Minggu, 11 Oktober 2026
20:14 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
Kereta api Bima

Kereta api Bima

layanan kereta api di Indonesia

Bagikan:
Untuk kegunaan lain, lihat Bima (disambiguasi).
Kereta api Bima
330px-Bima_New_Generation.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kereta api Bima dengan Lokomotif berstiker Biodiesel B40 minyak kelapa sawit dan rangkaian kereta eksekutif generasi terbaru, melintasi Jl Walet, Tambun.
Informasi umum
Jenis layananKereta api antarkota
StatusBeroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi I Jakarta
PendahuluJava Nacht Express
Mulai beroperasi1 Juni 1967 (1967-06-01)
(59 tahun, 132 hari)
Operator saat iniKereta Api Indonesia
Situs webhttps://www.kai.id
Lintas pelayanan
Stasiun awalGambir
Stasiun akhirSurabaya Gubeng
Jarak tempuh821 km
Waktu tempuh rerata10 jam 22 menit
Frekuensi perjalananSatu kali keberangkatan tiap hari
Jenis relRel berat
Pelayanan penumpang
KelasEksekutif dan compartment suite
Pengaturan tempat duduk
  • 50 tempat duduk disusun 2–2 (eksekutif)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
  • 16 tempat duduk disusun 1-1 (compartment suite)
    kursi dapat direbahkan menjadi tempat tidur sehingga kursi bisa diputar sesuai arah lajur kereta
Pengaturan tempat tidurAda (hanya untuk kelas compartment suite)
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks, dengan blinds, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburanAda
Fasilitas bagasiAda (hanya di interior kereta eksekutif)
Fasilitas lainLampu baca, toilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, penyejuk udara, peredam suara.
Teknis sarana dan prasarana
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional80 s.d 120 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal7-8
Peta rute
Untuk KA:
ke Jakarta Kota
Gambir
Transjakarta
ke Tanah Abang
ke Bogor
ke Jakarta Kota (via Pasar Senen)
Jatinegara
20px-Jakarta_KRL_C.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Transjakarta
DKI Jakarta
Jawa Barat
Bekasi
20px-Jakarta_KRL_C.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
ke Bandung
 
Cirebon
ke Surabaya (via Semarang)
Jawa Barat
Jawa Tengah
ke Tegal
Purwokerto
Trans Banyumas Trans Jateng
ke Cilacap dan
Bandung
Kroya
Kebumen
Kutoarjo
P Trans Jateng Terminal Kutoarjo
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Ke YIA Bandara Internasional Yogyakarta
Yogyakarta
Y P YA Trans Jogja
DI Yogyakarta
Jawa Tengah
ke Wonogiri
Solo Balapan
Y AS Trans Jateng Batik Solo Trans Terminal Tirtonadi
Ke Semarang
Jawa Tengah
Jawa Timur
Madiun
Nganjuk
Kertosono
ke Malang
Jombang
Mojokerto
ke Sidoarjo
ke Banyuwangi
Surabaya Gubeng
J S A D P Trans Semanggi Suroboyo
ke Sidotopo
Ke Surabaya Pasarturi
Ke Surabaya Kota
Keterangan:
  • Hanya KA Bima arah Jakarta (KA 7) yang tidak berhenti di Bekasi

Kereta api Bima merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif dan compartment suite yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia (KAI) untuk melayani relasi Gambir–Surabaya Gubeng melalui lintas selatan Jawa. Kereta api ini memiliki waktu keberangkatan dari stasiun awal pada petang hari dan tiba di stasiun akhir pada keesokan paginya, berkebalikan dengan kereta api Argo Semeru.

Kereta api Bima diluncurkan pada 1 Juni 1967 bersamaan dengan pengoperasian kereta api Limex Sriwijaya. Per tahun 2002, kereta api Bima beroperasi menggunakan bekas rangkaian purwarupa kereta api JS950 Argo Bromo sebelum beroperasi menggunakan rangkaian kereta keluaran 2016 serta keluaran tahun 2018 buatan PT Industri Kereta Api (INKA). Kereta api Bima melayani relasi tersebut pada jadwal malam yang merupakan penerus dari kereta api Java Nacht Express yang diluncurkan pada tahun 1936 dan Bintang Sendja pada tahun 1961.

Asal-usul jenama

Ada dua versi asal-usul jenama Bima. Yang pertama adalah, nama tersebut diambil dari salah satu tokoh protagonis dalam wiracarita Mahabharata yang dikenal sebagai tokoh Pandawa, Bima. Yang kedua, nama tersebut berasal dari nama kependekan dari "Biru Malam".[1][2]

Sejarah

Awal pengoperasian kereta api

Layanan kereta tidur

250px-Kereta_Pembangkit_P_0_67_02.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Salah satu kereta pembangkit buatan Waggonbau Görlitz tahun 1967 yang dulu dipakai oleh KA Bima, kini dipakai oleh KA Ranggajati

Kereta api Bima pertama kali beroperasi pada 1 Juni 1967, dengan rute lintas selatan Jawa. Kereta api ini dilengkapi kereta tidur berwarna biru buatan Waggonbau Görlitz, Jerman Timur. Selama tahun 1960-an hingga awal 1980-an, kereta api Bima beroperasi dengan susunan rangkaian kereta: 1 buah lokomotif (bercorak hijau-kuning PNKA/PJKA), 2 kereta tidur kelas I (SAGW), 2 kereta tidur kelas II (SBGW), 1 kereta makan (FW), 1 kereta pembangkit (DPW), dan 1 kereta bagasi. Kereta tidur SAGW—diperuntukkan bagi penumpang yang membayar tiket termahal—dilengkapi jendela lebar dengan lorong dan kompartemen yang luas, serta fasilitas lain seperti lemari pakaian, wastafel, serta tempat tidur yang dapat dilipat menjadi tempat duduk dan menghadap arah perjalanan, sedangkan kereta tidur SBGW dilengkapi kaca jendela yang lebih pendek, fasilitas tempat tidur sebanyak tiga tingkat, serta tempat merokok di koridor. Fasilitas yang disediakan pada kereta makan saat itu berupa makanan dengan sistem tuslah serta bagian dalam yang menyerupai restoran. Kualitas layanan kereta api Bima saat itu dianggap "sejajar dengan kualitas hotel berbintang sehingga dapat menghemat biaya pengeluaran untuk penginapan dan transportasi."[3][4][5]

Penghapusan layanan kereta tidur

Karena alasan sosial, PJKA mengganti kereta tidur SAGW dengan dua rangkaian kereta kelas satu buatan Întreprinderea de Vagoane Arad (Astra Arad) asal Rumania bernomor seri AW 90xx, kemudian menjadi K1-847xx (K1 0 84 xx).[6] Kereta ini dicap sebagai "kereta kelas satu terburuk yang pernah dimiliki oleh PJKA" karena kursi yang kurang nyaman dan tidak dapat diputar sehingga dapat "menurunkan kualitas layanan kereta api tersebut"—serta dirangkaikan secara bersamaan dengan kereta tidur SBGW.[7][8] Terdapat sisa kereta tidur SAGW yang sempat digunakan pada layanan PJKA lainnya, seperti kereta api Mutiara Utara, Senja, atau Mutiara Selatan sebelum dilakukan perombakan menjadi kereta kelas eksekutif. Tiga kereta bekas FW dan SAGW di antaranya menjadi kereta kenegaraan—kini telah dirombak menjadi kereta pariwisata, antara lain kereta wisata Nusantara, Bali, dan Toraja.

Setelah dilakukan penghapusan layanan kereta tidur SAGW, kereta api Bima tetap beroperasi dengan susunan rangkaian kereta kelas eksekutif dan kereta tidur SBGW hingga akhir 1980-an. Kereta tidur SBGW berhenti beroperasi pada awal 1990-an. Kemudian, pada pertengahan 1995 semua kereta tidur yang tidak terpakai tersebut dirombak menjadi kereta kelas eksekutif biasa—menghilangkan fasilitas tempat tidur kemudian diganti dengan tempat duduk. Sistem penomoran bekas kereta tidur SAGW dan SBGW diubah menjadi K1-67xxx (K1 0 67 xx).[9]

Sebenarnya, kereta tidur terakhir yang dioperasikan di era 1990-an adalah kereta Couchette yang dijalankan untuk kereta api Senja Utama Solo.[10] Pada 2 Mei 1992, sebuah kereta kelas spesial dirangkaikan dengan kereta dengan rute Semarang Tawang–Pasar Senen, tetapi dihentikan 32 hari kemudian karena sepi peminat (tarif saat itu Rp61.000). Akhirnya KA spesial tersebut dialihkan ke KA Bima, sehingga rangkaian kereta apinya menjadi kelas eksekutif dan spesial.[11]

Pengoperasian kereta api saat ini

Layanan kereta api kelas eksekutif (1995–sekarang)

250px-KA-Bima_03-2015.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kereta api Bima saat menggunakan rangkaian kereta lama buatan INKA keluaran 1995 hingga 2016 di Stasiun Gambir

Pada tahun 1995, peluncuran salah satu layanan kereta api Argo, JS950 Argo Bromo, menyebabkan beberapa penumpang memilih layanan kereta api Argo karena memiliki waktu tempuh yang lebih cepat—beroperasi melalui lintas utara Jawa seperti layanan kereta api yang telah ada sebelumnya, yaitu Mutiara Utara dan Suryajaya.

Dengan adanya peluncuran kereta api Argo Bromo Anggrek dengan rangkaian kereta buatan INKA keluaran 1997 menyebabkan persediaan untuk pengoperasian kereta api Argo Bromo menjadi berlimpah. Soemino Eko Saputro, Direktur Utama Perumka kala itu, memastikan bahwa KA Bima akan diremajakan menggunakan kereta-kereta retrofit.[12] Setelah dilakukan penambahan rangkaian kereta api Argo Bromo Anggrek pada 2001 serta layanan kereta api JS950 Argo Bromo dihapus, bekas rangkaian kereta api JS950 Argo Bromo digunakan sepenuhnya untuk pengoperasian kereta api ini mulai 2002 hingga 2016.

250px-BimaTrain2019.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kereta api Bima akan memasuki Surabaya Gubeng dari Malang, 2019

Rute kereta api ini sempat diperpanjang hingga Stasiun Malang per 6 Februari 2014, Namun, rute kereta api ini kemudian dikembalikan lagi seperti semula pada 1 September 2020 karena tingkat keterisian penumpang di lintas Surabaya–Malang menurun yang diakibatkan pandemi Covid-19.[13] Operasional KA Bima di koridor Malang―Surabaya bisa dianggap mengisi posisi yang ditinggalkan oleh kereta api Jatayu yang sudah tidak beroperasi sejak tahun 2000.

Sejak 21 Juli 2016, kereta api ini beroperasi menggunakan rangkaian kereta kelas eksekutif buatan INKA keluaran 2016 yang dilengkapi dengan bogie TB-1014, namun kereta api ini kemudian beroperasi menggunakan rangkaian kereta baja nirkarat per akhir tahun 2020.

Mulai tanggal 28 September 2022, bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-77 PT Kereta Api Indonesia, Kereta api Bima ditingkatkan kecepatannya menjadi 120 km/jam.[14]

Mulai tanggal 1 Juni 2023, tepatnya bertepatan dengan pemberlakuan grafik perjalanan kereta api (Gapeka) 2023 dan hari ulang tahun kereta api Bima ke-56, kereta api Bima saling bertukar rangkaian dengan Kereta api Argo Semeru yang beroperasi di relasi yang sama dengan jadwal pagi.[15]

Setelah keempat kereta api unggulan, Argo Lawu, Argo Dwipangga, Taksaka dan Argo Bromo Anggrek mendapat rangkaian baja nirkarat generasi terbaru buatan PT INKA, per 5 Desember 2024, kereta api Bima (kereta api Argo Semeru; per 6 Desember 2024) resmi menggunakan kereta eksekutif new generation berbahan baja nirkarat buatan PT INKA Madiun, sedangkan rangkaian sebelumnya (kereta eksekutif baja nirkarat produksi tahun 2018/2019) beralih ke kereta api Pandalungan.

Penambahan kembali layanan kereta tidur

250px-Indonesian%27s_New_Compartment_Suites_Train_%28T1_0_08_02_ML%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rangkaian kereta tidur milik Bima dan Argo Semeru. Awalnya sebagai kereta eksekutif biasa keluaran 2008 yang kemudian dimodifikasi menjadi kereta tidur oleh Balai Yasa Manggarai

Pada tanggal 10 Oktober 2023, rangkaian kereta tidur (T1) dari kereta api Bima diresmikan kembali dengan nama kelas compartment suites (bahasa Indonesia:Kompartemen Mewah) setelah "mati suri" selama sekitar 30 tahun.[16] Rangkaian kereta tidur ini merupakan hasil modifikasi dari Balai Yasa Manggarai sebanyak 3 unit, yang memberikan sentuhan mewah meliputi fasilitas hiburan privat, kursi tidur yang dapat direbahkan hingga 180°, pintu otomatis, toilet canggih, dan lain-lain. Berbeda dengan kereta tidur terdahulu yang menggunakan tempat tidur, kereta baru ini menggunakan kursi yang memiliki banyak fitur yang canggih. Rangkaian kereta ini dipakai kereta Bima dan Argo Semeru. Rangkaian tersebut mula-mula diuji coba dengan relasi Gambir–Cirebon setelah melalui tes dinamis dengan relasi Manggarai–Cikampek.

Lokomotif

Pada masa PNKA hingga PJKA, lokomotif BB200, BB201, atau CC200 sempat digunakan sebagai lokomotif penarik kereta api ini. Namun, lokomotif BB301 dan BB304 lebih sering digunakan untuk menarik kereta api ini hingga ia mulai menggunakan lokomotif CC201 buatan General Electric pada tahun 1977.

Pada rentang tahun 1995 hingga 2013, lokomotif CC203 dan CC204 sering digunakan sebagai penarik kereta api ini sebelum digantikan dengan CC206.

Stasiun pemberhentian

960px-Bima_train_route_geographic_map_%282025%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta rute geografis kereta api Bima berdasarkan Gapeka 2025
Provinsi Kota/Kabupaten Stasiun[17] Keterangan Status
Daerah Khusus Ibukota Jakarta Gambir 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_2_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Stasiun ujung, terintegrasi dengan bus BRT Transjakarta
★
Jatinegara 20px-Jakarta_KRL_C.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_5_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_10_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_11_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Terintegrasi dengan Commuter Line Cikarang dan bus BRT Transjakarta
▲
Jawa Barat Kota Bekasi Bekasi 20px-Jakarta_KRL_C.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Terintegrasi dengan Commuter Line Cikarang
▼
Kota CirebonCirebon Terletak di Jalan Lintas Utara Jawa ■
Jawa Tengah Banyumas Purwokerto
Terintegrasi dengan bus Teman Bus (Trans Banyumas) dan Trans Jateng di Terminal Pasar Pon
■
Cilacap Kroya – ■
Kebumen Kebumen ■
Purworejo Kutoarjo P
Terintegrasi dengan Commuter Line Prambanan Ekspres
■
Daerah Istimewa Yogyakarta Kota Yogyakarta Yogyakarta Y P YA
Terintegrasi dengan Commuter Line Yogyakarta, Prambanan Ekspres, Lin YIA, dan bus Trans Jogja Istimewa
■
Jawa Tengah Surakarta Solo Balapan Y AS
Terintegrasi dengan kereta api Bandara Internasional Adi Soemarmo, Commuter Line Yogyakarta, serta layanan bus Batik Solo Trans, Trans Jateng, dan layanan bus antarkota di Terminal Tirtonadi
■
Jawa Timur Kota Madiun Madiun – ■
Nganjuk Nganjuk ■
Kertosono D
Terintegrasi dengan Commuter Line Dhoho
■
Jombang Jombang ■
Kota Mojokerto Mojokerto J D
Terintegrasi dengan Commuter Line Dhoho dan Jenggala
■
SurabayaSurabaya Gubeng A D P J S 40px-Wirawiri_Suroboyo_Feeder_7_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Stasiun ujung, terintegrasi dengan Commuter Line Arjonegoro, Dhoho, Penataran, Tumapel, Jenggala, Sindro, Supas, Tumapel, dan angkutan pengumpan Wirawiri Suroboyo.
★

Legenda

★ Stasiun ujung (terminus)
■ Berhenti untuk semua arah
▲ Berhenti hanya mengarah ke Gambir (satu arah)
▼ Berhenti hanya mengarah ke Surabaya Gubeng (satu arah)

Insiden

Pada 19 Januari 1974, KA B5 Mutiara Selatan menabrak bagian belakang KA S3 Bima I di Stasiun Soka, Kebumen, Jawa Tengah, diawali dengan KA S3 yang berhenti di Stasiun Soka karena lokomotif penariknya digunakan untuk menolong KA 430 yang mogok di lintas raya. PPKA Stasiun Soka saat itu membiarkan sinyal masuk dalam kedudukan aman setelah melayani KA S3, sehingga KA B5 tetap melaju hingga menabrak bagian belakang KA S3 yang berhenti di emplasemen stasiun. Kecelakaan ini menyebabkan seorang penumpang mengalami luka berat dan 33 lainnya serta 2 orang pegawai Perusahaan jawatan kereta api (PJKA) mengalami luka ringan.[18]

Pada tanggal 12 Mei 1980, kereta api Bima menabrak bus Arimbi di perlintasan sebidang Jalan Gerilya, Purwokerto, Banyumas. Akibatnya, 21 orang tewas. Insiden ini terjadi karena pengemudi bus menerobos palang yang sedang menutup.[19][20]

Pada 3 Januari 2003, Lima kereta eksekutif dan Satu kereta makan milik KA Bima anjlok saat memasuki Stasiun Bumiayu, Brebes, Jateng. Akibatnya, Lima kereta eksekutif dan satu Kereta makan di bagian belakang rangkaian anjlok dan rusak.[21]

Pada hari Jumat, 3 Juni 2005 pukul 05.02 WIB, KA Bengawan tujuan Stasiun Pasar Senen menyeruduk KA Bima tujuan Gambir di jalur 2 Stasiun Terisi. Lokomotif KA Bengawan bernomor CC201 59 menghantam kereta pembangkit KA Bima dari arah belakang. Diduga kecelakaan terjadi karena KA Bengawan gagal melakukan pengereman darurat. Beberapa penumpang KA Bengawan mengalami luka ringan.[22][23]

Pada 2 Oktober 2010, kereta api Bima bersinggungan dengan rangkaian kereta api Gaya Baru Malam Selatan paling belakang yang belum terparkir penuh di Stasiun Purwosari. Satu orang tewas dan empat orang mengalami luka-luka.[24]

Pada 8 September 2015 pukul 05.20, kereta api Bima menabrak mobil bak terbuka yang menerobos pintu perlintasan di Cipinang, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Akibatnya, jadwal kereta api jarak jauh dan KRL menjadi terganggu.[25]

Pada 10 November 2015, seorang ibu beserta anaknya tewas tertabrak kereta api Bima pada perlintasan tanpa palang pintu di Kramatjegu, Taman, Sidoarjo setelah pulang dari pasar.[26]

Pada budaya populer

Kereta api Bima diangkat menjadi lagu "Cinta di Kereta Biru Malam" karya Ebiet G. Ade yang menceritakan tentang pertemuan seorang pria dan wanita dalam sebuah bangku kereta api eksekutif kereta api Bima (Biru Malam) relasi Jakarta–Surabaya.

Galeri

  • Tampak dalam pada rangkaian kereta api Bima lama.
    Tampak dalam pada rangkaian kereta api Bima lama.
  • Tampak dalam kereta api Bima keluaran 2016 yang juga digunakan pada kereta api lainnya.
    Tampak dalam kereta api Bima keluaran 2016 yang juga digunakan pada kereta api lainnya.
  • Semasa KA Bima masih menggunakan rangkaian Kereta eksekutif New Image (K1 2016) sebelum diganti dengan kereta api stainless steel (K1 2018/2019).
    Semasa KA Bima masih menggunakan rangkaian Kereta eksekutif New Image (K1 2016) sebelum diganti dengan kereta api stainless steel (K1 2018/2019).

Lihat pula

Catatan kaki

Referensi

  1. ↑ Handayani, Maulida Sri. "Nostalgia "Cinta di Kereta Biru Malam" dalam Kereta Sleeper Bima". Tirto. Diakses tanggal 2022-04-24.
  2. ↑ @KAI121 (1 Juni 2014). "47 tahun sudah KA #Bima (Biru Malam) beroperasi melintasi rute Gambir - Yogyakarta - Madiun - Surabaya Gubeng" (Kicauan) – via Twitter.
  3. ↑ PNKA (30 Mei 1967). "Kereta api espres malam Bima (Iklan)". Sinar Harapan.
  4. ↑ "Coaches for Indonesia". The Railway Gazette. 122 (1–12). 1966.
  5. ↑ "Suasana didalam kereta-api..." Angkatan Bersendjata. 1967-06-04.
  6. ↑ "Kedatangan 26 buah gerbong". Berita Buana. 19 Januari 1984.
  7. ↑ Raharjo, Paksi Suryo (2018-04-17). "Kembalinya Kereta Tidur di Jalur Kereta Indonesia". MerahPutih. Diakses tanggal 2020-02-24.
  8. ↑ "Gerbong Bima, tidak ngamar lagi!". Mutiara. 26 Maret 1986.
  9. ↑ "Balai Yasa Manggarai Persiapkan Kereta JB-250". Berita Yudha. 20 Februari 1995.
  10. ↑ "Perumka "Sapu Bersih" Penumpang Arus Balik Lebaran". Berita Yudha. hlm. 10.
  11. ↑ "KA Fajar Utama Beroperasi Setiap Hari". Berita Yudha. 15 Mei 1992.
  12. ↑ "Perumka berencana ganti seluruh KA Bima". Berita Yudha. 18 September 1997.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ Saleh, Nurdin (2014-02-02). TNR, Nurdin Saleh (ed.). "Surabaya-Malang Dilayani Kereta Eksekutif Bima". Tempo.co. Diakses tanggal 2020-04-29.
  14. ↑ Farozy, Ikko Haidar (2022-09-08). "Sambut Ulang Tahun KAI Ke-77, Semakin Banyak KA yang Semakin Cepat!". Railway Enthusiast Digest. Diakses tanggal 2022-09-09.
  15. ↑ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2023 (PDF). Bandung: PT Kereta Api Indonesia (Persero). 14 April 2023. hlm. 56. Diakses tanggal 12 Mei 2023 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. ↑ Karina, Dina (9 Oktober 2023). "KAI Resmi Jual Tiket KA Suite Compartment, Jakarta-Surabaya Mulai dari Rp1,9 Juta". Kompas TV. Jakarta: KG Media.
  17. ↑ "Grafik Perjalanan Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025" (Dokumen). Bandung: PT Kereta Api Indonesia. 30 Desember 2024. hlm. 80.{{cite document}}: Parameter tidak dikenal |access-date= diabaikan; Parameter tidak dikenal |url= diabaikan; Parameter tidak dikenal |via= diabaikan
  18. ↑ "Tabrakan Kereta Api di Soka, Kebumen – RODA SAYAP". 22 Maret 2022.
  19. ↑ "Bima Seruduk Arimbi". Suara Karya. 16 Mei 1980.
  20. ↑ "Belajar dari Kecelakaan Lalu Lintas". Suara Karya. 20 Mei 1984.
  21. ↑ "KA Eksekutif Bima Tergelincir di Brebes". Liputan 6. 4 Januari 2003.
  22. ↑ "KA Bima Diseruduk KM Bengawan di Stasiun Terisi". Diarsipkan dari asli tanggal 2018-05-05. Diakses tanggal 2015-10-10.
  23. ↑ "Laporan Akhir Kecelakaan" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2016-03-04. Diakses tanggal 2015-10-10.
  24. ↑ Di Solo, KA Bima Tabrak KA Gaya Baru
  25. ↑ Tempo: Kereta Bima Tabrak Mobil di Cipinang, KA Komuter Terhambat
  26. ↑ Rouf, Abdul. "Ibu dan Anak Tewas Tertabrak KA Bima di Perlintasan Tanpa Pintu". Koran Sindo. Surabaya: Media Nusantara Citra. Diakses tanggal 24 April 2022.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Kereta Api Indonesia Layanan kereta api penumpang yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia
  • Hanya berisi layanan kereta api yang dioperasikan oleh induk perusahaan. Untuk layanan yang dioperasikan oleh anak perusahaan, lihat Templat:KAI Commuter untuk layanan KAI Commuter, Templat:KAI Bandara untuk layanan KAI Bandara dan Templat:KCIC untuk layanan KCIC/Whoosh
Kereta api antarkota
Eksekutif
Campuran
Eksekutif dan Bisnis
Eksekutif dan Ekonomi
Ekonomi
Susunan kursi 2–2
Susunan kursi 3–2
120px-CC_206_13_24_%2B_KA_Sri_Tanjung.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kereta api lokal
Ekonomi lokal
KA perintis dan
bus rel
LRT
KA bandara dan
pengumpan KAI
Layanan lain dan topik terkait
Kereta wisata
Rencana beroperasi
Pengganti KA
  • Purwokerto–Purbalingga–Wonosobo pp (angkutan terusan)
  • Semarang–Demak–Kudus-Pati pp (angkutan terusan)
Topik terkait
Tidak beroperasi
  • Tebal pada kelas ekonomi: tidak disubsidi.
  • Miring: KA tambahan/fakultatif.
  • Garis bawah: KA aglomerasi.
  • Dimutakhirkan 1 Mei 2026.
Topik mengenai Jakarta
Kota
120px-Coat_of_arms_of_Jakarta.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Jakarta
Sejarah
Demografi
Geografi
Ekonomi
Politik
Pendidikan
Objek wisata dan
Markah tanah
Transportasi publik
Angkutan umum
Bandar udara
Stasiun kereta api
Layanan kereta api
Transportasi air
Agama
Transportasi umum di Jakarta
Sarana transportasi
Bus
Kereta rel listrik
Kereta api antarkota
Eksekutif
Eksekutif dan Ekonomi
Ekonomi
Angkutan cepat
Kereta cepat
250px-DMR-250284_Perum_DAMRI_Transjakarta_E-Cityline_3_Laksana.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Perdana_dinas_KRL_INKA_seri_iE305_Trainset_2_lintas_Bogor.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Gajayana_New_Generation_with_Gambir_Station.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Jakarta_MRT_TS12_entering_Blok_A_Station.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Hyundai_Rotem_LRT_Jakarta.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Jabodebek_LRT_at_TMII_LRT_Station.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Whoosh_400_set_ke-3_memasuki_stasiun_Tegalluar.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Infrastruktur
Jalan bebas hambatan
dan tol dalam kota
Jalur kereta api
Terminal
Stasiun
Stasiun kereta api dan KRL
Stasiun kereta api Barang
Stasiun MRT Jakarta
Stasiun LRT Jakarta
Stasiun LRT Jabodebek
Transportasi air
Bandar Udara
Organisasi dan perusahaan
Operator
Tiket
Regulator
Integrator
  • Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek
  • Integrasi Transportasi Jakarta
  • Jakarta Lingko Indonesia (Jak Lingko)
  • * dalam tahap pengerjaan
  • ** dalam tahap penyelesaian
  • Coret: tidak beroperasi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan