Kamis, 08 Oktober 2026
11:44 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Otonan

Bagikan:

Otonan adalah upacara kelahiran (upacara ulang tahun) yang dilaksanakan oleh masyarakat Bali, Indonesia.[1] Upacara ini dilakanakan berdasarkan kelahiran pada Wuku kalender Bali.[1] Pelaksanaannya bersamaan dengan Sapta Wara, dan Panca Wara.[1] Tujuan upacara ini adalah untuk menebus kesalahan-kesalahan dan keburukan-keburukan terdahulu sehingga kehidupan sekarang mencapai kehidupan yang lebih sempurna.[2] Dalam upacara otonan, kelahiran dirayakan enam bulan sekali.[2]

Pelaksanaan

Upacara Otonan dilaksanakan pertama kali saat usia bayi berumur 210 hari.[2] Upacara otonan dipimpin oleh seorang pendeta, pemangku, atau tetua dalam keluarga.[2] Upacara Otonan bermakna sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada Hyang Widhi atas berkah dan rahmat yang diberikan-Nya.[2]

Adapun tata cara pelaksaan upacara Otonan ini adalah:

  1. Pendeta melakukan pemujaan untuk memohon kesaksian terhadap Hyang Widhi.[2]
  2. Melakukan pemujaan terhadap Siwa Raditya (Suryastawa).[2]
  3. Melakukan penghormatan kepada leluhur.[2]
  4. Melakukan pemujaan saat melaksanakan potong rambut.[2]
  5. Melakukan pemujaan saat Otonan dan bersembahyang.[2]

Upacara otonan dilakukan selama masa hidup.[2] Tradisi ini dilaksanakan di rumah dan biasanya upacara otonan yang pertama diadakan dengan meriah.[2] Untuk ritual potong rambut hanya diadakan sekali saja saat pertama yang berguna untuk membersihkan kotoran pada kulit kepala.[2] Apabila upacara otonan bertepatan dengan bulan purnama, maka akan diadakan lebih meriah.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 "Menebus Kesalahan dalam Upacara Otonan". bali.panduanwisata.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-07-14. Diakses tanggal 14 Juni 2014.11.00.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 "Upacara Otonan". wisatadewata.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-07-04. Diakses tanggal 14 Juni 2014.11.00.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan