Minggu, 20 September 2026
15:42 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Kereta api Parahyangan

Kereta api Parahyangan

layanan kereta api di Indonesia

Kereta api Parahyangan
330px-Papan_Nama_KA_Parahyangan.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
330px-Parahyangan_Fakultatif_New_Generation.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kereta api Parahyangan Fakultatif dengan rangkaian terbarunya.

Kereta api Parahyangan
osm-intl,a,a,a,323x300.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Kereta_api_Parahyangan&revid=29905440&groups=_499868f408bc326dece45e5e4782e65f8a2d7c76&parser=parsoid
Informasi umum
Jenis layananKereta api antarkota
StatusBeroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi II Bandung
PendahuluParahyangan (1971 – 2010, 1 Februari 2025 – sekarang)
Argo Gede (1995 – 2010)
Argo Parahyangan (2010 – 31 Januari 2025)
Mulai beroperasi31 Juli 1971;55 tahun lalu (1971-07-31)
Operator saat iniKereta Api Indonesia
Jumlah penumpang harian4.600 penumpang per hari (rata-rata)[butuh rujukan]
Lintas pelayanan
Stasiun awalBandung
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah.
Stasiun akhirGambir
Jarak tempuh169 km (105,01 mi)
Waktu tempuh rerata2 jam 59 menit[1]
Frekuensi perjalanan5 kali keberangkatan pulang pergi tiap hari
1 kali keberangkatan pulang pergi fakultatif
Jenis relRel berat
Pelayanan penumpang
KelasCampuran[a]
Pengaturan tempat duduk
  • 38 tempat duduk disusun 2-2 (panoramic)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
  • 50 tempat duduk disusun 2-2 (eksekutif)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
  • 26 tempat duduk disusun 1–2 (luxury)
    kursi dapat diputar dan dapat direbahkan hingga 140°
  • 28 tempat duduk disusun 2-2 (priority)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
  • 80 tempat duduk disusun 2-2. Sebanyak 40 kursi ke arah depan dan 40 ke arah belakang (ekonomi premium)
    kursi dapat direbahkan
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks dengan tirai dan lapisan laminasi isolator panas
Fasilitas hiburanAda
Fasilitas bagasiAda (bukan kereta bagasi)
Teknis sarana dan prasarana
Lebar sepur1.067 mm (3 ft 6 in) Lebar sepur Cape
Kecepatan operasional60–120 km/h (17–33 m/s)
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal131B–140B (Reguler)
141F–142F (Fakultatif)
Peta rute
ke Jakarta Kota
Gambir
Transjakarta
ke Tanah Abang
ke Bogor
Jatinegara
20px-Jakarta_KRL_C.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Transjakarta Transjakarta#Pengumpan Perbatasan
DKI Jakarta
Jawa Barat
Bekasi
20px-Jakarta_KRL_C.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Karawang
Cikampek
ke Surabaya (via Semarang)
Purwakarta
ke Bogor
Cimahi
Bandung
B G KC Metro Jabar Trans Trans Metro Bandung
Ke Surabaya (via Yogyakarta)
Keterangan:

Kereta api Parahyangan merupakan layanan kereta api penumpang kelas campuran (lihatlah di bawah) yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia (KAI) untuk melayani relasi BandungGambir dan sebaliknya.

Kereta api Parahyangan menawarkan pilihan perjalanan pada pagi hingga malam hari untuk kedua arah serta menempuh jarak sekitar 169 km dalam waktu rata-rata 2 jam 59 menit.[1]

Asal-usul nama

Nama Parahyangan dalam bahasa Sunda dan Preanger dalam pengejaan bahasa Belanda merujuk pada suatu daerah pegunungan tempat kebudayaan Suku Sunda berkembang. Menurut buku berjudul Seabad Grand Hotel Preanger 1897–1997 (2000) yang disusun oleh Kunto, kata "Parahyangan" berasal dari kata rahyang yang mendapatkan awalan pa- dan akhiran -an yang berarti "tempat bersemayam para rahyang—roh nenek moyang atau dewa".[2]

Sejarah

Kereta api Parahyangan (1971–2010)

250px-CC_20410_Parahyangan.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
KA Parahyangan tiba di Stasiun Gambir, 2009

Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA) meluncurkan kereta api Parahyangan pada 31 Juli 1971 dengan layanan kelas eksekutif dan bisnis untuk menempuh perjalanan dari Bandung menuju Jakarta dalam waktu empat jam tiga menit.[3]

Saat awal pengoperasiannya, kereta api ini sering beroperasi dengan lokomotif BB301 sebagai penarik. Lokomotif BB304 sempat dioperasikan sebagai penarik sebelum tergantikan oleh lokomotif CC201.[4]

Pada tahun 1980-an, kereta api Parahyangan sempat menjadi pilihan masyarakat untuk bepergian menuju Jakarta maupun Bandung—hal ini dapat dibuktikan adanya pengoperasian kereta api Parahyangan dengan empat belas kereta dalam satu rangkaian.[4]

Pada tahun 2005, kereta api Parahyangan sempat beroperasi dengan membawa dua kereta kelas eksekutif dan tiga kereta kelas bisnis dalam satu rangkaian sebagai dampak penurunan tingkat keterisian penumpang akibat pengoperasian jalan tol Cikampek–Purwakarta–Padalarang (Cipularang)—perjalanan Jakarta–Bandung saat itu lebih cepat apabila ditempuh melalui jalan tol. Untuk meningkatkan keterisian penumpang, KAI sempat memberlakukan diskon tarif mulai 7 Maret 2008.[5][6]

Kereta api Argo Gede (1995–2010)

330px-Argo_Gede.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kereta api Argo Gede saat melintas di Jembatan Cirangrang, Bandung Barat, 2009

Kereta api Argo Gede merupakan layanan kereta api Argo pertama yang beroperasi mulai 31 Juli 1995. Nama "Argo Gede" diambil dari Gunung Gede, salah satu gunung di Jawa Barat. Kereta api ini diluncurkan di Stasiun Gambir oleh Perumka bersamaan dengan peresmian kereta api JS-950 Argo Bromo dan peluncuran lokomotif CC203.[7] Selama pengoperasiannya, kereta api ini menempuh perjalanan dari Jakarta menuju Bandung selama 2,5 jam dan beroperasi menggunakan rangkaian kereta buatan INKA keluaran 1995.[8] Per Oktober 1999, kereta api ini melayani dua kali perjalanan dalam sehari dan tarif ditetapkan sebesar Rp40.000,00.[9]

PT KA kemudian meluncurkan layanan kereta api Argo Gede II pada 20 Mei 2001—bersama dengan peluncuran kereta api Argo Muria II dan Gumarang—untuk menambah jumlah perjalanan lintas Jakarta–Bandung.[10]

Beberapa layanan kereta api lintas Jakarta–Bandung mengalami penurunan tingkat keterisian akibat pengoperasian jalan tol Cipularang pada 2005. Walaupun demikian, tingkat keterisian kereta api Argo Gede lebih tinggi jika dibandingkan dengan kereta api Parahyangan.[11]

Kereta api Argo Parahyangan (2010–2025)

2010–2016: Awal pengoperasian

330px-Argo_Parahyangan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kereta api Argo Parahyangan saat melintas di Tikungan Padalarang, 2011
250px-Argo_Parahyangan_ls_ex_JPL_52_Cipinang.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kereta api Argo Parahyangan saat melintas di JPL 52, Pisangan Timur, Pulo Gadung, Jakarta Timur

Kereta api Argo Parahyangan merupakan hasil rasionalisasi pasca beroperasinya Jalan Tol Cikampek–Purwakarta–Padalarang, yang berupa peleburan layanan kereta api Argo Gede dan Parahyangan sejak 26 April 2010.[12]

Kereta api Argo Parahyangan mulai beroperasi pada 27 April 2010. Pada awal peleburan, kereta api Argo Parahyangan beroperasi dengan rangkaian kereta yang terdiri dari tiga sampai empat kereta kelas eksekutif (bekas kereta api Argo Gede) dan dua sampai tiga kereta kelas bisnis (bekas kereta api Parahyangan).

Oleh karena permintaan pasar akan layanan kelas eksekutif meningkat, maka layanan kelas bisnis ditiadakan pada beberapa perjalanan. Hingga akhirnya pada 30 Desember 2011, Argo Parahyangan hanya melayani kelas eksekutif.

Sejak tidak diberlakukan kebijakan kereta aling-aling pada pertengahan tahun 2016, perjalanan kereta api Argo Parahyangan—yang sebelumnya mengalami perubahan layanan—kembali melayani kelas bisnis.

2016–2017: Penambahan kelas ekonomi

Sejak 25 Oktober 2016, layanan kelas bisnis kereta api Argo Parahyangan diubah menjadi kelas ekonomi plus. Rangkaian kereta kelas ekonomi plus yang digunakan berupa rangkaian kereta buatan INKA keluaran 2016—pernah digunakan untuk pengoperasian kereta api Mutiara Selatan maupun kereta api lain. Namun, diketahui kereta ekonomi plus memiliki ruang antarkursi yang sempit, sehingga dikeluhkan oleh pengguna.[13][14][15] Pada masa ini, jumlah perjalanan dilakukan penambahan sebagai respons atas peningkatan permintaan.

2017–2023: Masa keemasan dan Argo Parahyangan Excellence

250px-Argo_parahyangan_melintas_langsung_stasiun_manggarai.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kereta api Argo Parahyangan melintas langsung Stasiun Manggarai, 2018
250px-Argo_Parahayangan_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tampak dalam kereta api Argo Parahyangan kelas eksekutif setelah dilakukan penggantian rangkaian kereta mulai 2019

Pada rentang tahun 2017 hingga 2019, kereta api ini mulai beroperasi menggunakan rangkaian kereta buatan INKA kelas ekonomi premium keluaran 2017 dan kelas eksekutif berbahan baja nirkarat keluaran 2018 pada layanan kereta api tambahan. Selain itu, kereta api ini mulai melayani layanan priority pada 9 Maret 2018.[16]

Kereta api Argo Parahyangan reguler dilakukan penggantian rangkaian kereta secara keseluruhan dengan rangkaian kereta buatan INKA berbahan baja nirkarat mulai tahun 2019. KAI meluncurkan layanan kereta api dengan waktu tempuh yang lebih singkat (2 jam 50 menit), yaitu Argo Parahyangan Excellence, mulai 1 Oktober 2019.[17]

Sesuai dengan grafik perjalanan kereta api (Gapeka) tahun 2021, kereta api ini memiliki empat perjalanan pulang-pergi secara reguler dan enam kali perjalanan kereta api fakultatif.

2023–2025: Kereta Panoramic dan akhir pengoperasian

250px-Argo_Parahyangan_35_PWK.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kereta api Argo Parahyangan mengarah Jakarta segera melintasi Stasiun Purwakarta. 2023

Per 3 Februari 2023, kereta api Argo Parahyangan mendapatkan tambahan layanan Kereta Panoramic yang dioperasikan sepanjang bulan Februari 2023 pada hari Jumat untuk nomor KA 44A dan Minggu untuk nomor KA 51A.[18]

Namun pada 1 Juni 2023—diikuti dengan pemberlakuan Gapeka 2023, Stasiun Kiaracondong tidak lagi dilayani oleh kereta api Argo Parahyangan. Pada 3 Juni 2023, dua hari setelah diberlakukannya Gapeka 2023, kereta Panoramic mulai beroperasi secara reguler pada KA Argo Parahyangan. KA Argo Parahyangan yang melayani kelas tersebut mencakup nomor KA 33 hingga 36, serta KA 43 dan 44. Namun, pada nomor KA 33 hingga 36, kelas Panoramic hanya tersedia pada hari Senin hingga Jumat.[19][20] Pada Gapeka 2025, kereta api Argo Parahyangan kembali menggunakan identitas lama yang pernah digunakan hingga tahun 2010, yaitu Parahyangan.

Kembalinya Kereta api Parahyangan (2025–sekarang)

Mulai 1 Februari 2025, bertepatan dengan pengoperasian Gapeka 2025, kereta api Argo Parahyangan tidak lagi berstatus sebagai kereta api unggulan. Sehingga kembali menggunakan nama kereta api Parahyangan dengan layanan kelas yang serupa tetapi memiliki perhentian yang sedikit lebih banyak.[21]

Pola rangkaian

Berdasarkan Gapeka 2025, kereta api Parahyangan beroperasi dengan rangkaian milik kereta api lain yang menjadikan kereta api Parahyangan satu-satunya kereta api penumpang yang tidak memiliki rangkaian kereta api yang paten. Berikut ini merupakan diagram pola rangkaian yang digunakan oleh kereta api Parahyangan.

Jenis Layanan Nomor KA Kelas Layanan Kepemilikan Rangkaian Depo Kereta Keterangan Formasi Rangkaian
Reguler 131 Panoramic, Eksekutif, dan Ekonomi Premium Pangandaran Jakarta Kota Setelah kereta api Parahyangan tiba di Stasiun Gambir, rangkaian akan melanjutkan perjalanan relasi Gambir–Banjar sebagai kereta api Pangandaran. 1 kereta pembangkit, 4 kereta ekonomi premium, 1 kereta makan, 3 kereta eksekutif, dan 1 kereta panoramic.
132 Eksekutif dan Luxury Gajayana Malang Parahyangan dengan kelas Luxury. 1 kereta pembangkit, 1 kereta luxury, 8 kereta eksekutif, dan 1 kereta makan.
133
134 Panoramic, Eksekutif, dan Ekonomi Premium Papandayan Bandung Setelah kereta api Papandayan tiba di Stasiun Gambir, rangkaian akan melanjutkan perjalanan relasi Gambir–Bandung sebagai kereta api Parahyangan.

Tiket kereta Panoramic tidak dijual.

1 kereta panoramic, 3 kereta eksekutif, 1 kereta makan, 4 kereta ekonomi premium, dan 1 kereta pembangkit
135 Eksekutif dan Ekonomi Premium Malabar Malam Bandung Setelah kereta api Malabar Malam tiba di Stasiun Bandung, ditambahkan satu rangkaian kereta eksekutif. 2 kereta ekonomi premium, 1 kereta makan, 5 kereta eksekutif, dan 1 kereta pembangkit.
136
137 Eksekutif dan Priority Pandalungan Jakarta Kota Setelah kereta api Pandalungan tiba di Stasiun Jakarta Kota, rangkaian akan beristirahat dan akan melanjutkan perjalanan untuk relasi Gambir–Bandung. 1 kereta pembangkit, 8 kereta eksekutif, 1 kereta makan, dan 1 kereta wisata priority.
138
139 Eksekutif dan Panoramic Argo Wilis Bandung Tiket kereta Panoramic tidak dijual 7 kereta eksekutif, 1 kereta makan, 1 kereta panoramic, dan 1 kereta pembangkit.
140
Fakultatif 141F Turangga Beroperasi pada hari tertentu
142F

Stasiun pemberhentian

Berikut adalah stasiun pemberhentian Kereta api Parahyangan per 1 Februari 2025.[22]

Provinsi Kota/Kabupaten Stasiun Keterangan Status
DKI Jakarta Gambir 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_2_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Stasiun ujung, terintegrasi dengan layanan BRT Transjakarta

Jatinegara 20px-Jakarta_KRL_C.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_5_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_10_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_11_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Terintegrasi dengan layanan BRT Transjakarta dan Commuter Line Cikarang

Kecuali KA 132 dan 141F

Jawa Barat Kota Bekasi Bekasi 20px-Jakarta_KRL_C.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Terintegrasi dengan Commuter Line Cikarang

Karawang Karawang LJ LW

Terintegrasi dengan Commuter Line Jatiluhur dan Walahar

Hanya jadwal pagi

Cikampek
Purwakarta Purwakarta LW G B

Terintegrasi dengan Commuter Line Walahar, Bandung Raya dan Garut

Kecuali KA 141F

Kota Cimahi Cimahi B G

Terintegrasi dengan Commuter Line Bandung Raya dan Garut

Kota Bandung Bandung B G 2 3 4

Stasiun ujung, terintegrasi dengan Commuter Line Bandung Raya, Garut, dan layanan bus Teman Bus (Metro Jabar Trans)

Legenda

Stasiun ujung (terminus)
Berhenti untuk semua arah/sebagian besar jadwal
Berhenti untuk jadwal pagi

Insiden

Pada 7 Februari 1998, Dua kereta api Parahyangan dari arah berlawanan bertabrakan di Stasiun Sadang. 53 penumpang terluka. [23][24][25]

Pada 3 November 2007, Terjadi kecelakaan tragis yang melibatkan Kereta api Argo Gede (KA 20) di Desa Anjun, Plered, Purwakarta, Jawa Barat. Insiden bermula saat kereta kelas eksekutif Argo Gede terbakar dan kereta makan dan pembangkit kelas eksekutif nomor MP1-99501 (MP1 0 99 01) lepas kendali. Namun karena kontur emplasemen Stasiun Plered yang sedikit miring dan tidak dipasangnya pengganjal roda, kedua kereta yang dilepas meluncur sendiri hingga menabrak pengendara motor di perlintasan sebidang dan lokomotif dari Kereta api Lokal Cibatuan (KA 980) di Stasiun Cisomang. Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 14.10 WIB. Peristiwa ini melibatkan kereta api Argo Gede yang mengalami insiden hingga menelan korban jiwa. Peristiwa kecelakaan ini mengakibatkan dua orang tewas dan 62 orang mengalami luka-luka, yang mana sebagian besar korban luka merupakan penumpang Kereta api Lokal Cibatuan (KA 980).[26][27][28][29][30][31]

Pada 30 Mei 2014 sekitar pukul 21.00 WIB, kereta api Argo Parahyangan dari arah Gambir menuju Bandung anjlok di KM128+400 petak jalan antara CisomangCikadongdong tepatnya di ujung Jembatan Cisomang sisi Darangdan, Purwakarta. Kejadian ini mengakibatkan sebuah lokomotif dan dua kereta paling depan keluar rel hingga miring ke arah kanan, dan menyebabkan perjalanan kereta api Serayu dialihkan. Ratusan penumpang kereta api Argo Parahyangan dievakuasi menuju Stasiun Cisomang. Beberapa penumpang mengalami luka di bagian kepala akibat benturan.[32][33][34][35]

Pada 26 Agustus 2019 pukul 13.00, KA 32 Argo Parahyangan menabrak bus Agra Mas yang merupakan angkutan karyawan di perlintasan kereta api Warungbambu, Karawang Timur, Karawang. Pada saat kejadian bus mengalami mogok saat melintas di perlintasan sebidang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena sopir dan penumpang bus telah keluar sebelum kecelakaan. Kejadian ini mengakibatkan kaca lampu semboyan pada lokomotif pecah, kereta pembangkit dan bus terlempar, serta beberapa perjalanan kereta api menjadi terganggu.[36]

Pada 21 Desember 2019 pukul 22:15 WIB, kereta api Argo Parahyangan menabrak mobil di perlintasan kereta api di Cibitung, Wanasari, Cibitung, Bekasi yang mengakibatkan mobil mengalami kerusakan parah dan tujuh orang penumpang tewas di lokasi kecelakaan. Selain itu, lampu kabut sebelah kiri pada lokomotif pecah kemudian berhenti luar biasa di Stasiun Tambun untuk memeriksa lokomotif.[37]

Galeri

Wikimedia Commons memiliki media mengenai kereta api Parahyangan.
  • Tampak dalam pada kereta api Argo Parahyangan kelas eksekutif sebelum dilakukan penggantian rangkaian kereta, 2010
    Tampak dalam pada kereta api Argo Parahyangan kelas eksekutif sebelum dilakukan penggantian rangkaian kereta, 2010
  • Kereta api Argo Parahyangan rangkaian Harina segera melintas langsung Stasiun Tambun, 2014
    Kereta api Argo Parahyangan rangkaian Harina segera melintas langsung Stasiun Tambun, 2014
  • Kereta api Argo Parahyangan menanjak jalur layang di Stasiun Jatinegara, Maret 2024
    Kereta api Argo Parahyangan menanjak jalur layang di Stasiun Jatinegara, Maret 2024
  • Kereta api Argo Parahyangan dengan stiker tematik Natal & Tahun Baru 2025 persiapan melintas langsung Stasiun Cikampek, Desember 2024
    Kereta api Argo Parahyangan dengan stiker tematik Natal & Tahun Baru 2025 persiapan melintas langsung Stasiun Cikampek, Desember 2024

Lihat pula

Catatan

  1. Untuk informasi selengkapnya lihatlah di bawah.

Referensi

  1. 1 2 "Grafik Perjalanan Kereta Api Pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional Di Jawa Tahun 2025" (Dokumen). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian. {{cite document}}: Parameter tidak dikenal |access-date= diabaikan; Parameter tidak dikenal |archive-date= diabaikan; Parameter tidak dikenal |archive-url= diabaikan; Parameter tidak dikenal |url-status= diabaikan; Parameter tidak dikenal |url= diabaikan
  2. Kunto, H. (2000). Seabad Grand Hotel Preanger 1897 - 1997. Bandung: Grand Hotel Preanger.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. 30 Tahun Indonesia merdeka. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia. 1977.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. 1 2 "Legenda Parahyangan". Roda Sayap.
  5. "KA Jakarta-Bandung Diskon 50%, Penumpang Melonjak 100%". detikcom. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-26. Diakses tanggal 2020-06-28.
  6. "Kereta Api Parahyangan Dihentikan". Kompas.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-05-29. Diakses tanggal 2020-06-28.
  7. "Argo Bromo dan Argo Gede". Kompas. 1995.
  8. Malik, Dusep (2018-03-20). "Nostalgia Mewahnya Kereta Api Argo Pertama di Indonesia". VIVA.co.id. Jakarta: Visi Media Asia. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-26. Diakses tanggal 2020-06-28.
  9. "Jadual dan Tarif Kereta Api Argogede". Perusahaan Umum Kereta Api. Diarsipkan dari versi asli pada 2021-11-08.
  10. "KA Argo Muria Beroperasi". Kompas. 2001.
  11. "PT KA: Lebih Ramai Argo Gede Dibanding Parahyangan". detikcom. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-25. Diakses tanggal 2020-06-28.
  12. "Baltyra: KA Parahyangan, Sang Legendaris Pun Harus Berhenti". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-04. Diakses tanggal 2015-12-14.
  13. Okta, Maria (2018-04-17). "Dianggap Sempit dan Tak Nyaman, Kursi KA Ekonomi Premium Penumpang Akan Diganti". KabarPenumpang.com (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-27. Diakses tanggal 2020-03-21.
  14. Sidik, Fajar. Newswire (ed.). "KA Mutiara Selatan Kembali ke Kelas Bisnis". Bisnis.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-22. Diakses tanggal 2020-03-21.
  15. "Harga Tiket Kereta Api Jarak Jauh Turun, Cek Daftarnya". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-09-09. Diakses tanggal 2016-10-17.
  16. "KAI Luncurkan KA Argo Parahyangan Priority". kai.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-03-31. Diakses tanggal 2020-02-25.
  17. Susanti, Reni. Belarminus, Robertus (ed.). "KAI Luncurkan KA Argo Parahyangan Excellence, Jakarta-Bandung 2 Jam 50 Menit". Kompas.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-26. Diakses tanggal 2020-01-11.
  18. Arnani, Mela (3 Februari 2023). "Kereta Panoramic Beroperasi Februari 2023, Ini Cara Beli Tiketnya". Kompas.com. Jakarta: KG Media. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-03-28. Diakses tanggal 4 Februari 2023.
  19. Susanti, Reni (12 Mei 2023). "Jadwal KA Argo Parahyangan Bandung–Jakarta Terbaru, Berlaku 1 Juni 2023". Kompas.com. Bandung: KG Media. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-05-18. Diakses tanggal 18 Mei 2023.
  20. Nicha, Muslimawati (7 Juni 2023). "Makin Diminati, Kereta Panoramic Sudah Layani 7.470 Penumpang hingga Mei 2023". Kumparan. Jakarta. Diakses tanggal 10 Juni 2023.
  21. "KA Parahyangan Beroperasi Lagi, Pilihan Baru untuk Perjalanan Jakarta-Bandung". Tempo.co. 2025-02-01. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2025-02-07. Diakses tanggal 2025-02-01.
  22. "Grafik Perjalanan Kereta Api Pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional Di Jawa Tahun 2025" (Dokumen). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian. hlm. 335.{{cite document}}: Parameter tidak dikenal |access-date= diabaikan; Parameter tidak dikenal |archive-date= diabaikan; Parameter tidak dikenal |archive-url= diabaikan; Parameter tidak dikenal |url-status= diabaikan; Parameter tidak dikenal |url= diabaikan
  23. "53 injured in West Java express train accident". Jawawa News Archive (dalam bahasa Inggris).
  24. "Train crash still being probed". Jawawa News Archive (dalam bahasa Inggris).
  25. "TABRAKAN KERETA API PARAHYANGAN". ANTARA Foto.
  26. "Satu Gerbong KA Argo Gede Terbakar". Liputan 6. 3 November 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  27. "KA Argo Gede Terbakar, lalu Ditabrak KA Ekonomi". detikNews. 3 November 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  28. "KA Argo Gede Terbakar, Dua Tewas". ANTARA News. 3 November 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  29. Muttagien, Sirojul (3 November 2007). "2 Tewas, 50 Luka Tabrakan KA Argo Gede-KA Ekonomi". news.okezone.com.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  30. "Tabrakan Kereta di Purwakarta Menewaskan Dua Orang". Liputan 6. 3 November 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  31. "Tabrakan Kereta di Plered, Dua Tewas". Liputan 6. 3 November 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  32. Editor, News (2014-05-31). "KA ARGO PARAHYANGAN ANJLOK: Jalur Bandung-Purwakarta Terganggu". Bisnis.com. Diakses tanggal 2025-02-26.{{cite web}}: |last= memiliki nama generik
  33. antaranews.com (2014-05-31). "KA Argo Parahyangan anjlok di Purwakarta". Antara News. Diakses tanggal 2025-02-26.
  34. "Kereta Argo Parahyangan Anjlok, Penumpang Shock dan Panik". detiknews. Diakses tanggal 2025-02-26.
  35. https://regional.kompas.com/read/2014/05/31/0108527/Sempat.Miring.Kereta.Api.Argo.Parahyangan.Anjlok.Tepat.di.Mulut.Jembatan.Cisomang?page=all
  36. Farhan, Farida. Assifa, Farid (ed.). "Bus Mogok di Tengah Rel, Karyawan Berhamburan dan Kereta Pun Datang lalu Menabrak". Kompas.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-26. Diakses tanggal 2019-09-05.
  37. Fikri, Luthfi Khairul (22 Desember 2019). "BREAKING NEWS: Kereta Api Tabrak Mobil di Cibitung, 7 Orang Tewas, Ini Kronologinya". Tribunnews.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-26. Diakses tanggal 2019-12-22.

Pranala luar

Kereta Api Indonesia Layanan kereta api penumpang yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia
  • Hanya berisi layanan kereta api yang dioperasikan oleh induk perusahaan. Untuk layanan yang dioperasikan oleh anak perusahaan, lihat Templat:KAI Commuter untuk layanan KAI Commuter, Templat:KAI Bandara untuk layanan KAI Bandara dan Templat:KCIC untuk layanan KCIC/Whoosh
Kereta api antarkota
Eksekutif
Campuran
Eksekutif dan Bisnis
Eksekutif dan Ekonomi
Ekonomi
Susunan kursi 2–2
Susunan kursi 3–2
120px-CC_206_13_24_%2B_KA_Sri_Tanjung.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kereta api lokal
Ekonomi lokal
KA perintis dan
bus rel
LRT
KA bandara dan
pengumpan KAI
Layanan lain dan topik terkait
Kereta wisata
Rencana beroperasi
Pengganti KA
  • Purwokerto–Purbalingga–Wonosobo pp (angkutan terusan)
  • Semarang–Demak–Kudus-Pati pp (angkutan terusan)
Topik terkait
Tidak beroperasi
  • Tebal pada kelas ekonomi: tidak disubsidi.
  • Miring: KA tambahan/fakultatif.
  • Garis bawah: KA aglomerasi.
  • Dimutakhirkan 1 Mei 2026.
Topik mengenai Jakarta
Kota
120px-Coat_of_arms_of_Jakarta.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Jakarta
Sejarah
Demografi
Geografi
Ekonomi
Politik
Pendidikan
Objek wisata dan
Markah tanah
Transportasi publik
Angkutan umum
Bandar udara
Stasiun kereta api
Layanan kereta api
Transportasi air
Agama
Transportasi umum di Jakarta
Sarana transportasi
Bus
Kereta rel listrik
Kereta api antarkota
Eksekutif
Eksekutif dan Ekonomi
Ekonomi
Angkutan cepat
Kereta cepat
250px-DMR-250284_Perum_DAMRI_Transjakarta_E-Cityline_3_Laksana.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Perdana_dinas_KRL_INKA_seri_iE305_Trainset_2_lintas_Bogor.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Gajayana_New_Generation_with_Gambir_Station.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Jakarta_MRT_TS12_entering_Blok_A_Station.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Hyundai_Rotem_LRT_Jakarta.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Jabodebek_LRT_at_TMII_LRT_Station.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Whoosh_400_set_ke-3_memasuki_stasiun_Tegalluar.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Infrastruktur
Jalan bebas hambatan
dan tol dalam kota
Jalur kereta api
Terminal
Stasiun
Stasiun kereta api dan KRL
Stasiun kereta api Barang
Stasiun MRT Jakarta
Stasiun LRT Jakarta
Stasiun LRT Jabodebek
Transportasi air
Bandar Udara
Organisasi dan perusahaan
Operator
Tiket
Regulator
Integrator
  • Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek
  • Integrasi Transportasi Jakarta
  • Jakarta Lingko Indonesia (Jak Lingko)
  • * dalam tahap pengerjaan
  • ** dalam tahap penyelesaian
  • Coret: tidak beroperasi
Jalur transportasi umum
Bus
Kereta api lokal
Kereta api antarkota
Infrastruktur
Jalan bebas hambatan
Jalur kereta api
Jalur bus
Bandar udara
Terminal bus
Stasiun kereta api
Organisasi dan perusahaan
Operator dan regulator
  • * dalam tahap perencanaan
  • ** dalam tahap pembangunan/pengadaan
  • Miring: tidak beroperasi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan