Rabu, 28 Oktober 2026
04:35 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Sepur 3 kaki 6 inci

Sepur 3 kaki 6 inci

jalur kereta api dengan rel yang terpisah dengan jarak 1067 mm (3′ 6″)

Bagikan:
Rel kereta api di Indonesia yang menggunakan lebar sepur 1067mm.
Rel kereta api di Indonesia yang menggunakan lebar sepur 1067mm.
Lebar sepur
Menurut moda transportasi
Menurut ukuran (daftar)
Graphic list of track gauges
Sangat sempit
  Lima belas inci 381 mm (15 in)
Sempit
 
  • 600 mm
  • 610 mm
  • (1 ft 11 ⅝ in)
  • (2 ft)
 
  • 750 mm
  • 760 mm
  • 762 mm
  • (2 ft 5 ½ in)
  • (2 ft 5 15⁄16 in)
  • (2 ft 6 in)
 
  • 891 mm
  • 900 mm
  • 914 mm
  • (2 ft 11 3⁄32 in)
  • (2 ft 11 7⁄16 in)
  • (3 ft)
  Semeter 1.000 mm (3 ft 3 ⅜ in)
  3 kaki 6 inci 1.067 mm (3 ft 6 in)
  4 kaki 1.219 mm (4 ft 0 in)
  4 kaki 6 inci 1,372 mm (4 ft 6 in)
  Standar 1.435 mm (4 ft 8 ½ in)
Lebar
  Lebar Dresden 1.450 mm (4 ft 9 3⁄32 in)
  Lebar Leipzig 1.458 mm (4 ft 9 13⁄32 in)
  Lebar Toronto 1.495 mm (4 ft 10 ⅞ in)
 
  • 1.520 mm
  • 1.524 mm
  • (4 ft 11 ⅞ in)
  • (5 ft)
 
  • 1,581 mm
  • 1,588 mm
  • 1,600 mm
  • (5 ft 2 ¼ in)
  • (5 ft 2 ½ in)
  • (5 ft 3 in)
  Lebar Baltimore 1.638 mm (5 ft 4 ½ in)
 
  • 1.668 mm
  • 1.676 mm
  • (5 ft 5 21⁄32 in)
  • (5 ft 6 in)
Perubahan sepur
Menurut wilayah
World map, rail gauge by region

Jalur kereta api dengan lebar sepur 1.067mm (3 kaki 6 inci) merupakan yang pertama dibangun sebagai jalur kereta api yang ditarik kuda. Kereta api penumpang antarkota yang pertama kali menggunakan lebar sepur 1.067 mm dibangun di Norwegia oleh seorang insinyur bernama Carl Abraham Pihl.

Sepur atau rel berikut ini digolongkan sebagai yang sempit. Secara keseluruhan terdapat rel sepanjang sekitar 112.000 kilometer (70.000 mi) di dunia dengan lebar sepur ini.

Di Indonesia, lebar 1.067 mm merupakan yang paling utama dipakai untuk jalur rel kereta api.

Penamaan

Lebar sepur ini kadang kala dikenal sebagai lebar sepur CAP (CAP gauge), dari inisial nama Carl Abraham Pihl.[1]

Di Swedia, lebar sepur tersebut dijuluki sebagai lebar sepur Blekinge, sebagaimana kereta api di daerah Blekinge menggunakan lebar sepur berikut ini.[2]

Nama lain untuk lebar sepur ini yaitu lebar sepur tanjung (Cape gauge), dinamakan dari Koloni Tanjung (Cape Colony) yang di mana sekarang menjadi Afrika Selatan, diadopsi tahun 1873.[3][4] Istilah lebar sepur tanjung digunakan dalam bahasa-bahasa lainnya, seperti bahasa Belanda kaapspoor, bahasa Jerman Kapspur, bahasa Norwegia kappspor dan bahasa Prancis voie cape.

Nama Lebar Sepur Kolonial (Colonial Gauge) digunakan di Selandia Baru.[5][6]

Di Jepang, lebar sepur 1.067 mm (3 kaki 6 inci), bersama sepur sempit lainnya, merujuk pada kyōki (狭軌), yang jika diterjemahkan menjadi sepur sempit, untuk membedakannya dengan Shinkansen.

Pengguna

112,000 km (69,594 mi) menggunakan Cape gauge di dunia:[7]


Catatan

  1. ↑ Bergh, Trond (2001). "Backwardness for ever: Norwegian railway engineers and the narrow gauge, light railway system". EBHA Conference 2001: Business and Knowledge A1: Knowledge as platform for strategy: page 15.{{cite journal}}: |page= memiliki teks tambahan
  2. ↑ "Digitaliserade svenska dagstidningar". web.archive.org. 2014-04-27. Diarsipkan dari versi asli pada 2014-04-27. Diakses tanggal 2022-04-19.
  3. ↑ Ransom, P.J.G. (1996). Narrow Gauge Steam. Oxford Publishing Co. hlm. 107. ISBN 0860935337.
  4. ↑ Griffiths, Ieuan Ll (1994). The Atlas of African Affairs. Routledge. hlm. 168. ISBN 0415054885.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)
  5. ↑ paperspast.natlib.govt.nz https://paperspast.natlib.govt.nz/cgi-bin/paperspast?a=d&d=EP18740512.2.8. Diakses tanggal 2022-04-19.{{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong
  6. ↑ "CR4 - Blog Entry: Track Gauges and Railway Construction (Part 1)". web.archive.org. 2014-03-04. Diarsipkan dari versi asli pada 2014-03-04. Diakses tanggal 2022-04-19.
  7. ↑ "Forum 1520". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-10-07. Diakses tanggal 2010-12-15.
  8. ↑ "CIA World Factbook, Indonesia". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-05-17. Diakses tanggal 2010-12-15.
  9. ↑ "CIA World Factbook, Japan". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-12-20. Diakses tanggal 2010-12-15.
  10. ↑ H. H. Stoek, J. R. Fleming, A. J. Hoskin, A Study of Coal Mine Haulage in Illinois, Engineering Experiment Station Bulletin No. 132, University of Illinois, July 1922, pages 102-103.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan