Senin, 02 November 2026
08:00 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Grafik perjalanan kereta api

Grafik perjalanan kereta api

Bentuk pergerakan kereta api dalam grafik

Bagikan:
250px-Grafico_semplice_binario.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Grafik perjalanan kereta api
250px-Grafico_su_monitor_SSDC_-_B-P.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gapeka pada layar monitor

Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) adalah dokumen yang dikeluarkan oleh perusahaan kereta api, yang memuat pedoman pengaturan dan pelaksanaan perjalanan kereta api yang digambarkan dalam bentuk grafik yang menunjukkan fungsi jarak dan letak stasiun terhadap waktu untuk pengendalian perjalanan kereta api.[1] Gapeka digunakan untuk mewakili pergerakan kereta api beserta waktu terhadap posisi masing-masing alat transportasi. Operasi pada jalur kereta api secara grafis ditampilkan dan direncanakan menggunakan gapeka. Dokumen terkait seperti teleks kereta luar biasa (KLB), warta maklumat (wam), dan maklumat kereta api (malka) umumnya diturunkan dari gapeka. Gapeka tertua yang diketahui telah dibuat pada tahun 1840-an di Compagnie des chemins de fer du Nord, Prancis. Léon Lalanne menyusun penemuan ini bersama Jules Petiet.[2]

Gapeka telah digunakan di banyak perusahaan kereta api dalam hal menentukan jadwal, kapasitas lintas, dan optimalisasi sarana-prasarana perkeretaapian, baik dalam rangka berhenti untuk naik-turun penumpang atau bongkar-muat barang di stasiun kereta api, maupun berhenti karena bersilang atau disusul.

Format tampilan

250px-Train_graph_Riesbahn_2005.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gapeka Riesbahn selama jam-jam tidak sibuk dari Senin hingga Jumat, menurut jadwal 2006

Karena biasanya jarak ditetapkan dan waktunya bervariasi, bentuk gapeka biasanya dibuat menggunakan koordinat Kartesius dengan sumbu Y (vertikal) adalah waktu dan tempat (jarak) sebagai sumbu X (horizontal). Di Swiss, Austria, dan Indonesia, gapeka juga digunakan dengan sumbu kilometer lintas dan waktu dibalik (yakni, sumbu X sebagai waktu tempuh dan sumbu Y adalah jarak tempuh kilometer stasiun).[3] Perjalanan kereta api digambarkan sebagai garis grafik, kadang-kadang garis dapat diwarnai menurut kategori kereta, jumlah kereta, dan hari perjalanan.

Gapeka tersedia dalam bentuk cetak atau elektronik. Dalam gapeka, pemberhentian dan persilangan-persusulan kereta dapat dilihat secara sekilas. Aplikasi operasional dari representasi grafis dari rangkaian kereta api ini juga digunakan dalam pemantauan operasi waktu nyata, yaitu dengan mempertimbangkan gangguan dan keterlambatan dan mengambil tindakan yang tepat. Hal ini dapat dilakukan secara manual maupun melalui sistem komputer.

Penggunaan

Dalam ilmu operasional kereta api, gapeka menentukan perencanaan kapasitas jalan.

Penyusunan

Gapeka disusun menurut:[1]

  • jumlah kereta api yang beroperasi,
  • kecepatan yang diizinkan,
  • relasi asal dan tujuan, serta
  • rencana persilangan dan penyusulan.

Perubahan

Perubahan gapeka dimungkinkan apabila terjadi perubahan pada:

Referensi

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Graphic timetables.
  1. 1 2 "Permenhub No. 110 Tahun 2017". Database Peraturan | JDIH BPK. Diakses tanggal 2025-01-28.
  2. ↑ Stigler’s Law of Eponymy and Marey’s Train Schedule. Vol. 26. 2013. hlm. 53–56. doi:10.1080/09332480.2013.772394. ISSN 0933-2480.
  3. ↑ J. Pachl: Systemtechnik des Schienenverkehrs 2011, ISBN 978-3-8348-1428-9, Kapitel 6: Fahrplankonstruktion.


Ikon rintisan

Artikel bertopik perkeretaapian ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan