Stasiun LRT Equestrian (EQT) adalah stasiun LRT Jakarta di Lin Selatan yang terletak di Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2019. Stasiun ini terletak setelah Stasiun LRT Velodrome dan sebelum Stasiun LRT Pulomas. Nama stasiun ini berasal dari gelanggang pacuan kuda internasional yang ada di sisi barat laut stasiun.
Tempat terdekat
Bangunan dan tata letak
| Lantai 3 |
Mezanin |
Penyeberangan antarperon, musala |
| Lantai 2 |
Selasar |
Pintu tiket, mesin tiket, loket, dan kios retail |
| Peron sisi, pintu terbuka di sisi kanan |
| Jalur 1 |
← (Velodrome) |
Lin Selatan tujuan Manggarai |
|
| Jalur 2 |
|
Lin Selatan tujuan Kelapa Gading |
(Pulomas) → |
| Peron sisi, pintu terbuka di sisi kanan |
| Lantai 1 |
Jalan |
Pintu masuk dan keluar |
Kedua peron stasiun LRT ini dilengkapi pintu otomatis. Pintu ini hanya akan terbuka jika kereta menaik-turunkan penumpang untuk mencegah penumpang yang ingin menunggu kereta LRT terjatuh ke rel.
Antarmoda pendukung
Stempel stasiun
Sejak 30 Maret 2025, LRT Jakarta menyediakan layanan stempel stasiun (駅スタンプ, eki sutanpu), serupa dengan stasiun-stasiun di Jepang. Hal ini sebelumnya telah dilakukan oleh MRT Jakarta sejak 9 Agustus 2024. Gambar yang tercantum di dalam stempel stasiun merupakan gambar simbolis yang mencerminkan lingkungan di sekitar stasiun. Stempel stasiun di LRT Jakarta dapat diperoleh secara gratis beserta dengan kertas koleksi sebagai tempat mengecap stempel stasiun setelah melakukan tapping out dari stasiun.[4]
Di Stasiun Equestrian, stempel stasiun terdiri atas kereta LRT Jakarta beserta dengan kuda dan penunggangnya. Hal ini berkaitan dengan Equestrian, yang dapat diartikan sebagai penunggang kuda dan menujuk kepada Jakarta International Equestrian Park.
Galeri
Peron Stasiun LRT Equestrian
Tampak dalam stasiun yang mengarah ke Pegangsaan Dua (2024)
Interior stasiun dari mezanin
Interior stasiun di sekitar tangga penyebrangan antar peron
Referensi
- ↑ "Masyarakat Bisa Uji Coba LRT Jakarta Gratis Mulai 11 Juni 2019". Diakses tanggal 9 Juni 2019.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
- ↑ Ambaranie Nadia Kemala Movanita (ed.). "LRT Jakarta Dikomersilkan 1 Desember, Tarifnya Rp 5.000 Sekali Perjalanan". Diakses tanggal 21 November 2019.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
- ↑ "LRT Jakarta Resmi Berbayar 1 Desember, Tarif Rp5 Ribu Jauh-Dekat". Diakses tanggal 1 Desember 2019.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
- ↑ "Wara-Wiri LRTJ, Stempel Perjalanan #NaikLRTJ". LRT Jakarta. 29 Maret 2025. Diakses tanggal 4 April 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Pranala luar
|
|---|
Lin Selatan | | Fase 1C | |
|---|
| Fase 2B |
- Pemuda
- Pulogadung
- Jayakarta
- Klender
|
|---|
| Fase 3B |
- Pahlawan Revolusi
- Pondok Bambu Utara
- Kalimalang
- Halim
|
|---|
|
|---|
Lin Utara | | Fase 2A |
- Kelapa Gading
- Kelapa Nias
- Boulevard Gading
- Sunter Timur
- Gelanggang Remaja
- Sunter Barat
- JIS
|
|---|
| Fase 3A |
- Martadinata
- Benyamin Sueb
- Kemayoran
- Rajawali
|
|---|
|
|---|
Stasiun yang bertuliskan miring tidak beroperasi atau dalam pembangunan |
 | Artikel bertopik stasiun LRT di Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |