Kamis, 01 Oktober 2026
07:13 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Hidangan Minahasa

Hidangan Minahasa

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
250px-Cuisine_of_Manado_Jakarta.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Masakan Manado di Restoran Pinkan Manado Delights, Mall Ambassador, Jakarta

Hidangan Minahasa adalah tradisi memasak orang Minahasa di Sulawesi Utara. Meskipun dikenal sebagai Masakan Manado, beberapa kota di Sulawesi Utara yaitu Bitung, Tomohon dan Tondano juga dikenal sebagai pusat kuliner Minahasa. Masakan Manado juga dikenal karena memiliki variasi di makanan laut (boga bahari), jumlah cabai yang banyak, daging eksotis, dan kue-kue dengan pengaruh Eropa. Masakan Manado yang populer adalah: tinutuan (juga dikenal sebagai bubur manado), cakalang fufu, mi cakalang, paniki (daging kelelawar), ayam atau aneka makanan laut yang dibumbui rempah-rempah rica-rica atau woku, ayam tuturuga, dan brenebon.

250px-Tumpeng_Kompas_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini merupakan bagian dari seri
Hidangan Indonesia
20px-Flag_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalIndonesia
20px-Foodlogo2.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalMakanan

Meskipun tidak sepopuler Masakan Padang, Masakan Jawa dan Masakan Sunda, ada peningkatan kesadaran akan masakan Manado di kancah masakan Indonesia. Sejumlah restoran Manado tumbuh di kota-kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya, Semarang, Yogyakarta dan Makassar.[butuh rujukan]

Sebagian besar hidangan khas Minahasa mengandung cabai. Hal ini merupakan warisan dari sejarah masa lalu Sulawesi Utara yang berkaitan dengan perebutan kekuasaan dan penyebaran agama pada beberapa abad yang lalu. Pemakaian rica (cabai dalam bahasa Minahasa) dalam hidangan Minahasa dijumpai dalam beberapa bahan mulai dari sayuran, lauk baik dari ikan laut, ikan air tawar bahkan camilan seperti pisang goreng.[1]

Cabai dikenalkan oleh Spanyol yang dibawa dari Amerika Latin setelah menjajah mereka dan menguasai Filipina. Kedatangan bangsa Spanyol ke Sulawesi Utara pada 1570 bersamaan dengan misi penyebaran agama dan membaptis penduduk. Sedangkan tomat diperkenalkan oleh Portugis pada tahun 1563 seiring dengan keperluan mereka untuk menyebarkan agama dan membaptis Raja Manado sebelum Sultan Khairun dari Ternate mengislamkannya.[1]

Orang-orang Minahasa yang hidup di daerah pegunungan, menggunakan cabai yang panas dan mencampurnya dengan rempah-rempah lokal dan menyebarkan kulinernya ke daerah pesisir seperti ke Manado, Amurang dan Belang. Pertukaran budaya ini diperkirakan dimulai pada awal abad ke-19 hingga awal abad ke-20 dan makin meningkat seiring dengan makin ramainya perdagangan antar daerah.[1]

Penggunaan satwa liar juga menjadi salah satu ciri hidangan Minahasa. Salah satu hewan tersebut adalah kawok atau tikus hutan yang merupakan sajian umum saat pesta. Namun, awalnya satwa liar seperti ular, kelelawar dan tikus diburu karena dianggap hama tanaman kebun mereka. Penggunaan cabai yang banyak diperlukan untuk menghilangan aroma tanah dan hutan. Terdapat 12 jenis tikus hutan dengan jenis paling disukai adalah saluan, tikus pohon dengan ekor dan perut putih.[1]

Selain itu, hidangan Minahasa juga menggunakan bambu sebagai alat memasak. Tidak diketahui sejak kapan bambu dipakai dalam proses memasak, tetapi diperkirakan bambu telah digunakan sebelum dunia luar kontak dengan Minahasa. Bambu digunakan saat acara penting seperti perkawinan dan kematian. Pada zaman dulu, bambu akan digantung di loteng rumah dan pangkalnya akan dipanaskan di tungku. Setelah gempa bumi 1832, bambu dimanfaatkan dalam proses memasak dengan tujuan agar masakan tidak mudah tumpah.[1]

Untuk membuat rasa asam dan menghilangkan amis pada ikan maupun daging, orang Minahasa menggunakan jeruk kasturi atau biasa disebut lemon cui. [1]

Daftar hidangan

Makanan utama

  • Cakalang fufu, cakalang tuna asap
  • Mi cakalang
  • Woku, atau variannya woku belanga; ayam, babi atau ikan di bumbu woku
  • Rica-rica, ayam atau ikan dibumbui dengan banyak cabe rawit
  • Kuah asam Manado
  • Nasi kuning, nasi kunyit, meski resep serupa juga dikenal di seluruh Indonesia
  • Paniki daging kelelawar, RW (Rintek Wu'uk), Tusak/daging kucing, Kawok/Peret daging tikus hutan, Patola daging ular, dan Yaki daging monyet
  • Tinutuan, juga dikenal sebagai bubur manado
  • Dabu-dabu lilang, bumbu pedas yang terbuat dari irisan tomat, cabe rawit, bawang merah, air jeruk lemon, garam, dan sedikit minyak goreng.
  • Tinorangsak, daging babi yang dibumbui, dicampur darah diisi di dalam bambu dan dibakar di atas api

Sayuran

Makanan ringan

  • Klappertaart
  • Lalampa, lemper khas Manado
  • Biapong, bakpao khas Manado. Bakpao adalah makanan ringan favorit orang Manado yang memiliki keterkaitan dengan Biapong / Bakpao Kawangkoan yang legendaris yang dipelopori oleh Rumah Kopi Gembira Kawangkoan (berdiri tahun 1946) dan kemudian diikuti oleh beberapa Rumah Kopi lainnya yang menyediakan bakpao sebagai pendamping minum kopi.[butuh rujukan]
  • Panada
  • Pisang goroho, pisang goreng khas Manado, biasanya sering dimakan bersama sambal roa
  • Es brenebon, es kacang merah
  • Nasi jaha
  • Kue kokoleh

Galeri

  • Babi bulu
    Babi bulu
  • Babi tinorangsak
    Babi tinorangsak
  • Brenebon dengan daging babi
    Brenebon dengan daging babi
  • Cakalang fufu
    Cakalang fufu
  • Bobara kuah asam
    Bobara kuah asam
  • Klaapertaart
    Klaapertaart
  • Mi cakalang dan tude rica-rica
    Mi cakalang dan tude rica-rica
  • Nasi kuning Manado
    Nasi kuning Manado
  • Paniki
    Paniki
  • Sayur bunga pepaya
    Sayur bunga pepaya

Lihat juga

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Masakan Mando.

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 Hamid, Sadika (1 Desember 2014). Politik Cabai, Majalah Tempo Edisi Khusus Antropologi Kuliner Indonesia. Jakarta: PT Tempo Inti Media. hlm. 125–131.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Hidangan umum
Makanan
120px-Tumpeng-Jawa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Minuman
Jajanan
Hidangan sampingan
Minuman beralkohol
Aceh
Batak
Gayo
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang
Badui
Betawi
Cirebon–Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Dayak
Melayu Kalimantan
Alor
Bali
Bima
Flores
Sasak
Sumba
Sumbawa
Timor
Bugis, Makassar, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Mongondow
Poso
Tolaki
Toraja
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan