Jumat, 06 November 2026
06:58 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Burasa

Burasa

sejenis kudapan beras berbalut daun khas Sulawesi Selatan

Bagikan:
330px-Kue_buras.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Burasa dimakan dengan Bajabu Kaluku

Burasa atau Burasa' adalah salah satu panganan khas Makassar dan masyarakat Sulawesi Selatan. Penganan ini dalam bahasa Indonesia dikenal juga dengan nama Buras.[1][2] Makanan ini berbeda dengan lontong karena bentuknya yang agak pipih, dan dimasak dengan cara tersendiri. Burasa merupakan makanan yang selalu ada pada Hari Raya Lebaran, biasanya tersaji bersama kaluku atau parutan kelapa yang disangrai, serta bisa juga sebagai pelengkap makanan berkuah lainnya.

250px-Buras_Banjar_001.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buras Banjar dengan sambal kacang

Panganan ini terbuat dari beras yang dimasak terlebih dahulu dengan santan yang banyak hingga menjadi nasi lembek, dan selanjutnya dibungkus dengan daun pisang. Biasanya satu ikatan Burasa terdiri dari 2 hingga 3 bagian yang diikat menggunakan tali rafia atau tali dari karung. Setelah diikat, Burasa kemudian disusun dalam kuali atau belanga, lalu ditambahkan air hingga Burasa yang disusun terendam sepenuhnya. Kemudian Burasa direbus hingga matang atau ketika teksturnya sudah mengeras namun tetap lembut.[3] Durasi merebus diperhitungkan dari jumlah Burasa yang dimasak.

Panganan ini juga biasanya ditemui di luar provinsi Sulawesi Selatan seperti Gorontalo, Kalimantan dan beberapa daerah lain di Indonesia dan Malaysia. Di Kalimantan Selatan, burasa lebih dikenal sebagai lapat. Berbeda dari masyarakat Sulawesi Selatan yang terbiasa memakan burasa dengan kaluku "kelapa", masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan umumnya menyantap burasa dengan sambal kacang dan sering disajikan ketika lebaran. Mungkin karena banyaknya orang-orang dari Sulawesi Selatan yang merantau dan menetap di daerah-daerah tersebut sehingga panganan ini ikut menjadi bagian dari tradisi hari lebaran di daerah-daerah tersebut.[4][5]

Selain untuk hidangan pada hari lebaran, burasa juga banyak dipilih sebagai makanan untuk bekal dalam perjalanan karena mampu bertahan hingga dua hari. Masyarakat Sulawesi Selatan lebih sering dijadikan teman makan untuk Coto Makassar, Pallu Konro, Pallubasa, Dangkot dan makanan yang berkuah lainnya.

Varian Lain

Buras Banjar

Buras banjar adalah salah satu varian makanan burasa asal Kalimantan Selatan yang dimakan dengan kuah kacang berawarna kemerahan. Buras banjar terdiri atas bahan dasar beras, santan, dan juga bahan lainnya. Bahan-bahan tersebut di bungkus menggunakan daun pisang, kemudian di rebus ke dalam panci. Biasanya Buras Banjar disajikan bersama siraman kuah kacang yang manis dan pedas.[6]

Referensi

  1. ↑ "Arti kata buras". Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud. KBBI Daring. Diakses tanggal 17 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Buras pesaing ketupat!". Penganan ini juga dikenal dengan nama ... Diakses tanggal 2011-12-29.[pranala nonaktif permanen]
  3. ↑ "Buras: Lontong Gurih Khas Sulawesi dengan Cita Rasa Unik". www.indonesia.travel. Diakses tanggal 2026-04-12.
  4. ↑ "Ini Kuliner Lebaran Khas Sulawesi Tenggara". Suarakendari.com. 2021-05-12. Diakses tanggal 2022-08-15.
  5. ↑ "SATU HARI BERSAMA KULINER DAERAH". Bulir Jeruk. 2017-03-04. Diakses tanggal 2023-11-15.
  6. ↑ "Buras Banjar, Sajian Lebaran Khas Kalimantan Selatan | Dapur Kintamani". www.dapurkintamani.com. 2021-05-07. Diakses tanggal 2023-11-24.
Hidangan umum
Makanan
120px-Tumpeng-Jawa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Minuman
Jajanan
Hidangan sampingan
Minuman beralkohol
Aceh
Batak
Gayo
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang
Badui
Betawi
Cirebon–Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Dayak
Melayu Kalimantan
Alor
Bali
Bima
Flores
Sasak
Sumba
Sumbawa
Timor
Bugis, Makassar, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Mongondow
Poso
Tolaki
Toraja
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan