Jumat, 30 Oktober 2026
18:18 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Serbat Kueni

makanan atau masakan lampung

Bagikan:
Serbat Kweni
JenisMinuman tradisional
Tempat asalIndonesia
DaerahLampung
Bahan utamaBuah kweni (Mangifera odorata), gula, rempah

Serbat kweni (juga dieja serbat kueni, serbat kuweni) adalah minuman tradisional khas Lampung yang dibuat dari buah kweni (sejenis mangga, Mangifera odorata), gula (gula merah atau gula pasir), dan sering ditambahkan biji selasih serta es. Minuman ini populer sebagai penyegar dan kerap disajikan pada acara adat, buka puasa, atau sebagai pendamping sajian kuliner Lampung karena rasa asam-manis dan aroma buah kweni yang khas.[1]

Asal-usul dan Penyebaran

Serbat kweni berkembang seiring dengan pemanfaatan tanaman lokal dalam tradisi kuliner Lampung. Buah kweni telah lama dikenal oleh masyarakat Lampung sebagai buah pekarangan yang bernilai ekonomi dan budaya. Dalam catatan etnografi, masyarakat Lampung memanfaatkan kweni tidak hanya sebagai buah konsumsi segar, tetapi juga sebagai bahan minuman tradisional yang diolah dengan cara direbus atau diseduh bersama gula dan rempah-rempah. Penyebaran serbat kweni terutama terdapat di wilayah Lampung pesisir dan pedalaman yang masih mempertahankan pola hidup tradisional. Minuman ini kerap disajikan dalam acara adat seperti nayuh (pernikahan adat), pertemuan penyimbang, dan kegiatan gotong royong sebagai simbol penghormatan kepada tamu.[2]

Bahan dan Proses Pembuatan

Bahan utama serbat kweni adalah buah kweni yang sudah matang, ditandai dengan aroma khas yang kuat. Buah dikupas, dipotong kecil, lalu direbus atau diseduh dengan air panas. Gula aren atau gula pasir ditambahkan sebagai pemanis, sementara beberapa daerah menambahkan rempah seperti kayu manis atau cengkih untuk memperkaya cita rasa. Proses perebusan bertujuan mengekstraksi aroma dan rasa khas kweni sehingga menghasilkan minuman yang harum dan menyegarkan.[3]

Fungsi Sosial dan Budaya

Dalam konteks budaya Lampung, serbat kweni memiliki fungsi sosial yang penting. Penyajiannya kepada tamu mencerminkan nilai nemui nyimah, yaitu sikap ramah dan terbuka terhadap pendatang. Minuman ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial karena sering disajikan dalam suasana kebersamaan dan musyawarah adat. Kehadiran serbat kweni dalam acara adat menunjukkan keterikatan masyarakat Lampung dengan alam dan hasil bumi lokal yang dimanfaatkan secara berkelanjutan.[4]

Nilai Gizi dan Pemanfaatan Tradisional

Buah kweni dikenal mengandung vitamin C, serat, dan senyawa aromatik alami yang memberikan aroma khas. Dalam pengetahuan tradisional, serbat kweni dipercaya membantu menyegarkan tubuh dan meningkatkan nafsu makan. Pemanfaatan buah lokal sebagai minuman tradisional mencerminkan kearifan lokal masyarakat Lampung dalam menjaga kesehatan melalui bahan alami.[5]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Susilawati, Susilawati (2025-02-28). "Serbat Kweni, Minuman Khas Lampung". RRI. Diakses tanggal 2025-10-07.
  2. ↑ Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
  3. ↑ Suryadi, A. (2018). Kuliner Tradisional Sumatra. Yogyakarta: Ombak.
  4. ↑ Yulianto, R. (2019). Struktur Sosial dan Nilai Adat Lampung. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
  5. ↑ Heyne, K. (1987). Tumbuhan Berguna Indonesia. Jakarta: Badan Litbang Kehutanan.
Hidangan umum
Makanan
120px-Tumpeng-Jawa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Minuman
Jajanan
Hidangan sampingan
Minuman beralkohol
Aceh
Batak
Gayo
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang
Badui
Betawi
Cirebon–Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Dayak
Melayu Kalimantan
Alor
Bali
Bima
Flores
Sasak
Sumba
Sumbawa
Timor
Bugis, Makassar, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Mongondow
Poso
Tolaki
Toraja
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan