanya masyarakat Bali, tetapi juga tamu mancanegara yang datang ke Bali, khususnya pada tempat-tempat tertentu seperti di hotel dan rumah makan atau restoran.[4] Makanan ini juga sering dijadikan pengunjung sebagai oleh-oleh pertanada mereka pernah berkunjung ke bali. Makanan ini merupakan salah satu favorit para pengunjung yang sering dijadikan oleh-oleh setelah mereka berkunjung ke Bali. Banyak pusat oleh-oleh di Bali yang menyediakan makanan ini karena tingginya minat konsumen terhadap hidangan khas ini.

Kandungan Zat Gizi

  • Kadar air sebesar 60,87%
  • Kadar abu sebesar 1,84%
  • Kadar protein sebesar 14,69%
  • Kadar lemak 1,27%
  • Kadar karbohidrat sebesar 21,33%.

Proses dan Teknik Pengolahan Betutu

Ayam betutu membutuhkan waktu yang lama untuk dimasak serta memiliki cara yang unik dan rumit dalam pengolahannya. [3] Sebelum itu, ayam betutu dimasak satu ekor utuh dan dipanggang. Ada base genep yang sudah dihaluskan dioleskan ke seluruh permukaan ayam hingga rongga terdalam. Kemudian, ayam dimasak di atas api atau di dalam sekam. Namun, di beberapa daerah di Bali juga dimasak dengan air berbumbu jangkep sebelum ditunu.

Hidangan khas ini dimasak dengan memasukkanya ke dalam sekam, menutupnya, dan membakarnya di atas bara api. Langkah pertama, perut ayam dipenuhi dengan seluruh bumbu, lalu dibungkus dengan daun pisang, termasuk pelepah. Tujuannya yakni menghasilkan aroma ayam yang lebih sedap sesuai dengan karakteristik ayam betutu Bali.

Langkah berikutnya, ayam dibungkus dan ditanam di tanah dengan abra api dan sekam. Secara tradisional metode mengubur ayam seperti ini menghasilkan tingkat panas yang spesifik yaknis sekitar 8-10 jam. Proses pemanggangannya mirip seperti oven alami. Rasa yang dihasilkan adalah gurih, empuk, bumbu meresap sempurna dan aroma bakaran yang khas.

Referensi

  1. ↑ Media, Kompas Cyber (2022-11-01). "Asal-usul Ayam Betutu, Makanan Pedas Terenak di Dunia Versi CNN". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2023-05-16.
  2. ↑ Tania, Author (2020-12-09). "Makanan Enak, Cara Membuat Ayam Betutu Khas Bali, Resep Makanan". Poskota Jatim. Diakses tanggal 2023-05-16.{{cite news}}: |first= memiliki nama generik
  3. 1 2 Aesthetica, Grandis Tsaniya (2023). "Exploration of the History and Culture of Ayam Betutu from a Traditional Balinese Culinary". Indonesian Journal of Tourism and Hospitality Management (WAKATOBI). 2 (2): 143–154. doi:10.55927.{{cite journal}}: Periksa nilai |doi=
  4. 1 2 tim. "Ayam Betutu, Sajian Ritual hingga Jadi Hidangan Ikonik Bali". gaya hidup. Diakses tanggal 2023-05-16.
Hidangan umum
Makanan
120px-Tumpeng-Jawa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Minuman
Jajanan
Hidangan sampingan
Minuman beralkohol
Aceh
Batak
Gayo
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang
Badui
Betawi
Cirebon–Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Dayak
Melayu Kalimantan
Alor
Bali
Bima
Flores
Sasak
Sumba
Sumbawa
Timor
Bugis, Makassar, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Mongondow
Poso
Tolaki
Toraja
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan