Rabu, 07 Oktober 2026
21:45 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Odalan

Odalan

merupakan upacara peringatan hari lahirnya sebuah tempat suci umat Hindu yaitu Pura.

Bagikan:
250px-Salah_Satu_Upacara_Besar_Di_Pura_Agung_Besakih.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Odalan di Pura Besakih

Odalan atau Piodalan (Aksara Bali: ᬧᬶᬬᭀᬤᬮᬦ᭄) merupakan upacara keagamaan dalam agama Hindu di Bali yang dilaksanakan untuk memperingati hari lahir atau pendirian sebuah pura sebagai tempat suci. Istilah "odalan" berasal dari kata "wedal" yang berarti "keluar" atau "lahir". Upacara ini merupakan bentuk persembahan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) beserta seluruh manifestasinya.

Pelaksanaan odalan berbeda-beda mulai dari setiap 210 hari sekali berdasarkan kalender Pawukon, dan ada pula yang setahun sekali menurut kalender Saka. Selama odalan, rangkaian upacara meliputi pembersihan area pura, penyucian, persembahan sesaji, sembahyang bersama, serta berbagai aktivitas keagamaan lainnya.

Etimologi

Istilah "odalan" berasal dari kata "wedal" yang dalam bahasa Bali berarti "keluar" atau "lahir". Dengan demikian, odalan dimaknai sebagai hari peringatan diresmikannya atau disucikannya sebuah tempat suci sebagai tempat pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa).[1]

Selain istilah odalan atau piodalan, upacara ini juga dikenal dengan sebutan lain seperti pujawali, petoyan, atau petirtaan di beberapa daerah di Bali. Meskipun namanya berbeda, esensi dari upacara ini tetap sama, yaitu sebagai bentuk persembahan dan penghormatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta manifestasinya.[2]

Sejarah

Pelaksanaan odalan telah menjadi tradisi turun-temurun yang diwariskan dari generasi ke generasi. Sejarah tradisi odalan berakar dari perkembangan agama Hindu di Bali yang dimulai sekitar abad ke-8 Masehi. Pada masa itu, pengaruh Hindu mulai masuk ke Bali melalui hubungan perdagangan dan budaya dengan Jawa dan India.

Tradisi ini diyakini sudah berlangsung sejak masa kerajaan-kerajaan Hindu di Bali, terutama saat berkembangnya ajaran Siwa-Buddha pada abad ke-9 hingga ke-14. Pada masa pemerintahan Raja Udayana Warmadewa dan permaisurinya, Mahendradatta, sistem keagamaan Hindu semakin terstruktur dan banyak pura didirikan, sehingga tradisi odalan semakin kuat. Pendirian pura sebagai tempat pemujaan dewa-dewa Hindu menjadi bagian integral dari kehidupan spiritual masyarakat Bali. Setiap pura memiliki hari peringatan khusus yang ditetapkan berdasarkan kalender Bali, baik kalender Pawukon yang berputar setiap 210 hari maupun kalender Saka yang berputar setiap 12 bulan. Penetapan hari odalan biasanya didasarkan pada upacara penyucian pertama kali pura tersebut, seperti upacara Melaspas atau Ngenteg Linggih, yang menandai peresmian dan penyucian tempat suci tersebut.

Makna dan Tujuan

Referensi

  1. ↑ Tresnawati, Ni Kadek Restu. "Mengenal Odalan atau Piodalan, Upacara Peringatan Suci Menurut Hindu di Bali". detikbali. Diakses tanggal 2025-02-27.
  2. ↑ NusaBali. "Piodalan: Wujud Simbiosis Mutualisme Umat Hindu". www.nusabali.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-02-27.
Ikon rintisan

Artikel bertopik agama Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan