Senin, 28 September 2026
21:05 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Kereta api Kinantan

Kereta api Kinantan

Kereta api Kinantan
330px-15107359_1682367788760254_1006935584496769141_n.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kereta api Kinantan tiba di Stasiun Rantau Prapat
Informasi umum
Jenis layananKereta api antarkota
StatusTidak Beroperasi
Mulai beroperasiAwal tahun 2001;25 tahun lalu (2001)
Terakhir beroperasi1 Agustus 2007;19 tahun lalu (2007-08-01)
PenerusKereta api New Sribilah Eksekutif
Operator saat iniKAI Divisi Regional 1
Operator sebelumnyaPT KA ESU
Lintas pelayanan
Stasiun awalMedan
Stasiun akhirRantau Prapat
Jarak tempuh266 km (165,28 mi)
Waktu tempuh rerata4 jam 51 menit[1]
Jenis relRel berat
Pelayanan penumpang
KelasEksekutif
Pengaturan tempat duduk50 tempat duduk disusun 2-2, kursi dapat direbahkan dan diputar
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca dupleks dengan lapisan laminasi isolator panas, dan menggunakan trails.
Fasilitas hiburanAda
Teknis sarana dan prasarana
Lebar sepur1.067 mm (3 ft 6 in) Lebar sepur Cape
Kecepatan operasional60 s.d. 100 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwalU1–U2

Kereta api Kinantan merupakan layanan kereta api eksekutif yang pernah dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional 1 dengan melayani relasi Medan–Rantau Prapat dan sebaliknya. Kereta api yang mulai dioperasikan pada tahun 2001 ini menempuh waktu perjalanan sekitar 4 jam 30-51 menit, diserta pelayanan yang serba mewah membuat kereta ini dijuluki sebagai Argo Bromo nya Divre 1.[2]

Nama Kinantan ini sendiri diartikan sebagai ayam aduan atau hewan berwarna putih, sama seperti body rangkaian kereta pada saat itu yang berwarna putih.[3]

Kereta ini secara resmi dihapus pada Gapeka 2007 bersamaan dengan Kereta api Dolok Martimbang dan Kereta api Putri Ungu (kini KA Putri Deli).

Pengoperasian

Kereta api Kinantan berawal dari banyaknya permintaan dari para pengusaha perkebunan pada umumnya di Kabupaten Labuhan Batu khususnya di Kota Rantau Prapat yang ingin mendambakan keamanan, kenyamanan dan kecepatan walaupun dibayar dengan harga tiket yang relatif mahal.

Dengan tiket yang mahal, Kereta Kinantan dioperasikan dengan Fasilitas melebihi kereta pada umumnya, seperti TV, pendingin udara, dan pencegahan pedagang asongan yang masuk, karena pada saat itu pedagang masih diperbolehkan masuk kedalam kereta. Kereta api Kinantan mampu menembus Medan–Rantauprapat dengan waktu hanya dibawah 5 jam dengan menggunakan lokomotif BB303. Kereta ini juga menggunakan lokomotif BB303 yang dimodifikasi berbeda dengan lokomotif biasanya karena ditambahkan lampu kabut seperti lokomotif CC203 dijawa, yaitu Lokomotif BB 303 23 dan BB 303 26.

Susunan rangkaian pada kereta api kinantan yaitu 3 kereta kelas eksekutif (K1) dan 1 kereta makan pembangkit kelas eksekutif (KMP1) yang di cat berwarna putih. Kereta ini juga sering dirangkaikan dengan KA Sultan yang disewa oleh rombongan pejabat pemerintahan maupun perusahaan perkebunan ataupun masyarakat.[4]

Stasiun Pemberhentian

Lihat pula

Referensi

Kereta Api Indonesia Layanan kereta api penumpang yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia
  • Hanya berisi layanan kereta api yang dioperasikan oleh induk perusahaan. Untuk layanan yang dioperasikan oleh anak perusahaan, lihat Templat:KAI Commuter untuk layanan KAI Commuter, Templat:KAI Bandara untuk layanan KAI Bandara dan Templat:KCIC untuk layanan KCIC/Whoosh
Kereta api antarkota
Eksekutif
Campuran
Eksekutif dan Bisnis
Eksekutif dan Ekonomi
Ekonomi
Susunan kursi 2–2
Susunan kursi 3–2
120px-CC_206_13_24_%2B_KA_Sri_Tanjung.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kereta api lokal
Ekonomi lokal
KA perintis dan
bus rel
LRT
KA bandara dan
pengumpan KAI
Layanan lain dan topik terkait
Kereta wisata
Rencana beroperasi
Pengganti KA
  • Purwokerto–Purbalingga–Wonosobo pp (angkutan terusan)
  • Semarang–Demak–Kudus-Pati pp (angkutan terusan)
Topik terkait
Tidak beroperasi
  • Tebal pada kelas ekonomi: tidak disubsidi.
  • Miring: KA tambahan/fakultatif.
  • Garis bawah: KA aglomerasi.
  • Dimutakhirkan 1 Mei 2026.
Ikon rintisan

Artikel bertopik perkeretaapian ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan