Minggu, 18 Oktober 2026
14:50 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Kereta api Kamandaka

Kereta api Kamandaka

layanan kereta api di Indonesia

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Kereta api Kamandanu.
Kereta api Kamandaka
330px-Papan_Nama_KA_Kamandaka_PWT_2025.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
330px-Papan_Nama_KA_Kamandaka_CP_2025.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
330px-Kamandaka_rangkaian_PWT.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kereta api Kamandaka berangkat dari Stasiun Semarang Tawang.

Kereta api Kamandaka
osm-intl,a,a,a,323x300.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Kereta_api_Kamandaka&revid=30036278&groups=_35a88e828119c94879ab1b34b9046b49671c9aae&parser=parsoid
Informasi umum
Jenis layananKereta api aglomerasi[1]
StatusBeroperasi
Mulai beroperasi
  • 17 Februari 2014 (sebagai Kamandaka relasi SMT-TG-PWT)
  • 11 Maret 2022 (sebagai Kamandaka relasi SMT-PWT-KYA-CP nama lain dari Kereta api Lawang Sewu)
Operator saat iniKereta Api Indonesia
Lintas pelayanan
Stasiun awalSemarang Tawang
Stasiun akhir
Jarak tempuh
Waktu tempuh rerata
Jenis relRel berat
Pelayanan penumpang
KelasEksekutif dan ekonomi
Layanan disabilitasAda
Pengaturan tempat duduk
  • 50 tempat duduk disusun 2-2 (kelas eksekutif)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
  • 72 tempat duduk disusun 2-2 (kelas ekonomi)
    kursi dapat direbahkan dan diputar sesuai arah laju kereta
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks, dengan tirai, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburanAda
Hanya pada layanan kelas eksekutif dan ekonomi
Fasilitas bagasiAda
Teknis sarana dan prasarana
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional70–100 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal181–184, 190–191 (Semarang–Purwokerto)
194–199 (Semarang-Kroya-Cilacap)
Peta rute
Cilacap
JC03 KD14
Gumilir
JC02 KD13
Maos
JC01 KD12
Kroya
JS11 KD11
JS menuju lingkar Jawa Tengah
Purwokerto
JS12 KD10
Bumiayu
JS13 KD09
Prupuk
JS14 KD08
Slawi
JS15 KD07
KG menuju Brebes atau Cirebon Prujakan
Tegal
JS16 KD06 KG06
Pemalang
JS17 KD05 KG05
Comal
JS17a KD04a KG04a
Pekalongan
JS18 KD04 KG04
Batang
JS18a KD03b KG03
Plabuan
JS19 KD03a KG02a
Weleri
JS20 KD03 KG02
Semarang Poncol
JS21 BL01 KS01 KD02 KG01
Semarang Tawang
JS22 BL02 KS02 KD01 BB01
KS menuju Ngrombo
BL menuju Cepu, BB menuju Solo Balapan
JS menuju lingkar Jawa Tengah
Keterangan:
Nama stasiun yang dicetak tebal menandakan bahwa stasiun tersebut juga melayani kereta api jarak jauh.

Kereta api Kamandaka merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif dan ekonomi milik Kereta Api Indonesia dengan melayani relasi Cilacap–Semarang Tawang melalui Purwokerto–Tegal.

Nama "Kamandaka" diambil dari salah satu tokoh legenda asal Banyumas, Raden Kamandaka. Dalam cerita ketoprak, dia dikenal sebagai Lutung Kasarung yang berlainan dengan cerita legenda Tanah Pasundan yang terinspirasi dari kisah para menak Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda tentang perjalanan Sanghyang Guruminda dari Kahyangan yang diturunkan ke Buana Panca Tengah (Bumi) dalam wujud seekor lutung (sejenis monyet).

Sejarah

Kereta api Kamandaka diresmikan oleh Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono, dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, pada 17 Febuari 2014.[2] Jumlah perjalanan kereta api ini sempat ditambah menjadi tiga kali pulang pergi dalam sehari mulai 19 Desember 2014.[3]

Sejak adanya layanan kereta api Joglosemarkerto, layanan kereta api Kamandaka (bersama kereta api Joglokerto) sempat dihapus pada 1 Desember 2018.[4] 2 bulan kemudian, PT KAI akan kembali beroperasi kereta api ini pada 1 Februari 2019 untuk melayani pelanggan di lintas Semarang–Purwokerto.[5]

Lintas pelayanan

Pengoperasian kereta api Kamandaka memanfaatkan jalur kereta api Tegal–Prupuk yang mana jalur tersebut sebelumnya hanya digunakan untuk layanan kereta api ketel dari Maos menuju Tegal. Kereta api penumpang terakhir yang melintasi jalur tersebut yaitu kereta api Mahesa relasi Semarang–Bandung yang mana pengoperasian kereta api tersebut dihentikan pada tahun 2000-an. Pada tahun 2009, jalur tersebut pernah dilalui kereta api Kaligung dengan rute Semarang–Slawi.[6] Namun, rute kereta api tersebut diperpendek hingga Tegal karena tingkat keterisian penumpang yang rendah.

Untuk memenuhi permintaan masyarakat Cilacap untuk bepergian ke Semarang menggunakan kereta api, PT KAI Daerah Operasi V Purwokerto membuka layanan kereta api Kamandaka dengan jurusan Semarang Tawang–Cilacap pada tanggal 11 Maret 2022.[7]

Rangkaian kereta

Pada awalnya, kereta api Kamandaka beroperasi menggunakan rangkaian kereta kelas ekonomi dengan jumlah kursi per kereta sebanyak 106 kursi. Selanjutnya, ia beroperasi menggunakan bekas rangkaian kereta api Menoreh dan Ambarawa Ekspres dengan layanan kelas ekonomi plus (80 kursi per kereta) mulai 23 Februari 2017.

Layanan kelas kereta api ini ditambah kelas eksekutif mulai 1 April 2017.[butuh rujukan]

Per 11 Maret 2022, terdapat dua jenis rangkaian yang digunakan oleh KA Kamandaka. Untuk rute Semarang Tawang - Purwokerto, KA Kamandaka menggunakan rangkaian yang terdiri dari kelas eksekutif dan ekonomi plus milik dipo kereta Purwokerto dan Solo Balapan. Sementara, untuk rute Semarang Tawang -Cilacap, KA Kamandaka menggunakan rangkaian kereta Ekonomi New Image 2016 yang beberapa waktu kemudian juga ditambahkan layanan kelas eksekutif.

Mulai 15 Desember 2024, Kereta api Kamandaka, Kereta api Joglosemarkerto dan Kereta api Banyubiru (No KA 208-209) sudah menggunakan rangkaian kereta kelas ekonomi generasi terbaru modifikasi yang merupakan lungsuran dari rangkaian Kereta api Gayabaru Malam Selatan dan Kereta api Jaka Tingkir, dua kereta api ini sudah mendapatkan rangkaian baru bertipe baja nirkarat generasi terbaru buatan PT INKA Madiun. Kereta ekonomi generasi terbaru yang merupakan hasil modifikasi oleh Balai Yasa Manggarai dari rangkaian sebelumnya dengan pengurangan jumlah tempat duduk dari 80 tempat duduk menjadi 72 tempat duduk.

Insiden

Pada tanggal 26 Juli 2015, petugas PT KAI Daerah Operasi V Purwokerto menangkap pelajar sekolah dasar yang melempar batu ke kereta api Kamandaka di km 313+⅔ (petak antara Stasiun Bumiayu hingga Stasiun Kretek).[8]

Galeri

Referensi

  1. ↑ PT Kereta Api Indonesia (Persero). "Mengenal Perjalanan Kereta Api Komuter, Lokal dan Aglomerasi" Diarsipkan 2021-01-21 di Wayback Machine
  2. ↑ "KA Kamandaka Diluncurkan Layani Rute Purwokerto-Semarang". detikcom. Diakses tanggal 2020-03-13.
  3. ↑ Redaksi, Rachma Tri Widuri Staf (2014-12-19). Redaksi, Rachma Tri Widuri Staf (ed.). "Perjalanan Kereta Semarang-Purwokerto Ditambah". Tempo.co. Diakses tanggal 2020-03-13.{{cite news}}: |last= memiliki nama generik
  4. ↑ "KA Kamandaka Diintegrasikan Jadi KA Joglosemarkerto". Republika Online. 2018-11-30. Diakses tanggal 2020-03-13.
  5. ↑ Anugrah, Arbi. "KA Kamandaka Kembali Melayani Relasi Purwokerto-Semarang". detikcom. Diakses tanggal 2020-03-13.
  6. ↑ "Jadwal Kereta Api di Stasiun Slawi dan Stasiun Besar Kota Tegal | infotegal" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-02-18.
  7. ↑ Pradana, Rio Sandy (7 Maret 2022). Saputra, Dany (ed.). "KAI Rilis KA Kamandaka Cilacap–Semarang, Promo Harga Tiket Rp70.000". Bisnis.com. Diakses tanggal 12 Maret 2022.
  8. ↑ Tribun: Petugas KAI Tangkap Bocah SD Pelempar Batu ke Arah KA Kamandaka

Lihat Pula

Pranala luar

Kereta Api Indonesia Layanan kereta api penumpang yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia
  • Hanya berisi layanan kereta api yang dioperasikan oleh induk perusahaan. Untuk layanan yang dioperasikan oleh anak perusahaan, lihat Templat:KAI Commuter untuk layanan KAI Commuter, Templat:KAI Bandara untuk layanan KAI Bandara dan Templat:KCIC untuk layanan KCIC/Whoosh
Kereta api antarkota
Eksekutif
Campuran
Eksekutif dan Bisnis
Eksekutif dan Ekonomi
Ekonomi
Susunan kursi 2–2
Susunan kursi 3–2
120px-CC_206_13_24_%2B_KA_Sri_Tanjung.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kereta api lokal
Ekonomi lokal
KA perintis dan
bus rel
LRT
KA bandara dan
pengumpan KAI
Layanan lain dan topik terkait
Kereta wisata
Rencana beroperasi
Pengganti KA
  • Purwokerto–Purbalingga–Wonosobo pp (angkutan terusan)
  • Semarang–Demak–Kudus-Pati pp (angkutan terusan)
Topik terkait
Tidak beroperasi
  • Tebal pada kelas ekonomi: tidak disubsidi.
  • Miring: KA tambahan/fakultatif.
  • Garis bawah: KA aglomerasi.
  • Dimutakhirkan 1 Mei 2026.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan