Minggu, 18 Oktober 2026
03:48 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Kereta api Bukit Serelo

Kereta api Bukit Serelo

layanan kereta api di Indonesia

Bagikan:
Kereta api Bukit Serelo
BS330px-Papan_Nama_KA_Bukit_Serelo_NEW.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
330px-S5_Tebing_Tinggi_side_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kereta api Bukit Serelo di Stasiun Tebing Tinggi (Empat Lawang)
Ikhtisar
Nama lainKereta api Serelo
JenisEkonomi
SistemKereta api jarak jauh
StatusBeroperasi
LokalDivre 3 Palembang
TerminusKertapati
Lubuk Linggau
Stasiun12
Layanan1
Operasi
Dibuka2000
PemilikPT Kereta Api Indonesia
OperatorDivisi Regional III Palembang
DepoKertapati
RangkaianCC201
CC204
Data teknis
Panjang lintas304,9 km
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasi60–90 km/jam
Jumlah ruteS9-S10
Peta rute
SM06/BS10
Lubuk Linggau
BS09
Kota Padang
BS08
Muara Saling
SM05/BS07
Tebing Tinggi
BS06
Bunga Mas
SM04/BS05
Lahat
SM03/BS04
Muara Enim
menuju Tanjungkarang
SM02/BS03
Prabumulih
BS02
Payakabung
SM01/BS01
Kertapati
Keterangan:
  • Nama stasiun yang dicetak miring menandakan bahwa stasiun tersebut tidak melayani naik dan turunnya penumpang dari kereta api apapun.
  •   menandakan perhentian bagi kereta api Sindang Marga dan Bukit Serelo.
  •   menandakan perhentian hanya bagi kereta api Bukit Serelo.

Kereta api Bukit Serelo merupakan layanan kereta api kelas ekonomi yang melayani relasi Kertapati–Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. Sebelum KA Bukit Serelo dioperasikan, pernah ada KA kelas campuran eksekutif, bisnis dan ekonomi dengan nama KA Bukit Sulap yang berjalan pada siang hari. Namun, pelayanan KA Bukit Sulap dipecah menjadi KA Serelo untuk kelas ekonomi yang berjalan pada siang hari dan Sindang Marga untuk kelas eksekutif dan bisnis yang berjalan di malam hari.

Penamaan

Nama kereta api ini diambil dari nama perbukitan di bagian barat Sumatera Selatan, yakni Bukit Serelo. Perbukitan ini terletak di Desa Perangai, Kecamatan Merapi Selatan, Kabupaten Lahat.

Insiden

Pada 6 Juli 2005, sekitar pukul 14.45 WIB, dua kereta api Bukit Serelo dengan nomor S7 dan S8 bertabrakan di Stasiun Banjarsari. Pada awalnya, pukul 14.00, KA S7 dengan lokomotif CC201 tujuan Stasiun Lubuk Linggau berhenti di emplasemen stasiun untuk menunggu bersilang dan tukar lokomotif dengan KA S8 yang ditarik lokomotif BB203 tujuan Stasiun Kertapati. Setelah 45 menit, KA S8 datang dan seharusnya berhenti di sinyal masuk yang berkedudukan tidak aman, tetapi kereta tersebut justru tetap melaju hingga menabrak KA S7, menyebabkan salah satu kereta dari KA S7 anjlok sebanyak 2 as roda. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini, tetapi sebanyak 25 orang mengalami luka-luka.[1]

Pada 21 November 2006, sekitar pukul 09.00 WIB, 4 kereta terakhir dari kereta api Bukit Serelo anjlok di jembatan Sungai Sibujuk, Lubuk Linggau. Sebanyak 3 kereta ekonomi anjlok dan 1 kereta ekonomi terjatuh ke sungai. Akibat kecelakaan ini, sebanyak 9 orang meninggal dunia dan 22 lainnya mengalami luka-luka.[2][3]

Galeri

  • Kereta api Serelo  saat keluar dari Terowongan Gunung Gajah
    Kereta api Serelo saat keluar dari Terowongan Gunung Gajah
  • Kereta api Serelo saat persiapan berangkat dari Stasiun Lubuk Linggau
    Kereta api Serelo saat persiapan berangkat dari Stasiun Lubuk Linggau
  • Kereta api Serelo tiba di Stasiun Lahat
    Kereta api Serelo tiba di Stasiun Lahat
  • Kereta api Serelo saat memeasuki Terowongan Gunung Gajah
    Kereta api Serelo saat memeasuki Terowongan Gunung Gajah
  • Serelo kelas Ekonomi
    Serelo kelas Ekonomi
  • Tampak dalam kereta api Serelo
    Tampak dalam kereta api Serelo
  • Kereta Makan dan Pembangkit (KMP3) KA Serelo
    Kereta Makan dan Pembangkit (KMP3) KA Serelo
  • Tampak dalam kursi KMP3 di Kereta api Serelo
    Tampak dalam kursi KMP3 di Kereta api Serelo

Referensi

  1. ↑ "Dua KA Serelo Tabrakan di Banjarsari" (PDF). Sriwijaya Post. 12-10-2005. Diakses tanggal 03-10-2024.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date= and |date=
  2. ↑ Liputan6.com (2006-11-21). "Tujuh Penumpang KA Serelo Tewas". liputan6.com. Diakses tanggal 2024-11-07.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  3. ↑ Liputan6.com (2006-11-21). "Tiga Gerbong Kereta Serelo Berhasil Dievakuasi". liputan6.com. Diakses tanggal 2024-11-07.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)

Lihat pula

Pranala luar

Kereta Api Indonesia Layanan kereta api penumpang yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia
  • Hanya berisi layanan kereta api yang dioperasikan oleh induk perusahaan. Untuk layanan yang dioperasikan oleh anak perusahaan, lihat Templat:KAI Commuter untuk layanan KAI Commuter, Templat:KAI Bandara untuk layanan KAI Bandara dan Templat:KCIC untuk layanan KCIC/Whoosh
Kereta api antarkota
Eksekutif
Campuran
Eksekutif dan Bisnis
Eksekutif dan Ekonomi
Ekonomi
Susunan kursi 2–2
Susunan kursi 3–2
120px-CC_206_13_24_%2B_KA_Sri_Tanjung.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kereta api lokal
Ekonomi lokal
KA perintis dan
bus rel
LRT
KA bandara dan
pengumpan KAI
Layanan lain dan topik terkait
Kereta wisata
Rencana beroperasi
Pengganti KA
  • Purwokerto–Purbalingga–Wonosobo pp (angkutan terusan)
  • Semarang–Demak–Kudus-Pati pp (angkutan terusan)
Topik terkait
Tidak beroperasi
  • Tebal pada kelas ekonomi: tidak disubsidi.
  • Miring: KA tambahan/fakultatif.
  • Garis bawah: KA aglomerasi.
  • Dimutakhirkan 1 Mei 2026.
Ikon rintisan

Artikel bertopik perkeretaapian ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan