Selasa, 29 September 2026
17:35 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang

Kereta api Pandanwangi (Semarang–Solo)

layanan kereta api di Indonesia

Bagikan:
Untuk kereta api yang dioperasikan oleh Daerah Operasi IX Jember dengan nama yang sama, lihat kereta api Pandanwangi.
Kereta api Pandanwangi
Ikhtisar
JenisEkonomi
SistemKereta api jarak pendek
StatusTidak beroperasi
LokalDaerah Operasi 4 Semarang
TerminusSemarang Poncol
Solo Balapan
Stasiun6
Layanan1
Operasi
Dibuka1971
Ditutup24 Oktober 2011
PemilikPT Kereta Api Indonesia
OperatorDaerah Operasi IV Semarang
Data teknis
Lebar sepur1067 mm
Kecepatan operasi30km/jam
Titik tertinggi-
Jumlah ruteTidak ada no. KA

Kereta api Pandanaran merupakan layanan kereta api yang pernah dioperasikan oleh PT Kereta Api di Jawa untuk melayani relasi Semarang Tawang–Solo Balapan melalui Gundih.

Layanan Pandanwangi dimaksudkan untuk mengurangi tekanan transportasi jalan raya antara Solo dan Semarang. Rangkaiannya terdiri dari tiga unit KRD yang dimiliki oleh PT KAI Daerah Operasi IV Semarang. Rute ini melayani perjalanan dua kali sehari, berangkat dari Stasiun Solo Balapan, ke arah utara melalui Gundih, Kedungjati, dan Brumbung hingga mencapai Stasiun Semarang Tawang. Waktu tempuh rata-rata adalah 2,5 jam, sama dengan waktu tempuh bus AKAP Semarang–Solo (Terminal Tirtonadi) pada waktu itu.

Walaupun dimaksudkan untuk mempercepat perjalanan antara Semarang dan Solo, trayek ini masih dibatasi oleh kondisi rel di daerah antara Gundih dan Gemolong yang masih di bawah standar rata-rata rel kereta api di Jawa, sehingga kereta api harus berjalan lambat. KRD yang sudah tua juga membuat terkadang bermasalah pada mesinnya, sehingga terkadang ditarik lokomotif, biasanya seri BB200.

Sejarah

Kereta ini muncul pada tahun 1970 yang awalnya merupakan kereta api unggulan lalu menjadi kereta api kelas campuran.

Awalnya, kereta ini mempunyai rute Semarang-Yogyakarta. Namun, kereta ini diperpendeki menjadi Semarang-Solo.

Memasuki 1980an, KA Pandanaran turun kelas menjadi kelas 3 saja. Pada 1990an, penurunan kelas ini semakin parah karena KA Pandanaran ditambah gerbong barang dan petikemas dan menjadi kelas campuran, walaupun dikembailkan menjadi kelas 3, pada tahun 1997/1998 KA Pandanaran sempat di diperpanjang ke Pekalongan.

Kereta api Pandawangi terakhir beroperasi tanggal 24 Oktober 2011 dikarena PT Kereta Api Indonesia sering mengalami kerugian dan setelah adanya Jalan tol yang menghubungkan Kota Semarang dengan Kota Solo dan kalah bersaing dengan mobil pribadi dan angkutan umum. Kini, kereta api yang melayani relasi Semarang–Solo adalah kereta api Banyubiru dan kereta api Joglosemarkerto. Berbeda dengan kereta api Pandanwangi, kereta ini hanya berhenti di stasiun besar.

Insiden

Pada 17 Juni 1973, pukul 19:50, KA Pandanaran 75 yang dihela lokomotif BB200 35 ditabrak KA Barang 2620 yang dihela lokomotif CC200 01. Tabrakan terjadi di jalur satu Stasiun Telawa, Boyolali. Awalnya, KA 75 direncanakan untuk bersilang dengan KA 2620. Namun, saat KA 75 belum sempurna memasuki jalur satu, tiba-tiba KA 2620 menabrak KA 75 dari depan. Tabrakan diakibatkan oleh matinya mesia CC 200 01, yang diikuti dengan kosongnya tangki udara, yang membuat masinis KA 2620 tidak bisa mengerem atau memberi semboyan ikat rem keras untuk PLRM (Pelayan Rem) maupun memberikan semboyan bahaya. Akibatnya, KA 2620 terus melaju tak terkendali di jalur yang menurun, menerobos sinyal masuk yang menunjukan aspek tidak aman dan menabrak KA 75 yang sedang memasuki jalur satu. Akibat kejadian ini, 11 orang meninggal dunia. BB 200 35 dan CC 200 01 rusak berat, dan akhirnya diafkirkan dan dirucat.[butuh rujukan]

Stamformasi (1989)

BB 200+5K3

Pranala luar

Kereta Api Indonesia Layanan kereta api penumpang yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia
  • Hanya berisi layanan kereta api yang dioperasikan oleh induk perusahaan. Untuk layanan yang dioperasikan oleh anak perusahaan, lihat Templat:KAI Commuter untuk layanan KAI Commuter, Templat:KAI Bandara untuk layanan KAI Bandara dan Templat:KCIC untuk layanan KCIC/Whoosh
Kereta api antarkota
Eksekutif
Campuran
Eksekutif dan Bisnis
Eksekutif dan Ekonomi
Ekonomi
Susunan kursi 2–2
Susunan kursi 3–2
120px-CC_206_13_24_%2B_KA_Sri_Tanjung.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kereta api lokal
Ekonomi lokal
KA perintis dan
bus rel
LRT
KA bandara dan
pengumpan KAI
Layanan lain dan topik terkait
Kereta wisata
Rencana beroperasi
Pengganti KA
  • Purwokerto–Purbalingga–Wonosobo pp (angkutan terusan)
  • Semarang–Demak–Kudus-Pati pp (angkutan terusan)
Topik terkait
Tidak beroperasi
  • Tebal pada kelas ekonomi: tidak disubsidi.
  • Miring: KA tambahan/fakultatif.
  • Garis bawah: KA aglomerasi.
  • Dimutakhirkan 1 Mei 2026.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan