Selasa, 27 Oktober 2026
12:44 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Kereta api Fajar Utama Semarang

layanan kereta api di Indonesia

Bagikan:
Kereta api Fajar Utama Semarang
Ikhtisar
JenisBisnis AC
SistemKereta api antarkota
StatusTidak beroperasi
TerminusStasiun Semarang Tawang
Stasiun Pasar Senen
Operasi
Dibuka19 Agustus 1980
Ditutup19 Agustus 2014
PemilikPT Kereta Api Indonesia
OperatorDaerah Operasi IV Semarang
DepoSemarang Poncol (SMC), Jatinegara (JNG)

Kereta api Fajar Utama Semarang adalah layanan kereta kelas bisnis yang pernah dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia untuk melayani relasi Semarang Tawang–Pasar Senen melalui lintas utara Jawa.

Dinamakan Fajar Utama Semarang karena berangkat dari Semarang Tawang atau Pasar Senen pada pagi hari. Kereta ini melewati beberapa stasiun besar antara lain, Stasiun Pekalongan, Stasiun Cirebon, dan Stasiun Jatibarang.

Mulai 19 Agustus 2014, KA ini bersama dengan KA Senja Utama Semarang resmi dihentikan operasionalnya dan tugasnya untuk melayani rute Semarang Tawang-Pasar Senen digantikan sepenuhnya dengan kereta api Menoreh.

Stamformasi

CC 201/203+7K2+KMP2/3+1B (dapat berubah seiring waktu)

Insiden

Pada 6 Desember 1995, pukul 14:50 WIB, kereta api Fajar Utama Semarang relasi Gambir - Semarang Tawang bertabrakan dengan truk di perlintasan jalan Madukoro, Semarang. Kereta api Fajar Utama Semarang melaju dalam kecepatan tinggi sehingga truk terpental ke sungai, yang menyebabkan lokomotif CC201 104 dan 2 kereta penumpang terguling dan menerjang 3 rumah di sekitarnya setelah 200 meter dari lokasi tabrakan. Akibat kecelakaan tersebut, sopir dan kernet truk serta 1 warga yang rumahnya diterjang lokomotif meninggal dunia.[1]

Lihat pula

Referensi

Pranala luar

Kereta Api Indonesia Layanan kereta api penumpang yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia
  • Hanya berisi layanan kereta api yang dioperasikan oleh induk perusahaan. Untuk layanan yang dioperasikan oleh anak perusahaan, lihat Templat:KAI Commuter untuk layanan KAI Commuter, Templat:KAI Bandara untuk layanan KAI Bandara dan Templat:KCIC untuk layanan KCIC/Whoosh
Kereta api antarkota
Eksekutif
Campuran
Eksekutif dan Bisnis
Eksekutif dan Ekonomi
Ekonomi
Susunan kursi 2–2
Susunan kursi 3–2
120px-CC_206_13_24_%2B_KA_Sri_Tanjung.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kereta api lokal
Ekonomi lokal
KA perintis dan
bus rel
LRT
KA bandara dan
pengumpan KAI
Layanan lain dan topik terkait
Kereta wisata
Rencana beroperasi
Pengganti KA
  • Purwokerto–Purbalingga–Wonosobo pp (angkutan terusan)
  • Semarang–Demak–Kudus-Pati pp (angkutan terusan)
Topik terkait
Tidak beroperasi
  • Tebal pada kelas ekonomi: tidak disubsidi.
  • Miring: KA tambahan/fakultatif.
  • Garis bawah: KA aglomerasi.
  • Dimutakhirkan 1 Mei 2026.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan