Jumat, 23 Oktober 2026
02:03 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Commuter Line Bandung Raya

Commuter Line Bandung Raya

layanan kereta api di Indonesia

Bagikan:
Commuter Line Bandung Raya
330px-Papan_Nama_Commuter_Line_Bandung_Raya_2026.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
330px-20230804_CL_Baraya_masuk_stasiun_Bandung.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 330px-Greater_Bandung_Regional_Train_in_Haurpugur.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Commuter Line Bandung Raya persiapan memasuki Stasiun Bandung (atas), Commuter Line Bandung Raya tiba di Stasiun Haurpugur (bawah)

Commuter Line Bandung Raya
osm-intl,a,a,a,323x300.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Commuter_Line_Bandung_Raya&revid=30050782&groups=_7a6de97c00d879af5082e719102ced373bfd195f&parser=parsoid
Informasi umum
Jenis layananKereta api komuter
StatusBeroperasi
PendahuluLokal Bandung Raya
Patas Bandung Raya
Mulai beroperasi17 Mei 1884 (1884-05-17)
(142 tahun, 158 hari) (awal pengoperasian)
Operator saat iniKAI Commuter
Operator sebelumnyaKereta Api Indonesia
Daerah Operasi II Bandung
Jumlah penumpang harian28.604 (rerata per hari pada tahun 2025)[1]
Situs webhttps://commuterline.id
Lintas pelayanan
Stasiun awalPadalarang
Stasiun akhirCicalengka
Jarak tempuh42 km
Waktu tempuh rerataRata-rata 2 jam
Jenis relRel berat
Pelayanan penumpang
KelasEkonomi
Pengaturan tempat duduk106 tempat duduk disusun 3-2
kursi saling berhadapan dan tidak bisa direbahkan
Fasilitas restorasiTidak ada
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks, lapisan laminasi isolator panas.
Teknis sarana dan prasarana
Lebar sepur1.067 mm (3 ft 6 in)
Kecepatan operasional10–90 km/h (10–30 km/h di petak Bandung—Andir)
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal367 (Purwakarta–Cicalengka)
352–357, 360–366, 371–377, 380–388, 392-398A (Padalarang–Cicalengka)
Peta rute
330px-Peta_Jalur_Kereta_di_Cekungan_Bandung_dan_Sekitarnya.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
menuju Cibatu atau Garut
B23
Cicalengka
B22
Haurpugur
B21
Rancaekek
B20
Cimekar
B19
Gedebage
B18
Kiaracondong
B17
Cikudapateuh
B16
Bandung
B15
Ciroyom
B14
Andir
B13
Cimindi
B12
Cimahi
B11
Gadobangkong
Whoosh
menuju Tegalluar
B10
Padalarang
Whoosh
menuju Halim
B09
Cilame
B08
Sasaksaat
B07
Maswati
B06
Rendeh
B05
Cikadongdong
B04
Plered
B03
Sukatani
B02
Ciganea
B01
Purwakarta
menuju Cikarang
Keterangan:
  • Nama stasiun yang dicetak tebal menandakan bahwa stasiun tersebut juga melayani kereta api jarak jauh.
  • Nama stasiun yang dicetak miring menandakan bahwa stasiun tersebut tidak melayani perjalanan kereta api apapun.
  • Setiap stasiun pemberhentian juga terintegrasi dengan Commuter Line Garut.

Commuter Line Bandung Raya[a] merupakan layanan kereta api yang dioperasikan oleh KAI Commuter Wilayah II Bandung yang melayani relasi Purwakarta–Padalarang–Cicalengka. Kereta api ini berhenti di setiap stasiun yang dilewatinya, kecuali Stasiun Andir yang masih dalam tahap pembangunan.

Direktorat Jenderal Perkeretaapian melalui Balai Teknik Perkeretaapian Bandung bersama dengan Pemerintah Kota Bandung akan segera merencanakan mengelektrifikasi jalur Commuter Line ini menjadi KRL Commuter Line. Rencana tersebut akan dimulai pada 2024 dengan fase pertama di petak Padalarang–Bandung dan dilanjutkan dengan fase kedua di petak Bandung–Cicalengka.[2][3][4] Rencana ini juga diharapkan dapat membantu konektivitas layanan kereta cepat Whoosh sebagai alternatif dari maupun menuju pusat Kota Bandung.

Sejarah

Dilansir dari sebuah iklan di surat kabar Java-bode pada 10 Mei 1884, rute kereta api dengan relasi Cianjur–Padalarang–Bandung mulai beroperasi pada 17 Mei 1884, bersamaan dengan dibukanya jalur kereta api segmen Cianjur–Bandung. Rute kereta api tersebut sebenarnya terjadwal berakhir di Cicalengka, tetapi hanya berujung di Bandung hingga pembangunan segmen Bandung–Cicalengka selesai.[5][6][7] Dalam buku panduan Van Dorp's officieele reisgids voor spoor- en tramwegen op Java, rute kereta api lokal dengan relasi Bandung–Cimahi kemudian mulai beroperasi sejak 1898.[8] Rute-rute kereta api tersebut beroperasi menggunakan kereta kelas dua dan tiga.[9]

Pada 17 Februari 1983, Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) Eksploitasi Barat mulai mengoperasikan KRD Bandung Raya untuk rute Padalarang—Cicalengka. Layanan tersebut menggunakan dua rangkaian kereta rel diesel MCW 302 (produksi tahun 1982), dengan stamformasi per rangkaian masing-masing dua kereta penumpang MCW 302 dan satu kereta CL-85xx yang dipasang di tengah untuk mengangkut barang pedagang.[10] KRD Bandung Raya tercatat mengangkut 45.840 penumpang selama pekan pertama pengoperasian.[11] Per 1988, layanan KRD Bandung Raya tercatat memiliki frekuensi perjalanan sebanyak 16 kali pulang pergi.[12] Rangkaian kereta ini mulai digantikan oleh KRD MCW 301 yang telah dimodifikasi dan ditarik lokomotif. Pada 2015, KA ini menggunakan K3 biasa bekas KA Patas AC dan KA Penataran Ekspres yang berhenti beroperasi.

Per 1 April 2022, terdapat perubahan operator dan pengelolaan manajemen dari Kereta api Commuter Line Bandung Raya, yang sebelumnya dikelola oleh Kereta Api Indonesia, kemudian diserahkan ke KAI Commuter. Sejak saat itu, Kereta api Commuter Line Bandung Raya telah mengalami berbagai pengembangan, salah satunya pada infrastruktur stasiun. Stasiun-stasiun di jalur Padalarang—Bandung telah menjalani revitalisasi dalam mendukung proyek dan Kereta Cepat Jakarta Bandung.[13][14][15] Saat ini pula, sedang dijalankan pembangunan jalur ganda Kiaracondong—Cicalengka oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Dalam proyek tersebut, Stasiun Andir sedang diaktifkan untuk pelayanan penumpang.[16][17]

Terdapat wacana untuk mengonversi rangkaian kereta api ini menjadi kereta rel listrik. Pada 2023, Dinas Perhubungan Kota Bandung mengumumkan bahwa proyek konversi tersebut akan dibagi menjadi dua tahap, yakni Padalarang—Bandung dan Bandung—Cicalengka. Rencananya, proyek tersebut akan selesai pada 2024.[18][19][20]

Mulai 1 Juni 2023, bersamaan dengan pemberlakuan grafik perjalanan kereta api tahun 2023, nama layanan kereta api ini berubah dari "KA Bandung Raya Ekonomi" menjadi "Commuter Line Bandung Raya", sejalan dengan penyeragaman jenama kereta api lokal lainnya di Indonesia.[21]

Penamaan

250px-Papan_nama_Kereta_api_Commuter_Line_Bandung_Raya.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Papan nama Kereta api Commuter Line Bandung Raya per 2025

Masyarakat umum, hingga saat ini, sering menyebut KA ini sebagai "KRD" karena sempat menggunakan rangkaian KRD. Selain itu, terdapat penyebutan "KRD Ekonomi" dan "Baraya" untuk membedakannya dengan KRD Patas yang saat itu merupakan KA kelas bisnis.[22]

Per 1 Juni 2023, seiring dengan berlakunya grafik perjalanan kereta api 2023, kereta api lokal Bandung Raya berganti nama menjadi "Commuter Line Bandung Raya".

Kapasitas

Kapasitas dalam satu rangkaian kereta api ini adalah sekitar 742 kursi, tersebar dalam tujuh kereta kelas ekonomi. Dalam pengoperasiannya, tiket dijual dengan komposisi 100% tempat duduk dan 50% tiket berdiri dari kapasitas kursi yang tersedia dalam satu rangkaian kereta api. Dalam hal ini pun terdapat batasan jumlah tiket yang dijual pada setiap jadwal di stasiun keberangkatan maupun stasiun persinggahan, stasiun keberangkatan awal dibatasi kurang lebih sekitar 500 tiket dan stasiun persinggahan 50 hingga 100 tiket per jadwalnya, kebijakan ini diberlakukan dalam rangka memenuhi kenyamanan yang dibutuhkan oleh penumpang kereta api, serta secara hukum dalam rangka pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.[23]

Tarif

Mulai 7 Juli 2017, PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi II Bandung memberlakukan tarif flat "Rp5.000,00" untuk Kereta api Commuter Line Bandung Raya.[24]

Serta pemesanan tiket Kereta api Commuter Line Bandung Raya bisa dengan aplikasi Access By KAI minimal 2 jam hingga 7 hari sebelum keberangkatan dan di loket beberapa jam setelah keberangkatan sebelumnya.

Rute dan pemberhentian

Commuter Line Bandung Raya melintasi lima wilayah kabupaten dan kota di Jawa Barat. Rute utama kereta api ini menghubungkan wilayah barat ke timur, mulai dari Padalarang di Kabupaten Bandung Barat menuju Cicalengka di Kabupaten Bandung dan sebaliknya. Sepanjang perjalanannya, kereta api akan berhenti di pusat Kota Cimahi dan Kota Bandung. Terdapat pula rute yang lebih panjang, dari Cicalengka menuju Purwakarta, meskipun dengan frekuensi perjalanan yang lebih sedikit daripada rute Padalarang—Cicalengka.

Sesuai dengan Gapeka 2025 revisi per 1 Februari 2026, Commuter Line Bandung Raya memiliki 37 perjalanan dengan komposisi relasi:

Terdapat pula 6 perjalanan Commuter Line Garut yang mendukung Commuter Line Bandung Raya.

No. stasiun B Stasiun/halte Antarmoda penghubung Keterangan Lokasi
LW10B01C01 Purwakarta Kabupaten Purwakarta Jawa Barat
B02C02 Ciganea G Commuter Line Garut Stasiun pemberhentian bagi KA 367
B03C03 Sukatani
B04C04 Plered
B05C05 Cikadongdong Kabupaten Bandung Barat
B06C06 Rendeh
B07C07 Maswati
B08C08 Sasaksaat
B09C09 Cilame
B10C10KC01 Padalarang
B11C11 Gadobangkong
  • KA 380, 367, dan 357 tidak berhenti
  • Integrasi dengan Metro Jabar Trans di Masjid Ar-Ridwan
B12C12KC02 Cimahi Integrasi dengan Terminal Pasar Antri Baru Kota Cimahi
B13C13 Cimindi Integrasi dengan Terminal Cimindi Kota Bandung
B14C14 Andir rencana
B15C15 Ciroyom
B16C16KC03 Bandung
B17C17 Cikudapateuh Integrasi dengan Trans Metro Bandung dan DAMRI Reguler
B18C18 Kiaracondong –
B19C19 Gedebage
B20C20 Cimekar G Commuter Line Garut
B21C21 Rancaekek Kabupaten Bandung
B22C22 Haurpugur G Commuter Line Garut
B23C23 Cicalengka

Insiden

Pada 11 Agustus 2004, Lokal Bandung Raya yang ditarik oleh lokomotif BB303 51 anjlok di perlintasan sebidang yang terletak di bawah Jalan Layang Cimindi, sebelah barat Stasiun Cimindi. Akibatnya, layanan kereta api di koridor Bandung—Jakarta, seperti kereta api Parahyangan dan Argo Gede, mengalami keterlambatan. KAI Daerah Operasi 2 Bandung memperkirakan insiden disebabkan oleh kondisi perlintasan yang rusak parah dan berbatu.[25]

Pada 5 Januari 2024 pukul 06.03 WIB, Commuter Line Bandung Raya nomor 350 relasi Padalarang–Cicalengka mengalami tabrakan antarkereta dengan kereta api Turangga nomor PLB 65A relasi Surabaya Gubeng–Bandung di Cikuya, Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kecelakaan ini terjadi di sinyal masuk Stasiun Cicalengka atau km 181+700. Kejadian ini menyebabkan empat orang tewas, yaitu masinis KA Bandung Raya, asisten masinis KA Bandung Raya, pramugara KA Turangga dan petugas pengamanan Stasiun Cimekar. Sementara itu dari total penumpang KA Turangga sebanyak 287 orang dan KA Commuter Line sebanyak 191 penumpang, sebanyak 37 penumpang mengalami luka ringan.[26] Imbas dari kejadian tersebut, lalu lintas kereta api lintas selatan Jawa di koridor Bandung–Kroya terganggu.[27]

Galeri

  • Kereta api Lokal Bandung Raya tiba di Stasiun Cicalengka
    Kereta api Lokal Bandung Raya tiba di Stasiun Cicalengka
  • Kereta api Lokal Bandung Raya tiba di Stasiun Cimahi
    Kereta api Lokal Bandung Raya tiba di Stasiun Cimahi
  • Kereta api Lokal Bandung Raya mengepul di Stasiun Cimindi
    Kereta api Lokal Bandung Raya mengepul di Stasiun Cimindi
  • Kereta api Lokal Bandung Raya sedang menunggu keberangkatan di Stasiun Cimekar
    Kereta api Lokal Bandung Raya sedang menunggu keberangkatan di Stasiun Cimekar
  • Kereta api Lokal Bandung Raya sedang berhenti di Stasiun Cimekar
    Kereta api Lokal Bandung Raya sedang berhenti di Stasiun Cimekar
  • Kereta api Lokal Bandung Raya persiapan berhenti di Stasiun Cikudapateuh, 2021
    Kereta api Lokal Bandung Raya persiapan berhenti di Stasiun Cikudapateuh, 2021
  • Kereta api Lokal Bandung Raya sedang berhenti di Stasiun Cikudapateuh
    Kereta api Lokal Bandung Raya sedang berhenti di Stasiun Cikudapateuh
  • Kereta api Commuter Line Bandung Raya (Sebelumnya bernama Kereta api Lokal Bandung Raya) sedang menunggu keberangkatan di Stasiun Padalarang, Desember 2021
    Kereta api Commuter Line Bandung Raya (Sebelumnya bernama Kereta api Lokal Bandung Raya) sedang menunggu keberangkatan di Stasiun Padalarang, Desember 2021
  • Commuter Line Bandung Raya tiba di Stasiun Rancaekek, Januari 2024
    Commuter Line Bandung Raya tiba di Stasiun Rancaekek, Januari 2024
  • Commuter Line Bandung Raya berangkat dari Stasiun Kiaracondong, Mei 2025
    Commuter Line Bandung Raya berangkat dari Stasiun Kiaracondong, Mei 2025
  • Commuter Line Bandung Raya sedang menunggu keberangkatan di Stasiun Cicalengka, Juli 2025
    Commuter Line Bandung Raya sedang menunggu keberangkatan di Stasiun Cicalengka, Juli 2025

Lihat pula

Catatan

  1. ↑ Sebelumnya bernama Kereta api lokal Bandung Raya, Kereta api Bandung Raya Ekonomi, atau disebut juga Kereta api Bandung Raya non-Patas.

Referensi

  1. ↑ "Naik 7% Dari Tahun Lalu, KAI Commuter Wilayah 2 Bandung Sukses Layani 1,17 Juta Pengguna Pada Masa Angkutan Lebaran 2024". PT Kereta Commuter Indonesia. 2024-04-24. Diakses tanggal 2024-12-09. {{cite web}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |1=
  2. ↑ "Mulai 2024, Kereta Api Bandung Raya Dikonversi Jadi KRL" (Rilis pers). Bandung: Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung. Diakses tanggal 2023-07-11.
  3. ↑ Media, Kompas Cyber (2023-02-20). "Atasi Kemacetan, Kereta Api Bandung Raya Diubah Jadi KRL 2024". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2023-07-11.
  4. ↑ Akbar, Amin. "Kereta Api Bandung Raya Akan Dikonversi Jadi KRL pada 2024, Catat Rutenya". Pikiran Rakyat. Bandung. Diakses tanggal 2023-07-11.
  5. ↑ "Advertentie". Bataviaasch handelsblad. 1884-05-10. Diakses tanggal 2025-05-07.
  6. ↑ Arifianto, Bambang. "Curug Walanda di Cipatat Bandung Barat: Jejak Pembangunan Jalur Kereta Api Bandung-Cianjur Tempo Dulu". www.Pikiran-Rakyat.com. Diakses tanggal 2024-12-16.
  7. ↑ Kurnia, Atep. "SEJARAH KERETA API DI BANDUNG RAYA (1): Dari Padalarang hingga Nagreg". BandungBergerak.id. Diakses tanggal 2024-12-16.
  8. ↑ Van Dorp's officieele reisgids voor spoor- en tramwegen op Java (1898). Samarang: G. C. T. VAN DORP & Co,. 1898. Diakses tanggal 2024-12-16.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  9. ↑ Van Dorp's officieele reisgids voor spoor- en tramwegen op Java (1900). Samarang: G. C. T. VAN DORP & Co,. 1900. Diakses tanggal 2024-12-16.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  10. ↑ "KA Bandung Raya Diresmikan". Berita Yudha. 18 Februari 1983.
  11. ↑ "Pengoperasian KRD Bandung Raya Dapat Sambutan Positip". Berita Yudha. 1983-03-3. hlm. 6. Diakses tanggal 2025-01-11.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  12. ↑ "Penyuluhan Terpadu Operasi TERANG di Rancaekek". Harian Neraca. 1988-02-09. hlm. 3. Diakses tanggal 2025-01-11.
  13. ↑ "DitjenPerkeretaapian di Instagram: "Siapa nih yang udah gak sabar naik Kereta Cepat? Bagi #SahabatDJKA yang tinggal di Bandung Raya dan sekitarnya, bisa naik/turun Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Stasiun Padalarang, lho! Nah untuk mendukung aksesibilitas saat Kereta Cepat beroperasi nanti, DJKA melalui @btp_bandung tengah melakukan peningkatan emplasemen Stasiun Padalarang. Yuk intip progresnya di atas! #SahabatDJKA mau tau progres proyek DJKA yang mana lagi, nih? Komen di bawah, ya! @kemenhub151 @budikaryas #MerangkaiRel #MenghubungkanIndonesia"". Instagram. Diakses tanggal 2023-02-20.
  14. ↑ "DitjenPerkeretaapian di Instagram: "PROGRES PEKERJAAN PEMBANGUNAN JALUR GANDA KA ANTARA KIARACONDONG - CICALENGKA TAHAP I DAN II Pembangunan jalur ganda KA antara Kiaracondong - Cicalengka tahap I hampir selesai, diperkirakan pada Desember 2022 tahap tersebut rampung. Adapun untuk pekerjaan pembangunan jalur ganda kereta api Kiaracondong - Cicalengka tahap II diperkirakan akan selesai pada Desember 2023. Dengan adanya pekerjaan pembangunan jalur kereta api ganda tersebut, diharapkan dapat meningkatkan keselamatan, keamanan, pelayanan, dan peningkatan kapasitas transportasi kereta api. #merangkairel #MenghubungkanIndonesia @kemenhub151 @budikaryas"". Instagram. Diakses tanggal 2023-02-20.
  15. ↑ "DitjenPerkeretaapian di Instagram: "Halo #SahabatDJKA! Udah tau belum nih angkutan lanjutan untuk menyambung layanan Kereta Cepat? Saat sudah beroperasi nanti, #SahabatDJKA dapat menggunakan layanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung dari Stasiin Halim hingga Stasiun Tegalluar. Bagi #SahabatDJKA yang akan turun di Stasiun Padalarang, akan tersedia angkutan lanjutan berupa kereta api feeder menuju Stasiun Bandung, lho! Guna mempersiapkan angkutan feeder tersebut, saat ini DJKA melalui @btp_bandung tengah melakukan peningkatan prasarana di antara Stasiun Padalarang hingga Stasiun Bandung. Info lengkapnya bisa cek pada foto-foto di atas, ya! Ada gak nih yang rumahnya berada di sekitar lintasan jalur ini? @budikaryas @kemenhub151 #MerangkaiRel #MenghubungkanIndonesia"". Instagram. Diakses tanggal 2023-02-20.
  16. ↑ "DitjenPerkeretaapian di Instagram: "PROGRES PEKERJAAN PEMBANGUNAN JALUR GANDA KA ANTARA KIARACONDONG - CICALENGKA TAHAP I DAN II Pembangunan jalur ganda KA antara Kiaracondong - Cicalengka tahap I hampir selesai, diperkirakan pada Desember 2022 tahap tersebut rampung. Adapun untuk pekerjaan pembangunan jalur ganda kereta api Kiaracondong - Cicalengka tahap II diperkirakan akan selesai pada Desember 2023. Dengan adanya pekerjaan pembangunan jalur kereta api ganda tersebut, diharapkan dapat meningkatkan keselamatan, keamanan, pelayanan, dan peningkatan kapasitas transportasi kereta api. #merangkairel #MenghubungkanIndonesia @kemenhub151 @budikaryas"". Instagram. Diakses tanggal 2023-02-20.
  17. ↑ "DitjenPerkeretaapian di Instagram: "Halo #SahabatDJKA! Udah tau belum nih angkutan lanjutan untuk menyambung layanan Kereta Cepat? Saat sudah beroperasi nanti, #SahabatDJKA dapat menggunakan layanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung dari Stasiin Halim hingga Stasiun Tegalluar. Bagi #SahabatDJKA yang akan turun di Stasiun Padalarang, akan tersedia angkutan lanjutan berupa kereta api feeder menuju Stasiun Bandung, lho! Guna mempersiapkan angkutan feeder tersebut, saat ini DJKA melalui @btp_bandung tengah melakukan peningkatan prasarana di antara Stasiun Padalarang hingga Stasiun Bandung. Info lengkapnya bisa cek pada foto-foto di atas, ya! Ada gak nih yang rumahnya berada di sekitar lintasan jalur ini? @budikaryas @kemenhub151 #MerangkaiRel #MenghubungkanIndonesia"". Instagram. Diakses tanggal 2023-02-20.
  18. ↑ "Mulai 2024, Kereta Api Bandung Raya Dikonversi Jadi KRL" (Rilis pers). Dinas Perhubungan Kota Bandung. Diakses tanggal 2023-02-20.{{cite press release}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |1=
  19. ↑ Tri Nurcahyo, Agung. "KRD Bandung Raya Bakal Diubah Jadi KRL Padalarang-Cicalengka PP, Proses Konversi Dibagi 2 Tahap". PRFM. Bandung: Pikiran Rakyat. Diakses tanggal 2023-02-20.
  20. ↑ Media, Kompas Cyber. "Double Track Kiaracondong-Cicalengka Dukung Transportasi Komuter Bandung Raya". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2023-02-20.
  21. ↑ Gunawan, Indra (19 Mei 2023). "Cek Disini, Jadwal Kereta Commuter Bandung Raya Berubah". Sonora FM Bandung. Bandung: KG Radio Network. Diakses tanggal 20 Mei 2023.
  22. ↑ Riyandi, Rizma. "KRD Bandung Raya, Lokomotif PT KAI yang Selalu Jadi Andalan Selama Pandemi - Ayo Bandung". KRD Bandung Raya, Lokomotif PT KAI yang Selalu Jadi Andalan Selama Pandemi - Ayo Bandung. Diakses tanggal 2022-04-04.
  23. ↑ Online, Hukum. "Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 - Pusat Data Hukumonline". hukumonline.com. Diakses tanggal 2025-10-17.
  24. ↑ "Jadwal dan Harga Tiket KRD Lokal Bandung Raya Ekonomi 2021 | Infonya Kereta Api". www.train.web.id. Diakses tanggal 2021-04-25.
  25. ↑ "KRD Anjlok, Perjalanan KA di Bandung Alami Keterlambatan". Suara Karya. 2004-08-12. hlm. 8. Diakses tanggal 2025-01-11.
  26. ↑ Asih, Restu Wahyuning (2024-01-05). "Masinis KA Bandung Raya Meninggal Dunia, Masinis KA Turangga Selamat". Bisnis.com. Diakses tanggal 2024-01-05.
  27. ↑ Rahmawati, Fiqih. "Breaking News! Tabrakan KA Turangga dan KA Lokal Bandung Raya di Cicalengka Bandung". Kompas TV. Bandung: KG Media. Diakses tanggal 2024-01-05.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Greater Bandung Commuter Line.
Jalur transportasi umum
Bus
Kereta api lokal
Kereta api antarkota
Infrastruktur
Jalan bebas hambatan
Jalur kereta api
Jalur bus
Bandar udara
Terminal bus
Stasiun kereta api
Organisasi dan perusahaan
Operator dan regulator
  • * dalam tahap perencanaan
  • ** dalam tahap pembangunan/pengadaan
  • Miring: tidak beroperasi
Armada
KRL non-AC,
tak beroperasi
KRL AC impor dari
Jepang dan buatan PT INKA, tak beroperasi
Tokyo Metropolitan Government (Toei)
JR East
Toyo Rapid Railway
Tokyo Metro
PT INKA
Tokyu Corporation
KRL AC impor
dari Jepang, Tiongkok dan buatan PT INKA
Tokyo Metro
JR East
PT INKA
CRRC Qingdao Sifang
Non-KRL
120px-Logo_KAI_Commuter.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Layanan yang beroperasi (Commuter Line ...)
Kereta api bandara****
Kereta api komuter*
Kereta api lokal***
Layanan yang tidak beroperasi**
Topik terkait
*)Tidak pernah dioperasikan KAI Commuter secara langsung, namun pernah beroperasi di layanan-layanan yang kemudian diambil alih KAI Commuter di Jabodetabek, Bandung, Yogya-Solo, dan Surabaya

*dioperasikan oleh PT KAI Commuter Jabodetabek (hingga 20 September 2017) dan PT Kereta Commuter Indonesia (hingga saat ini)
**dioperasikan oleh PT Kereta Api Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek (hingga 15 September 2008) & PT KA Commuter Jabodetabek (hingga 2 Juli 2011)
***operasional dialihkan dari swakelola perusahaan induk karena berfokus pada layanan antarkota dan aglomerasi.
****operasional dialihkan dari KAI Bandara


Ikon rintisan

Artikel bertopik perkeretaapian ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan